Sunday, September 6, 2015

(Meng)Akhir(i)

sumber: google.com

Waktu tidak pernah bertepi
Meski banyak kejadian membuatnya harus menepi
Sepi, bersembunyi tepat di tengah sunyi
Ya benar, akulah yang bersembunyi

Mengakhiri sekaligus memulai sesuatu,
Aku mengulangi fase yang pernah kulewati
Terkadang, jenuh menyusup jauh di dalam kamar-kamar
Seringkali lebih terasa seperti: hidup segan mati pun tak mau

Apa rasanya berdiri di jalanan yang penuh pertanyaan?
Mengapa kamu bertahan?
Apa alasanmu?
Bagaimana kalau dia tak kembali?
Atau kapan kamu berani mengakhiri?

Hai, dunia tak pernah sesempit ini
Pikiranku bahkan terkotak-kotak oleh jejak langkahmu
Oleh aroma asap tembakau yang kaubakar
Aku tak lupa, tapi tak juga ingin mengingatnya

Pintumu sudah kuketuk ratusan kali
Dengan nyanyian, bisikan, puisi, bahkan kata-kata pengantar tidur yang elok
Nyatanya tidak cukup.

Aku menoleh, beranggapan bahwa kamu akan bicara
Padahal tidak.
Aku ingin ini selesai dengan sendirinya
Tetapi memang aku yang harus menyelesaikannya.

Purwokerto, 6 September 2015. 21:55.

1 comment: