Are You?

Pembaca, tulisan ini kuawali dengan sebuah kalimat:

Bukankah sebuah pertemuan itu adalah takdir?

Banyak orang datang dan pergi. Ada yang singgah sejenak, kemudian hilang. Ada yang menetap sementara, kemudian melanjutkan perjalanan. Hidup memang seperti sebuah jalan, atau sekadar kedai kopi. Terserah bagaimana kau memaknainya. Perihal pertemuan adalah sesuatu yang membawa cerita baru, dengan siapapun kau bertemu.

Hidup adalah dinamika. Pertemuan adalah salah satu komponennya. Setiap hari, kita bertemu orang-orang baru. Baik secara sadar ataupun tidak. Aku bertemu kamu. Kamu bertemu dia. Dia bertemu temanku. Temanku bertemu temannya. Aku bertemu saudaramu. Kamu bertemu teman SDku. Dia bertemu teman SMA-mu. Dan keterhubungan itu ada, meski kita tidak menyadari pada awalnya. Sehingga, seringkali kita berkata: "Dunia sempit sekali."

Jadi, pertemuan bukan hal aneh bagi hidup. Kenapa jika kita bertemu orang asing setiap hari tapi kita masih menyebut bahwa dunia ini sempit? Halo. Dunia ini luas, pikiran kitalah yang sempit. Seperti dalam satu lingkup ruang pendidikan. Aku bisa mengenal semua teman TK-ku, karena memang hanya sedikit murid yang ada. Dan mereka yang ada setiap hari bermain bersamaku. Tapi tidak semua orang mengenal individu di dalam lingkup universitas. Coba jawab, siapa yang mengenal seluruh orang-orang di dalam universitas? Sulit. Itu jawabanku. Dan kepentingan mewarnai itu semua.

Pertemuan membuat kita mengerti bahwa ada suatu kepentingan dalam diri kita untuk berhubungan dengan orang lain. Ketika tidak ada kepentingan, kita merasa tidak perlu berhubungan lebih jauh dengan orang tertentu. Itu jawabanku, lagi-lagi. Sama seperti aku bertemu kamu. Proses kepentingan membuat interaksi kita yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Setelah kepentingan yang satu itu selesai, bisa jadi interaksi itu akan hilang atau bertambah intens apabila muncul kepentingan lain.

So, perihal pertemuanku denganmu masih panjang. Entah setelah lima bulan ke depan apakah masih berlanjut atau tidak, itu urusan nanti. Anggap saja aku sedang menikmati pertemuan yang sementara ini. Selamat datang di duniaku!

NB: Untuk seseorang yang hadir hari ini dengan sikap kalemnya.

Photo by instagram


Purwokerto, 2 Juni 2015. 21:38.

Comments

  1. Berarti pertemuan kita dulu takdir ya Ka?

    Ya begitulah sirkulasi orang hidup.haha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)