Tuesday, April 14, 2015

[BOOK REVIEW] Jurnal Jo: Online by Ken Terate



Judul: Jurnal Jo: Online
Pengarang: Ken Terate
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-5738-0
Tahun Terbit: Februari 2011
Tebal Buku: 224 hlm.

BLURB

Jo Wilisgiri kembali lagi! Kali ini kehidupan masa SMP-nya heboh dengan... tak lain dan tak bukan... Facebook! Gimana nggak? Sekarang rasanya dia dan sahabatnya lebih sering ngobrol via chatting dan FB daripada ngobrol real time di dunia nyata. Belum lagi ayahnya yang guru bahasa Jawa mau ikut-ikutan buka akun FB pula!

Eh, tapi kehidupan dunia nyata Jo juga masih heboh kok. Misalnya saat dia dan Nadine tiba-tiba ditunjuk jadi ketua kegiatan sosial di kelasnya. Waduh, susah banget kan, mesti kerja sama kalau di FB aja mereka musuhan?

Belum lagi Rajiv yang rajin minjemin ini-itu ke Jo. Mulai dari raket bulutangkis sampai HP. Jangan-jangan Rajiv suka sama Jo, lagi. Tapi, Jo naksir RajivRajiv nggak ya?

Hah, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, hidup Jo sama ribetnya!
---

Review ini tidak akan jauh-jauh dari opini saya setelah selesai membaca buku ini. Sejujurnya saya membeli ini karena tertarik dengan judulnya yang merupakan lanjutan dari buku berjudul Jurnal Jo yang dulu pernah saya baca sewaktu SMP. Sehingga ketika memutuskan membeli buku ini, saya tidak berpikir panjang, saya menganggapnya sebagai hiburan saja membaca teenlit.

Isi buku ini sesuai genre dan blurb di belakangnya: teenlit dan khas anak muda. Namun, isinya lebih terarah pada perkembangan remaja tahun 2010-an. Ya, bisa dibayangkan. Tahun-tahun itu Facebook masih menjadi media sosial yang digandrungi anak muda. Sejak zaman peradaban yang alay, hingga perang status di Facebook, lengkap digambarkan dalam buku ini. Memang, buku ini hanya berisi seperti itu. Permusuhan, persahabatan, jatuh cinta, dan segala bentuk lika liku remaja dengan perkembangan media sosial menjadi titik fokus di buku ini, menurut saya. Bahkan konflik yang terjadi di dalam buku ini malah tergeser dengan sendirinya.

Mengenai tata bahasa dan segala hal yang berkaitan, buku ini sangat remaja sekali. Sehingga gaya bahasanya sangat santai dengan font yang besar. Juga ada beberapa sisipan tampilan Facebook yang menandakan sedang perang status.

Dulu saya menyukai buku pertama yang berjudul Jurnal Jo karena saya menggemari Harry Potter dan tokoh-tokoh di dalam buku Jurnal Jo bergaya seperti Harry Potter yang saat itu sedang tren.

Pada intinya, buku ini klise. Namun untuk hiburan semata boleh lah.

Rate: 2/5.


No comments:

Post a Comment