Thursday, March 26, 2015

Boy (space) Friend

How do you spell it? Yup, this is boy friend, not boyfriend. See the space between boy and friend.

Halo. Kali ini saya ingin bercerita tentang teman laki-laki saya, yang bahkan dia lebih dari sekadar teman. Kami akrab, karib, dan bersahabat. Iya, kami bersahabat sejak masa putih biru akhir. Lucu memang. Pada zaman itu saya tidak punya banyak teman laki-laki kecuali teman sekelas. Sehingga punya teman laki-laki yang bisa dicurhatin adalah sesuatu yang menyenangkan.


Perihal menjalin persahabatan, saya menghitungnya sejak akhir masa putih biru. Ya sudah hampir enam tahun. Dan dalam kurun waktu selama itu, kami tidak sedikitpin lost contact. Untuk suatu percakapan singkat memang sangat jarang dilakukan karena kami punya kesibukan masing-masing. Berhubung kesibukan kami dianggap lebih penting, maka kami bicara seadanya ketika waktu luang.

Saat jarak memisahkan kami, aplikasi messenger pun jadi perantara dan saksi atas obrolan kami yang seringnya ngalor-ngidul tanpa arah. Di dalam percakapan itu biasanya kami bicara tentang banyak hal. Tentang peristiwa terbaru, tentang zaman SMP, zaman SMA, gebetan, ekonomi, komunikasi, dan banyak hal. Pada intinya, dialah satu-satunya teman laki-laki yang kemudian menjadi sahabat dan mengerti bagaimana saya.

Seperti yang baru kemarin terjadi, setelah berbulan-bulan tidak berkomunikasi, dia menelepon. Sejujurnya kebiasaan kami untuk saling menelepon adalah ketika mau dan ketika ada bonus gratis telepon ke sesama operator. Yang terakhir itu lebih memungkinkan karena sayang untuk dibiarkan begitu saja. Hahaha. So, dia menelepon tetap dengan gaya yang sama seperti sejak lama kami berteman. Dan lagi-lagi apa yang kami bicarakan selalu lebih banyak hal yang tidak penting ketimbang yang pentingnya.

Saya baru mengerti bahwa dia memang benar-benar sahabat adalah ketika dia mampu bercerita apapun kepada saya tanpa ragu sedikitpun dan saya pun demikian. Bahwa saya memiliki sesuatu yang bisa saya bagikan tanpa harus merasa takut jika dia tidak berkenan. Setidaknya saya merasa ada yang mendengarkan. Meskipun sejauh ini pun saya seringkali sharing dengan teman laki-laki saya yang lain.

Memiliki sahabat laki-laki tentu berbeda dengan sahabat perempuan. Baiknya, saya memiliki keduanya. Sehingga saya mampu membedakan bagaimana rasanya bercerita dengan sahabat perempuan dan dengan sahabat laki-laki.

Pada intinya memiliki sahabat laki-laki membuat saya mampu melihat dari sudut pandang laki-laki. Meskipun kadangkala saya juga keras kepala, nggak bisa dibilangin secara halus tentang pendapatnya soal masalah saya.

Di akhir tulisan ini sebenarnya saya ingin berterima kasih pada dia yang masih bersedia meenjadi sahabat dan teman karib saya, meskipun saya begini adanya. Dan, terima kasih masih mengingat soal gebetan 4 tahun saya. Hahaha. Saya tidak menyangka dia masih ingat soal itu dan dibahas pula. Ya, tapi itu menandakan bahwa dia senantiasa menyimak cerita saya.

Untuk Adhitya Kusuma Ardana, tetaplah menjadi sahabat terbaik saya sampai kapanpun. Semoga kita bisa sharing sesuatu yang lebih penting dan berguna untuk hidup kita. Semoga kita cepat lulus. Semoga kehidupan terbaik berpihak pada kita. Aamiin. Salam sukses!

NB: Ditunggu lho kunjungannya kesini. Hahaha. Katanya mau nanjak Prau?

Purwokerto, 25 Maret 2015. 23:02.




8 comments:

  1. Wiiih emang seru kalo punya sahabat beda gender. Pernah ngalamin. Asal bisa tetrp jaga perasaan aja. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas. Jadi kalo ada masalah soal cowok ya nanyanya ke dia. Biar nemu saran yang pas dari sudut pandang cowok. Soal jaga perasaan mah udah dari dulu. Hehehe :D

      Delete
  2. Selalu menyenangkan punya sahabat lawan jenis. Kadang mereka memberikan pandangan dan kritikan yang tak pernah kita duga. Tapi ..... ndak kejebak frenzone kan???? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah enggak kena friendzone lah. Itu sudah teratasi sejak lama, kak vy.

      Delete
  3. boy (space) friend yaampun judul yang menarik tiww
    satu hal yang penting: cowo ga baper ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Triana. Yup kamu benar. Cowok emang jarang baper. Tapi ada loh yang baper juga. Nanti aku bahas deh ahahaha

      Delete
  4. Semoga persahabatan kalian langgeng, kak Af :)

    ssstt, titip salam dong ya, ya yaa... ke Adhitya nya, pokoknya salamin lho yaa >_<

    ehh aku mau follback tapi gak GFC nya ya,?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih lho kak Wid :))
      Tenang nanti aku salamin deh. Huehehe.
      Follback apa dan siapa nih? :D

      Delete