(Un)broken

Kepada yang pernah patah hati, namun tetap kembali jatuh hati.

Dear, hati kita memang selalu lembut.

Perasaan kita sehalus sutra, meskipun pernah merasai sakit yang luar biasa.

Di sela-sela waktu, kita masih bisa berpikir jernih.

Kita mengutamakan cinta. Bisik-bisik yang menggaung saat malam tiba.

Ucapan manis para lelaki yang membuat kita seketika menjadi ratu.

Perihal kecintaan dan ketulusan mereka.

Dear, laki-laki manapun menginginkan wanita yang baik untuk hidup mereka.

Tapi tidak semua laki-laki itu baik. Tentu kamu sudah menemukan yang kurang baik itu.

Kamu juga sudah tahu perihnya yang orang bilang patah hati itu.

Itu semua pelajaran, dear. Pengalaman yang membuatmu dewasa.

Berkali-kali jatuh tidak lantas membuatmu terpuruk. Kejadian lampau membuatmu membuka mata.

Jauh di sana, akan ada yang membuatmu benar-benar jatuh hati. Tanpa harus memandang apapun lagi.

Dunia memang kadang kejam pada kita yang berperasaan lembut.

Tapi bukan berarti kita harus menyerah. Kita selalu punya cara.

Juga soal patah hati. Menyakitkan, tapi membuat kita belajar.

Untukmu yang berkali-kali patah hati namun tak jera jatuh hati, silakan bicara pada dirimu sendiri.

Apakah hidup hanya untuk berlarut dalam patah hati?

Apakah kesenangan hanya ada ketika jatuh hati?

Sungguh sangat banyak hal diluar sana bisa membuatmu bahagia.

Juga tentang manusia yang membuatmu mengerti bahwa kesenangan bukan hanya dimiliki oleh orang yang sedang jatuh hati.


Tertanda,
Seseorang yang belum mengerti mengapa jatuh hati menjadi bagian hidupnya.

Cileungsi, 17 Februari 2015. 15:54.





Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)