Sedikit Coretan

Untuk teman dan sahabat yang sedang belajar berdamai dengan masa lalu, @AdhityaKArdana.

Aloha! Hampir setahun tidak bertemu itu tidak masalah selama chatting terus jalan. Hahaha. Ya sudahlah, karena waktu libur kita tidak sama, jadilah kita hanya bisa bercengkrama melalui aplikasi chatting. So, apa kabar (hati lo)? Kena badai nggak di tanggal 11 kemarin? Hahaha.

Baiklah, hari ini di tanggal keramat ini, di satu hari sebelum hari Valentine (katanya), gue yakin lo masih jomblo. Enggak bermaksud untuk meledek, tapi kenyataan, kan? Tenang, gue juga jomblo. Jadi aman lah. Hahaha. Begini, gue mau memberi petuah-petuah hidup yang pernah gue alamin sekaligus gue amatin selama ini. Ya apalagi kalo bukan soal cinta. Obrolan kita kan nggak pernah jauh-jauh soal bahas mantan lo atau gebetan gue. Kadang-kadang rame sendiri kan.

Jadi gini, Dit, berharap itu bagus kalo dianya juga berharap hal yang sama seperti yang lo harapkan. Soal keinginan bersama kan nggak bisa kalo cuma satu pihak yang berharap. Harus ada dua pihak. Gue ambil contoh persahabatan kita aja deh. Kalo lo anggep gue sahabat, tapi gue anggep lo temen doang atau sebaliknya, itu nggak bakalan bisa disebut persahabatan. Ya sama kayak lo ke dia. Lain lagi kalo lo berdua lagi sama-sama nunggu momen yang tepat buat balikan.

Petuah gue nggak mutu banget, sih. Yasudahlah. Intinya mah begitu. So, karena lo udah masuk kuliah lagi. Kita udah bakalan susah kalo ketemu. Mungkin harus nunggu lebaran atau lo lah main ke kampus gue. Deket kan tuh sama rumah nenek. Hahaha. Sekian. By the way, terima kasih telah menjadi teman curhat yang asik buat gue. Terima kasih juga udah mau dibawelin sama gue soal ini itu. Hahaha. Semoga tetep mau dan bisa jadi sahabat gue sampai kapanpun. Semoga sukses!

NB: Kalo ketemu kudu banget foto bareng! Bukan karena gue ngefans sama lo ya.

Tertanda,
Temen yang ngaku-ngaku sahabat.

Cileungsi, 13 Februari 2015. 14:16.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)