Tuesday, February 17, 2015

[BOOK REVIEW] Luka dan Api Kehidupan by Salman Rushdie



Judul: Luka dan Api Kehidupan
Pengarang: Salman Rushdie
Penerjemah: Yuliani Liputo
ISBN: 978-979-024-364-4
Penerbit: Serambi
Tahun Terbit: 2011
Tebal Buku: 294++ hlm.

BLURB

Rasyid Khalifa, sang pendongeng legendaris, pada suatu malam mendadak tertidur lelap dan tak pernah bangun lagi, seolah-olah dia berada dalam cengkeraman sang Raksasa Tidur. Demi membangunkan ayahnya dan menyelamatkannya dari sosok makhluk maut yang sedikit demi sedikit menyerap kehidupan sang ayah, Luka, bocah dua belas tahun, harus bertualang ke Negeri Dongeng dan mencuri Api Kehidupan.

Api Kehidupan tersimpan di Pusat Dongeng, di puncak Gunung Pengetahuan yang menjulang di atas Danau Kebijaksanaan, dan dijaga ketat oleh Aalim, tiga penguasa Negeri Dongeng, beserta jajaran Dewa Berperilaku Buruk dari berbagai mitologi dan dongeng. Tak pernah ada yang berhasil mencuri Api Kehidupan dari mereka. Maka dimulailah petualangan dan pertarungan Lika dalam menghadapi rintangan demi rintangan, mengumpulkan nyawa, kehilangan nyawa, menaklukkan level demi level, selayaknya permainan. Namun, ini bukanlah sekadar permainan, melainkan penentuan hiduo dan mati ayahnya.

Luka dan Api Kehidupan adalah kelanjutan kisah Harun dan Samudra Dongeng. Dalam kisah ini, Salman Rushdie menggabungkan unsur-unsur fantasi, mitologi, permainan kata, dan simbolisme ke dalam jalinan kisah yang menarik, cerdas, seru, dan jenaka. Novel ini layak dibaca oleh siapa saja sebagai bacaan sastra yang bermutu sekaligus dongeng yang indah dan memperkaya hidup.

---

Buku ini adalah kelanjutan dari buku Harun dan Samudra Dongeng. Masih berkisah seputar Rasyid Khalifa, namun petualangan kali ini adalah milik Luka, adik dari Harun Khalifa yang berbeda 18 tahun dari Harun. Sesungguhnya saya agak lebih bisa menikmati buku ini ketimbang buku sebelumnya. Mungkin di dalam buku ini babyak cerita yang familiar yang pernah saya baca sebelumnya.

Cerita bermula ketika ayah Luka, Rasyid Khalifa, seperti terkena kutukan tidur. Luka tidak ingin ayahnya tertidur terus, sehingga Luka memutuskan untuk mencari Api Kehidupan yang mampu membangunkan ayahnya lagi. Informasi itu didapatkan dari Nobodaddy, seseorang yang mirip ayahnya (mungkin juga ayahnya, karena orang transparan ini menyerap segala macam dari ayahnya). Ditemani oleh kedua peliharaannya, Beruang si Anjing dan Anjing si Beruang, petualangan Luka pun dimulai.


Luka harus menyelesaikan level demi level untuk bisa mencapai Api Kehidupan. Dalam perjalanannya, ia seringkali mendapat bantuan. Baik dari Nobodaddy, maupun dari Ratu Otter, pemilik kerajaan Ott. Luka berpendapat bahwa dunia dongeng yang sedang ia jalani adalah dunia rekaan ayahnya. Sehingga ia pasti sudah mengetahui apa saja yang ada di dalamnya melalui cerita-cerita ayahnya.

Beberapa scene dalam buku ini mengingatkan saya pada beberapa buku atau film yang pernah saya lihat sebelumnya. Seperti saat percakapan Luka dengan Pak Tua Sungai, si jagoan teka-teki, ini mengingatkan saya pada film The Hobbit. Isinya pun mirip-mirip karena mereka battle teka-teki. Dan adegan para dewa-dewa mitologi mengingatkan saya pada film Percy Jackson. Entahlah. Namun, Salman Rushdie cukup sukses memasukkan unsur mitologi dengan membawa dewa-dewa Yunani di dalamnya.

Dongeng adalah dongeng. Butuh imajinasi untuk memahaminya. Ending menarik di buku ini.

Overall 4/5















Cileungsi, 15 Februari 2015. 21:02.


No comments:

Post a Comment