Sunday, February 15, 2015

Cinta Untuk Si Jantung Hati

Untuk Mama tercinta yang selalu ada buatku.

Ma, tulisan ini kubuat di hari kasih sayang. Hari kasih sayangku akan kulalui bersamamu, bukan dengan yang lain. Pertanda bahwa aku mencintaimu selalu hingga akhir hayatku. Aku mungkin jarang mengatakannya, tapi aku sungguh sangat mencintaimu, Ma.

Aku mungkin egois, seringkali kesal ketika mama menyuruhku ini itu di rumah, tapi seketika aku sadar. Secara tidak langsung mama memberiku bekal untuk kehidupanku selanjutnya. Banyak hal yang mungkin aku anggap remeh, namun itu penting. Tak jarang pula aku hanya mengiyakan segala perkataanmu tanpa benar-benar memaknainya. Aku minta maaf, Ma.

Aku mungkin lebih sering menengok media sosialku dibanding harus bercengkrama untuk sekadar memberi kabar padamu. Aku terkadang sok sibuk, hingga lupa mengabarimu. Padahal mama khawatir saat aku tak memberi kabar. Aku minta maaf, Ma.

Ma, dengan hadirnya aku ke dunia, mungkin mama berharap aku akan mampu menjadi gadiis yang kuat, tapi nyatanya aku tak sekuat itu. Aku sungguh selalu ingin membuatmu bahagia, bagaimanapun caranya. Tapi maafkan aku, Ma. Hingga saat ini aku belum bisa membahagiakanmu. Malah mama yang terus berusaha membuatku bahagia tanpa peduli dirimu bahagia atau tidak.

Ma, aku tahu dirimu tak pernah alpa mengirim doa untukku. Juga suntikan semangat yang terus kau alirkan padaku tak pernah surut. Terima kasih, Ma. Aku sayang mama selalu. Maafkan aku yang belum bisa membuatmu bahagia hingga hari ini.

Love you!


Tertanda,
Anakmu yang jarang mau mengerti keadaanmu.

Cileungsi, 14 Februari 2015. 12:52.


4 comments: