Tuesday, February 24, 2015

How To Be A Simple Traveller

Dear, readers.

Kali ini saya mau berbagi cerita tentang sebuah perjalanan. Tahun 2015 ini saya punya sebuah rencana yang agaknya keluar dari zona nyaman saya, solo travelling. Berbekal niat serta keinginan yang menggebu untuk bisa "jalan sendiri" ke suatu tempat menjadi pondasi untuk saya mewujudkan keinginan itu.

Menjadi traveller tentu bukan perkara mudah. Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai perjalanan. Di sini saya mau menguraikan beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum perjalanan.

Monday, February 23, 2015

Cermin Diri

Kepada yang selalu ada di diriku.

Menjadi kamu tak melulu menyenangkan. Kamu kadang terlalu melankolis pada hal-hal sepele yang tak begitu penting untuk hidupmu. Maksudku, kamu terlalu membawa segala hal itu menjadi rumit. Ya, walaupun pada akhirnya kamu selalu punya cara sendiri untuk menyelesaikannya. Selain itu, kamu juga sering kali meremehkan. Iya, tengoklah pekerjaan rumah yang seharusnya selesai dalam 30 menit, tapi kamu menundanya hingga 2 jam. Dan kamu cuma bilang, "mau dikerjain sekarang atau nanti itu sama aja". Padahal itu jelas beda, Wi!

I Live to Dare You

Kepada yang selalu aku cinta tanpa kuberitahu.

Siapapun dan dimanapun kamu. Baik yang kukenal dari aku TK sampai aku kuliah.

I live to dare you.

Thank You

Kepada yang selalu tercinta.

Terima kasih telah bersedia hadir di hidupku. Tuhan amat baik mau menyediakan kalian sebagai orang-orang terkasih dan tercintaku. Di setiap saat aku mengeluh, kalian ada. Bahkan tak bosan menjadi tempatku memaki dalam keheningan.

Saturday, February 21, 2015

Untuk Masku

Kepada masku yang tidak perlu kusebutkan namanya di sini.

Jadi, untuk masku yang sedang berkutat dengan skripsi. Aku hanya ingin menyemangatimu. Kamu memang sudah saatnya fokus dengan skripsimu. Sudah tidak boleh main-main lagi. Ya, aku tidak punya hak untuk melarangmu sih, tapi sebagai adikmu, aku hanya mengingatkan. Bahwa waktu bermainmu harus sudah dikurangi demi menyelesaikan tugas akhir kuliahmu. Kamu tentu tidak ingin kan terus menerus ada di tempat yang sama denganku? Walaupun aku masih sangat ingin berorganisasi bersamamu di kampus. Tapi nyatanya semua ada masanya.

Dan kali ini perihal cinta. Mas, kamu sih yakin sama yang baru itu? Aku sebagai adik lagi-lagi cuma bisa mendoakan. Dengan atau tidak kamu minta pun aku mah mendoakan. Tapi Mas, apa nggak sayang waktu 3 tahunmu bersama yang dulu itu? Ya, emang sih semua ada masanya. Tapi entah kenapa aku susah menemukan chemistry antara kamu sama pacarmu yang sekarang ini. Sungguh. Aku lebih klop kamu sama yang dulu. Bukan urusanku, sih. Tapi aku sebagai perempuan juga kok ya merasakan gimananya mbak yang itu. Ah, sudahlah. Semoga kamu bahagia dengan yang baru ya mas... Hehehe.

Semangat skripsiannya!!!

Tertanda,
Adikmu yang pedulian banget.

Cileungsi, 20 Februari 2015. 20:59.

Friday, February 20, 2015

The Real Love Letter

Kepada Bosse @PosCinta yang selalu menyampaikan surat-suratku.

Hari ini Bosse akan dapat surat cinta yang penuh dengan kekecewaan. Mengenai gathering di tanggal 1 Maret aku sungguh sangat ingin ikut. Terlebih lokasi di Bandung yang membuatku semakin ingin ke sana. Tujuanku tak lain untuk belajar jadi solo travelling. Tapi nyatanya keinginanku masih menemui halangan. Aku dengan sangat berat hati tak bisa memenuhi undangan untuk hadir di gathering tersebut.

Thursday, February 19, 2015

[BOOK REVIEW] Dear Umbrella by Alfian Daniear



Judul: Dear Umbrella
Pengarang: Alfian Daniear
ISBN: 978-602-7816-40-4
Penerbit: Noura Books
Tahun Terbit: 2013
Tebal Buku: 306++ hlm.

Tentang Senja dan Semangat

Kepada seseorang yang membuatku ingin menatap senja lebih lama.

Aku tidak akan bicara banyak. Aku hanya ingin menyampaikan betapa aku beruntung bisa menatap senja yang sama bersamamu untuk beberapa kali. Di tempat ini aku sedang merenungkan keajaiban untuk hidupku. Tentang perjalanan yang juga pernah kau lalui. Saat ini aku ada di titik itu. Semoga jalanku tidak lagi membuatku terperosok. Aku akan semangat dan terus semangat.

Di jalan ini aku akan berusaha lebih giat lagi. Menjadi orang yang sama dengan pengetahuan baru. Terima kasih pernah hadir dalam kenyataan.

Tertanda,
Seseorang yang masih menunggumu dengan lapang.

Cileungsi, 18 Februari 2015. 17:18.

Wednesday, February 18, 2015

(Un)broken

Kepada yang pernah patah hati, namun tetap kembali jatuh hati.

Dear, hati kita memang selalu lembut.

Perasaan kita sehalus sutra, meskipun pernah merasai sakit yang luar biasa.

Di sela-sela waktu, kita masih bisa berpikir jernih.

Kita mengutamakan cinta. Bisik-bisik yang menggaung saat malam tiba.

Tuesday, February 17, 2015

[BOOK REVIEW] Luka dan Api Kehidupan by Salman Rushdie



Judul: Luka dan Api Kehidupan
Pengarang: Salman Rushdie
Penerjemah: Yuliani Liputo
ISBN: 978-979-024-364-4
Penerbit: Serambi
Tahun Terbit: 2011
Tebal Buku: 294++ hlm.

Monday, February 16, 2015

To Be Unique

Untuk Mbak Leli yang membuatku tertawa saat membaca isi blognya.

Aloha! Ini hampir jam 2 pagi. Aku barusan sempat baca-baca sedikit isi blogmu, Mbak. Sungguh di luar dugaan ya. Isi blogmu itu unik, jujur, dan sedikit bikin penasaran. Jadi karena ini sebuah surat yang bisa dibilang bukan surat cinta karena didalamnya tak ada sedikitpun tentang cinta. Hahaha. Sebelumnya aku mau memanggilmu dengan sebutan "Mbak", terlepas dulu aku pernah manggil "Kakak" juga. Tapi ya meskipun dirimu keturunan Tionghoa, tapi sudah sangat mengakar di Jawa, jadi aku panggil Mbak Leli saja. :D

Learning From You

Untuk seseorang yang berhasil menghuni hati hingga hari ini.

Selayaknya mesin, aku bukanlah mesin yang mudah rusak meski dipakai berkali-kali. Ada saat waktuku untuk mengucap jenuh saat mengharap kamu datang di waktu yang aku inginkan. Tapi nyatanya jenuh itu cuma sementara, aku kembali dengan rasa yang lebih banyak dari sebelumnya. Aku tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapi kehilangan, sehingga kehilangan yang saat ini aku temui sungguh-sungguh menyakitkan.

Sunday, February 15, 2015

[BOOK REVIEW] Harun dan Samudra Dongeng by Salman Rushdie



Judul: Harun dan Samudra Dongeng
Pengarang: Salman Rushdie
Penerjemah: Anton Kurnia dan Atta Verin
ISBN:  978-979-024-363-7
Penerbit: Serambi
Tahun Terbit: 2011
Tebal Buku: 224++ hlm.

Cinta Untuk Si Jantung Hati

Untuk Mama tercinta yang selalu ada buatku.

Ma, tulisan ini kubuat di hari kasih sayang. Hari kasih sayangku akan kulalui bersamamu, bukan dengan yang lain. Pertanda bahwa aku mencintaimu selalu hingga akhir hayatku. Aku mungkin jarang mengatakannya, tapi aku sungguh sangat mencintaimu, Ma.

Saturday, February 14, 2015

Sedikit Coretan

Untuk teman dan sahabat yang sedang belajar berdamai dengan masa lalu, @AdhityaKArdana.

Aloha! Hampir setahun tidak bertemu itu tidak masalah selama chatting terus jalan. Hahaha. Ya sudahlah, karena waktu libur kita tidak sama, jadilah kita hanya bisa bercengkrama melalui aplikasi chatting. So, apa kabar (hati lo)? Kena badai nggak di tanggal 11 kemarin? Hahaha.

Friday, February 13, 2015

Untukmu

Untukmu, yang tanpa sengaja menjadi penghuni di hati.

Aku sedang ingin bercerita. Bahwa menjadi egois dalam kehidupan ini terkadang perlu. Kalau bisa aku menuntut, aku mau. Menjadi yang diam-diam mencintaimu juga bukan keinginan. Inginku berteriak lantang, bicara seadanya tentang perasaan yang terlanjur mengembang. Namun, kadang itu jadi tak perlu ketika aku sudah dihadapkan padamu. Semuanya terasa cukup. Tak kurang apapun lagi.

Wednesday, February 11, 2015

Persimpangan

Untuk temanku yang sedang berada di persimpangan, antara berhenti atau melanjutkan, @eciiiiiw.

Halo, Ci. Apa kabar? Semoga selalu baik dan sejahtera. Sepeetinya rasa betah di kota rantauan sudah mulai melekat di hati, ya? Buktinya kamu masih setia di kota itu lebih lama, padahal yang lain sudah terbang kembali ke nyamannya rumah, termasuk aku. Semoga sih rasa cinta pada kota rantauan tidak bertahan hanya sekejap. Atau hanya menjadi pelipur karena ada tugas bertempur.

[BOOK REVIEW] Bunga-Bunga Kertas by Khusnul Khotimah



Judul: Bunga-Bunga Kertas
Pengarang: Khusnul Khotimah
ISBN: 978-602-7640-10-8
Penerbit: Safirah (Penerbit DIVA Press)
Tahun Terbit: 2012
Tebal Buku: 308 hlm.

Bergumul Dengan Rindu

Kepada siapapun yang sedang bergumul dengan rindu.

Menyimpan rindu layaknya mencoba terjaga di saat malam, padahal itu waktunya tidur. Padahal juga itu bukan waktunya menyusun balok-balok rindu yang semakin disusun, maka semakin tinggi, juga rentan ambruk jika kondisi pondasinya tidak kokoh. Menahan rindu layaknya ingin makan apapun yang ada, tetapi tiba-tiba teringat kalau kita sedang menjalani diet yang hampir sempurna. Rindu itu kadang seperti air; sejuk, menyejukkan. Tapi tidak semua air sifatnya menyejukkan. Air panas, air mendidih, kan tidak sejuk sama sekali. Mungkin rindu itu seperti embun pagi; sedikit, menyegarkan dan terlihat cocok di ujung dedaunan saat pagi hari.

Monday, February 9, 2015

Happy Birthday!

Teruntuk sahabatku yang sedang bertambah usia (sekaligus berkurang umurnya) juga sedang berjuang dalam jalan bernama "bisnis", Eka Nurwati.

Nampaknya pertanyaan "apa kabar?" masih perlu aku layangkan. Pasalnya sejak aku pulang ke rumah, aku belum sempat bertemu denganmu. Aku terlalu (sok) sibuk dengan urusanku di rumah. Juga mungkin karena kamu masih berkegiatan mengajar di sekolah juga dengan urusan bisnis yang sedang kaujalani. Tidak, aku tidak sama sekali mempermasalahkan itu. Aku bahkan bangga memiliki seorang teman, juga sahabat yang punya motivasi berjuang tinggi seperti dirimu. Ah, semoga kau selalu sukses dakam perjalanan manapun yang akan (atau sedang) kau jejaki.

[BOOK REVIEW] The Adventure of Pinocchio by Carlo Collodi



Judul: The Adventure of Pinocchio
Pengarang: Carlo Collodi
Penerjemah: Lulu Wijaya
ISBN: 978-602-03-0466-3
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 208 hlm.

Sunday, February 8, 2015

Pengejaran Mimpi

Teruntuk kakakku yang merangkap jadi juragan film dan masih berdiri di tempat yang sama, Kak @egiadyatama.

Halo, Kak! Apa kabar? Semoga selalu baik. Rasanya pertanyaan itu selalu jadi hal pertama yang aku tanyakan pada semua orang. Ah, biarlah. Aku selalu ingin tahu kabar orang-orang baik di sekitarku. So, sekarang Kakak masih stay di Purwokerto atau sudah kembali ke Garut? Semoga di mana pun Kakak berada selalu dalam lindungan-Nya ya.

Saturday, February 7, 2015

Perihal Kekasih Hati

Untuk Teteh yang mengaku mirip Emma Watson, Teteh @upiemeier.

Teteh apa kabar? Semoga selalu baik. Aku rindu, Teh. Ingin bertemu Teteh lagi. Tapi entah kapan ya? Hahaha. Sebelumnya aku ingin bercerita. Bertemu Teteh kemarin itu seperti ada yang beda. Aku serasa menemukan kakak yang begitu kenal langsung dekat. Pun ketika bertemu Kak Risti di Jogja kemarin. Padahal aku punya banyak kenalan kakak tingkat di kampus, tapi kok ya ketemu Teteh ini ada yang beda. Nggak tau karena faktor aku nggak punya kakak atau bagaimana. Hahaha. Jadi, please anggap aku adik! :D

Friday, February 6, 2015

No Good in Goodbye

Teruntuk Tuan yang sudah kembali ke istana.

Malam ini hujan. Sama seperti malam kemarin. Selalu. Tak terkecuali. Namun di malam ini juga aku merasa ada yang (lebih) hilang dibanding malam-malam sebelumnya. Aku selalu yakin kamu akan baik-baik saja dengan hidupmu. Juga dengan orang-orang baik yang mengelilingimu dengan kasih sayang. Tuan, aku ingin bercerita. Biarlah malam ini menjadi milikku (dan milikmu) untuk sekadar membagi kisahku di dalam derasnya hujan.

Buat Sarah

Untuk @sarhc, yang merajuk minta dibuatkan surat.

Hai, ini surat cinta buatmu. Surat yang kutulis dengan penuh cinta dan akan membahas cinta juga. Ya, meskipun tak banyak sih. Begini, aku mau berdiskusi soal... menebar keberanian dalam cinta. Nah loh, apa tuh ya? Ah, entahlah aku juga bingung. Jadi begini, aku ingin bertanya apakah kamu dalam menjalin sebuah hubungan selalu menyatakan sesuatu dengan jujur? Maksudku, yah, kamu sudah banyak pengalaman, kan? Ketika kamu dekat dengan seseorang, padahal kamu sudah punya kekasih, apa kamu bicara jujur pada mereka? Anggaplah kamu menghindari sikap PHP seperti orang kebanyakan bilang.

Thursday, February 5, 2015

[BOOK REVIEW] Bekisar Merah by Ahmad Tohari


Judul: Bekisar Merah
Pengarang: Ahmad Tohari
ISBN: 978-979-22-6632
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2013 (Cetakan kedua)
Jumlah halaman: 360 hlm.

Wednesday, February 4, 2015

Inisial R

Untukmu, seseorang yang segar dalam ingatan, meskipun tak kutemui lagi hingga hari ini, R.

"Hai, apa kabar?" Rasanya menjadi pertanyaan pembuka yang pas untuk surat ini. Kabarmu, meski aku tidak tahu, aku selalu berharap kamu ada di dalam lindungan-Nya. Bahwa kamu selalu ada pada jalan lurus yang menuntunmu menuju kesuksesan. Sudah 7 tahun berselang sejak perpisahan kelas 6 SD. Dan sejak saat itu pula aku tak mengetahui kabarmu sama sekali. Kau... Tidak mudah ditemukan seperti kebanyakan teman kita yang dengan gampangnya kutemukan akun media sosialnya. Sebenarnya kamu kemana?

Tuesday, February 3, 2015

Dunia Baru

Teruntuk kakakku yang sedang menjalani hidupnya di dunia yang baru, Kak @aguzattirmidzi.

Pertama yang harus kutanyakan padamu tentu perihal kabar. Apa kabar, Kak? Baik dan sejahtera, kan? Anggaplah itu sebuah basa-basi pada kalimat pembuka sebuah surat. Ya walaupun kita terkadang bercengkrama dalam barisan kata di media sosial, tak patut rasanya apabila belum menanyakan kabar. Hahaha. Sudah lama tidak berjumpa, ya? Semoga surat ini sedikitnya mewakili percakapan yang tertunda. Kenapa kukirim surat ini? Karena aku fansmu! Hahaha.

Bagaimana keadaan Jakarta? Pasti tetap macet, panas, gerah, dan... banjir (jika musim hujan). Betah tinggal di ibu kota, Kak? Atau hanya karena tuntutan pekerjaan? Ah, aku tahu semua itu memang butuh pengorbanan, termasuk meninggalkan kota seindah Purwokerto dan kota kelahiranmu kan, Kak? Hehehe.

Rindu = Candu

Teruntuk, temanku yang merindukan rindu (masa lalu), @thresna_s143.

Rindu. Perihal rindu juga takkan pernah habis kita bahas karena seringkali kita mengaitkannya pada cinta. Rindu yang hadir di antara kita adalah rindu yang terbungkam oleh jarak. Selepas masa SMA yang membuat pertemanan kita bagai sesuatu yang tak mudah dilupakan ataupun menjadi berlembar-lembar kisah tuk dikenang. Rindu memang seperti itu, hadir ketika sesuatu tak ada disamping kita.

Sunday, February 1, 2015

Are We A Silent Lovers?

Untukmu, temanku yang sedang menganalisis berbagai kemungkinan tentang cinta diam-diam, @kinantinuke.

Lagi-lagi tentang cinta. Kenapa ya, perihal cinta tak pernah habis untuk dibahas? Bosan? Ya, terkadang. Tapi tak ada yang lebih seru dibanding membahas yang satu ini, kan? Hai, Nan, aku di sini ingin membagi kisah. Mungkin kamu sudah tahu, tapi sebenarnya aku butuh ceritamu. Tentang seseorang yang katamu memberimu energi positif saat hadir, tapi tetap meninggalkan luka saat pergi. Seseorang itu apakah layak untuk kita tunggu? Ah, kadang kitapun tak berani untuk sedikit mengungkap kritik padanya.