Saturday, January 10, 2015

Hanya Dongeng

Kusebut ini dongeng. Sebuah cerita tentang kita yang bahagia hingga akhir hayat. Hingga tiada lagi yang perlu kita sebut kesedihan, apalagi air mata.

Kusebut ini dongeng. Yang isinya tentang perpisahan ribuan jarak, tapi tetap kembali pada satu titik yang kita sebut pertemuan. Yang mengobrak-abrik hati pembaca dengan haru dan tetes airmata bahagia.

Kusebut ini dongeng. Yang kukisahkan pada anak-anakku kelak tentang kita. Kebahagiaan di dalam rumah mungil dengan taman luas di halamannya. Kebahagiaan yang hidup di sela-sela kebisingan kita akan hening.

Terakhir, kusebut ini dongeng. Yang selalu aku ceritakan tanpa pernah ada buktinya. Kebohongan yang kukarang dalam sisi sepi yang mengurung hari-hariku tentang kamu. Cerita yang kutulis tanpa pernah ada wujudnya.

Kamar Kos, 9 Januari 2015. 22:49. 

2 comments: