A Week

Mingguku bersenyawa dengan hujan. Kemarin aku bersumpah untuk tidak lagi peduli pada apapun yang berhubungan denganmu. Hari ini bagianku, takdirku untuk bertemu lagi. Seperti menemukan kesejukan di antara mendung yang hampir menjatuhkan tetesan dari langit itu.

Seninku bergaung dalam luka. Sisi kelam yang tenggelam dalam pilu. Aku mencoba menggiring satu persatu hal tentang dunia khayalku ke jalan yang kusebut kenyataan. Tak ada yang bilang ini mudah. Tak pernah.

Selasaku berkoloni dengan episode-episode sendu dari nyanyian langit di sore hari. Setidaknya tidak ada gerimis yang membuat suasana semakin bergemuruh.

Rabuku bersinergi dengan jarak yang berlari. Semakin jauh hingga jemari tak sanggup lagi menggenggam momen yang begitu tak terhitung oleh langkah. Seringkali hitungan itu tak lagi bisa diucap; terlalu jauh.

Kamisku bergeming di antara sepi yang berisik. Sialnya, aku selalu terjebak dan tak mampu melepaskan diri.

Jumatku berisi kisah-kisah senja yang mengukir kerinduan untuk dirasakan. Sisanya, cuma kebisuan yang hadir di tengah-tengah rindu itu sendiri. Tak ada yang terjadi. Menguap begitu saja.

Sabtuku berpacu dengan waktu yang hampir habis. Hingga di detik terakhir aku melihatnya nanti, aku harus siap dengan segala hal yang entah bagaimana akhirnya.

Sekre Himakom, 11 Januari 2015. 16:49.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)