Sunday, December 7, 2014

How To Be Brave?

Pada setiap detik aku memikirkan sebuah perasaan, aku selalu ingin bertanya, "Tidakkah kamu bersedia untuk mencariku?"
Untuk waktu yang selama ini aku lalui dengan penuh suka cita sekaligus duka cita atas keperihan yang membawaku mengerti keadaan, aku sudah cukup mengerti tentang segala kesibukanmu.
Pada waktunya nanti kita akan benar-benar terpisah jarak. Kemudian tidak ada lagi tatap muka di antara kita.

Sungguh, kata-kata sapaanmu kemarin sore membuatku percaya bahwa aku berdiri di sisi yang benar.
Kadang perasaan ingin menyerah itu terpikirkan, tapi sebatas pikiran yang kemudian hilang ketika kulihat lagi wajahmu dalam pigura.
Hai, kamu. Apakah tidak ada waktu untuk kita bertemu lagi selain dari yang kemarin?
Aku selalu rindu, tapi aku terlalu malu untuk mengatakan rindu.

Semoga tidak ada yang salah dengan ini.
Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kamu.

How to be brave?
Aku hanya berani mendoakanmu dari jauh. Sesudahnya biar tangan Tuhan yang membuatmu datang tanpa paksaan, padaku.

Rumah, 6 Desember 2014. 10:29.

6 comments:

  1. Doa adalah caraku memelukmu dari jauh :)

    www.fikrimaulanaa.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali, Mas Fikri :)
      Terima kasih sudah mampir.

      Delete
  2. "Aku hanya berani mendoakanmi dari jauh. Sesudahnya biar tangan Tuhan yang membuatmu datang tanpa paksaan, padaku."

    akan lebih bijaksana jika berdoa secara bersama-sama dengan orang yang didoakan :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inginnya sih begitu, Mas. Cuma apa daya tangan tak sampai. Ehehe :")

      Delete
  3. Yes. Semoga bisa ketemu lagi dan happy ending ya. :)

    ReplyDelete