Giveaway Boekoe Factory Outlet - Sekadar Tulisan

Halo!
Ini kayaknya giveaway kesekian yang aku ikuti di blog. Entah aku tak pernah menghitung berapa banyak aku mengikuti giveaway semacam ini. Biasanya cuma iseng-iseng aja. Tapi siapa tahu aku beruntung, ya dicoba saja.

Aku mau cerita dulu deh. Boekoe Factory Outlet, namanya lucu. Sebelumnya aku enggak tahu dan enggak follow twitternya. Walaupun aku sudah sempat follow @klubbuku, tapi aku belum juga benriat follow @FOBoekoe. Alasannya simpel, aku enggak tahu itu akun apa. Hahaha. So, ketika aku melihat akun @klubbuku sering meretweet info dari @FOBoekoe, maka kucoba melihat ke "dalam"nya. Dan... taraaa! Kutemukan akun blogspot yang ternyata isinya buku dan murah! MURAH! Langsung saja kufollow tanpa syarat. Aku juga berpikir kenapa aku nggak belanja di @FOBoekoe dari dulu aja.

Aku sebenernya enggak terlalu tahu siapa sih pendiri Boekeo Factory Outlet ini. Aku cuma tahu mereka jual buku murah. Dulu ketika aku masuk grup whatsapp KBI (Klub Buku Indonesia) 2, aku juga enggak begitu tahu dan jarang aktif di grup. So, ketika grup KBI 2 dilebur dengan grup KBI 1, barulah aku tahu. Aku tahu Kak Nia Fajriyani selaku minsis di FOBoekoe juga baru beberapa bulan lalu. Kemudian aku memfollow seseorang yang kuketahui dari twitternya Kak Juliardi Ahmad, yang juga ternyata adalah kakaknya kakak tingkatku di kampus! Dunia sempit sekali, gaes. Maka, berkenalanlah aku dengan minsis Upi a.k.a Zulfy Septianadita.

Sejak tahu FOBoekoe aku baru berbelanja satu kali. Itupun spesial sekali karena bukunya langsung diantar oleh minsis Upi ke Purwokerto. Beberapa hari sebelumnya pun aku sempat menang #KuisWekEn dari Kak Nia dan @FOBoekoe. Nah, pas ketemu Teh Upi, barulah kutanya-tanya sejak kapan jadi mimin di FOBoekoe. Berkisahlah dirinya di tengah suasana yang hujan rintik-rintik itu. Sedikit banyak aku jadi tahu lah bagaimana FOBoekoe itu.

Mari kita beranjak menuliskan kisah selanjutnya...

1. Kesan dari FOBoekoe
Kesan? Kesanku adalah aku senang bisa menemukan toko buku online yang jual buku bagus tapi murah. Buku-bukunya juga variatif. Dari yang dulunya aku cuma suka novel romance menye-menye, sekarang jadi suka baca buku macem-macem. Dan, karena harga bukunya murah juga, aku jadi nggak takut buat belanja buku banyak.

2. Kritik untuk FOBoekoe
Kritiknya, masih kurang rajin upload di katalog.
Kurang ada keterangan stok buku.

3. Saran
Sarannya sih paling rajin-rajin upload buku-buku terbaru. Buat katalognya sih udah rapi, cuma lebih bagus lagi kalo diupload gambar bukunya juga. Kadang-kadang aku sering google sendiri setelah liat judulnya. Kalo ada gambarnya kan bisa langsung mikir mau beli atau enggak.
Update stok buku juga. Biar pembelinya enggak harus nanya masih ada atau enggak bukunya.

4. Ide khusus
Aku enggak punya ide khusus sih, cuma aku kepikiran kalo suatu saat nanti FOBoekoe bisa buka toko buku yang fisik, bukan lagi sekadar online. Apalagi lokasinya di Bandung. Bandung kan terkenal banyak Factory Outlet. Ya, daripada isinya baju-baju doang, siapa tahu FOBoekoe jadi makin terkenal kalo ada toko buku fisiknya. Semoga saja. Aamiin.

Sekian dari aku. Semoga bermanfaat untuk Boekoe Factory Outlet ke depannya.
***

Tulisan ini diikutsertakan dalam #GABoekoe oleh Boekoe Factory Outlet

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)