Wednesday, December 10, 2014

Daddy's Little Girl

Hello my good readers, sore ini aku ingin bercerita tentang seseorang.

Ada satu waktu dimana aku membutuhkan bahu untuk bersandar.
Ada satu waktu dimana aku membutuhkan tangan yang siap menggandengku kemanapun.
Ada satu waktu dimana aku membutuhkan seorang yang siap melindungiku, membiarkanku berjalan di depan, dan ia di belakang, menjaga.
Ada satu waktu dimana aku membutuhkan nasihat-nasihat baik untuk hidupku beserta kepahitan yang menjadi pelajaran bagiku.

Aku menemukannya. Sudah lama, sejak aku lahir ke dunia. Bapak.

Usiaku sudah belasan akhir, tapi malam itu aku merasa masih menjadi gadis kecilnya Bapak. Aku masih, tetap, dan selalu akan menjadi gadis kecilnya Bapak.
Sungguh aku merasa terharu ketika Bapak memberikan banyak nasihat untukku, yang bahkan tidak terpikirkan olehku. Malam itu, di ibu kota, Bapak dengan sigap menggandengku ketika menyebrang jalan. 
Malam itupun aku merasa ingin sekali bercerita, namun hanya kebisuan yang ada. 

Satu-satunya pikiran yang melintas di otakku ketika menuju stasiun bersama Bapak adalah aku tidak boleh mengecewakan orangtuaku.
Malam itu, dengan berat hati, aku kembali ke kota rantauan.
Doakan aku, Bapak. Aku yakin Bapak mendoakanku meskipun tanpa aku minta.

Aku tetap gadis kecilmu, Bapak.

Ruang 4, 9 Desember 2014. 16:17.
Suruh ngulang praktek retorika minggu depan. Hiks :"(

4 comments: