Guilty Feeling

Hello my dearest reader...
This morning I'm with my friends, Triana, Eci, Tri, and Lintang at Magister Administrasi Publik. Hari ini nggak ada dosen dan cuma satu mata kuliah, jadi setelah nggak ada dosen, aku gabut gini. Hahaha.

Well, sepagi ini yang masih dilandasi rasa ngantuk, laper, dan haus, aku mau bicara tentang perasaan bersalah yang selama ini menghantui diri aku. Kemarin-kemarin seringkali aku merasa bersalah ketika tidak melakukan sesuatu yang seharusnya. Penyebabnya ada pada diriku, aku terlalu pemikir dan mengandalkan mood untuk melakukan sesuatu. Ketika aku merasa tidak nyaman dengan sesuatu, maka aku akan sangat malas untuk melakukannya.

So, aku membandingkan perasaanku dengan orang lain. Sebenarnya ini asumsi dariku, tapi ya sudahlah ya. Ini blogku, jadi ini opiniku. Ketika aku tidak bisa melakukan suatu tanggung jawab karena moodku yang naik turun itu, aku merasa sangat bersalah karena aku merasa tidak berguna. Lain halnya dengan yang lain, mereka seperti santai saja ketika meninggalkan tanggung jawab itu. Aku jadi berpikir, apakah hanya aku yang selalu kepikiran dan merasa bersalah meksipun tanpa ada aksi apapun setelahnya?

Aku sadar perbuatan ini adalah sebuah kesalahan, seharusnya aku bisa lebih professional. Tapi kadang aku berpikir bahwa apalah arti sebuah pekerjaan bila tanpa menyenanginya? Bukankah malah hanya jadi beban?

Akhir-akhir ini aku juga merasa kebingungan, di satu sisi aku masih mau bertanggung jawab, tapi sisi lainku bilang kalau semua itu percuma karena pikiranmu nggak ada ada disana meskipun badanmu ada di sana. Jadi, aku bingung harus bagaimana selanjutnya.

MAP, 22 September 2014. 09:15.
Dilanda kebingungan akut

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)