Wednesday, July 23, 2014

Pertemuan: Asing

Hello, readers...
I want to share something. Agak nggak penting sih, tapi aku akan membuat ini berguna.

Baca judulnya di atas, kan? Ya, pertemuan: asing. Kenapa aku pakai judul itu? Selain melengkapi urutan abjad dari sebelumnya, aku juga punya cerita yang mau aku sampaikan sama kalian. Well, seperti aku bilang tadi, ini nggak terlalu penting, jadi nggak perlu dipikirin.

Begini, tanggal 20 Juli lalu, aku diundang untuk datang ke acara buka puasa bersama di rumah salah seorang temanku, Radit. Iya, kupikir akan ada banyak orang yang kukenal. Benar sih, kebanyakan yang datang aku kenal, meskipun hanya kenal nama dan wajah, selebihnya aku tidak tahu. Kubilang asing di sini karena aku hampir-hampir tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Bukan karena mereka menggunakan bahasa alien, lho, tapi lebih kepada topik pembicaraan yang berbeda. For your information, aku satu-satunya orang yang berbeda kelas dengan mereka saat di SMA, mungkin ini faktor utama pembedanya.

Aku bicara seadanya. Ada ketakutan yang menyelimuti, perasaan yang tak kunjung selesai hingga topik pembicaraan berubah pada hal yang lebih umum yang aku ketahui. Pasalnya, ketika mereka membicarakan segala hal tentang kelas mereka, aku berubah jadi pendengar yang hanya bisa mendengar, tanpa komentar apapun. Iya sih, salahku juga tidak mencoba membaur. Salahku juga tidak mencoba 'nimbrung', tetapi jika aku 'nimbrung', aku tahu apa tentang mereka? Kenal dekat pun tidak. Cuma dengan Radit dan Fajar yang setidaknya aku mengenal mereka berdua dengan baik.

Well, buat pengalaman dan pembelajaran aja sih buat aku dan buat kita semua. Mungkin perlu belajar lagi gimana caranya berkomunikasi yang baik dengan orang yang belum kita kenal secara emosional. Itu aja, sih.

Cileungsi, 23 Juli 2014. 04:00.

No comments:

Post a Comment