Mungkin Dulu Aku... #1

Mungkin Dulu Aku...

Mungkin dulu aku LABIL.
Untuk yang satu ini aku merasa bahwa sifat itu masih ada sampai sekarang. Aku sendiri tidak yakin apakah sifat ini bisa hilang atau tidak melihat aku yang masih begini-begini saja. Ini pun sangat berpengaruh untuk hidupku ke depan dimana aku harus membuat keputusan secara cepat dan tepat. Sekarang, aku masih sulit menempatkan sesuatu yang seharusnya jadi prioritas. Aku terlalu ingin terjun dan mencoba banyak hal, tapi ternyata aku tidak punya wadah yang cukup untuk menampung itu semua.

Aku masih ingat peristiwa 4 tahun lalu. Saat itu aku masih menjadi siswa baru di sebuah SMA. Semua jenis ekstrakulirer-nya sangat menggoda untuk diikuti. Aku bingung memilih salah satu, bahkan saat mengisi angket aku memilih 3 opsi: Japanese Club, English Club, dan Karya Ilmiah Remaja. Dari ketiganya yang aku masuki hanya J-Club (walaupun hanya satu kali pertemuan), sisanya bisa dilihat sendiri, aku tidak mengikutinya sama sekali. Dari sini sudah bisa dilihat, aku cuma pemilih, tapi tidak benar-benar memilih.

Sumber google.com

Kelabilanku yang lain masih ada saat di SMA. Aku terkena semacam sugesti atau doktrin lebih tepatnya dari ketua osis sekolahku yang juga anggota paskibra. Well, aku mau coba ini karena aku merasa tertantang. Bagaimanapun ini hal baru. Ekspektasiku berlebihan mungkin. Baru 2 minggu, kami sudah harus berlatih untuk lomba tingkat daerah. Bisa ditebak, setelah kurang lebih satu bulan, aku resmi keluar dengan alasan tidak penting: lelah. Fisikku memang tidak bisa diandalkan.

Mungkin dulu aku EMOSIAN dan SOK JAGOAN.
Ini yang kacau menurutku. Aku masih ingat saat aku masih duduk di sekolah dasar, kebanyakan temanku adalah laki-laki. Otomatis sifat keras mereka pun ada padaku. Mungkin tidak sampai berantem macem pukul-pukulan, hanya saja entah keberanian darimana aku selalu berani menantang mereka (anak laki-laki) yang notabene lebih kuat fisik dibanding aku.

Aku juga masih ingat, pernah suatu ketika aku berantem dengan seorang anak laki-laki, and you shouldn't seen that! Aku bergaya seperti Sherina di film Petualang Sherina! Oh, what I've done? Itu benar-benar menggelikan ketika diingat sekarang. Sekonyol itukah aku? Juga ada lagi, ketika di tempat pengajian pun aku pernah bersitegang dengan salah satu temanku, laki-laki. Itu kejadian SMP. Kadar emosional-ku sudah menurun, hanya tinggal tatapan tajam aja. Not a fight like an usually. Aku berpikir tidak bisakah sedikit lebih lembut sebagai perempuan?

Sumber google.com

Dulu aku begitu, sekarang aku bagaimana? Bisakah kalian melihat perubahan pada diriku? Silakan komentar, kritik, saran, atau apapun yang kalian mau. Dan terima kasih.

Catatan ini akan berlanjut di tulisan selanjutnya. Biar nggak capek bacanya. Hehehe.

Kamar Kos, 5 Juli 2014. 05:05.
Hape lagi error.

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)