Alasan

Apa sih alasan kamu hidup?
Apa sih alasan kamu menyukai suatu hal, benda, sesuatu?
Apa sih alasan kamu saat memilih jurusan?
Apa sih alasan kamu saat mengambil sebuah keputusan?
Apa sih alasan kamu untuk bermimpi?
Dan... Apa sih alasan kamu untuk memberikan alasan?
Apa sih alasan itu?

Menurut KBBI, alasan /alas•an/ n 1 dasar; asas; hakikat: rasa kebangsaan adalah ~ yg kuat untuk menegakkan negara; 2 dasar bukti (keterangan) yg dipakai untuk menguatkan pendapat (sangkalan, perkiraan, dsb): tidak ada ~ yg kuat untuk menolak usul itu; 3 yg menjadi pendorong (untuk berbuat): apa ~ nya sehingga dia berbuat demikian; 4 yg membenarkan perlakuan tindak pidana dan menghilangkan kesalahan terdakwa;

Alasan adalah sebuah jawaban disertai penjelasan secara detail atas sebuah pertanyaan. Tergantung konteksnya, sih. Ketika bentuk pertanyaannya menggunakan kata tanya "mengapa", maka jawabannya biasanya harus dilengkapi dengan alasan. Tidak hanya itu, alasan juga bisa digunakan saat menggunakan kata tanya yang lain, tapi biasanya untuk menanyakan sebuah alasan dari jawaban adalah menggunakan "apa".

Mungkin ini terlihat sederhana. Aku berpikir, banyak orang yang sulit memberikan alasan ketika pilihan yang diambilnya itu secara asal. Atau malah banyak juga orang yang terlalu sering menggunakan alasan untuk menghindari sesuatu, berkelit, berkilah, dan melarikan diri dari kenyataan. Pada dasarnya aku sendiri belum mengerti secara ilmu mengapa sebuah alasan bisa menjadi "malaikat" ataupun "bumerang" pada seseorang. (Nanti aku cari tahu tentang ini. Sekarang opini saja tanpa membaca literatur terlebih dahulu).

source by google.com

Aku melihat ini dari sisi sekitarku. Aku mengambil yang mudah karena sekarang tes masuk PTN sedang berlangsung, maka banyak orang yang memberikan alasan-alasannya ketika ditanya perihal pilihan jurusan maupun universitas. Banyak dari mereka bilang, "aku pilih jurusan ini karena prospeknya bagus", "aku pilih universitas ini karena temenku juga masuk di sana", "aku mau jurusan ini karena aku suka", "tidak tahu, yang penting bisa kuliah".

Kadang memberi alasan itu mudah. Aku tidak akan menghubungkan ini dengan hal semacam cinta karena tidak akan ada habisnya. Kalau aku pikir, alasan yang dikeluarkan seseorang itu termasuk keputusan yang didasari oleh pemikiran. Jika seseorang berhasil memberikan alasan yang rasional dan logis terhadap sebuah pilihan, maka seseorang itu bisa jadi memiliki tingkat ketelitian yang kompleks dalam kehidupannya.

Selain itu, ada juga orang yang sengaja memakai alasan untuk menutupi sebuah kesalahan yang dilakukannya. Aku pikir ini bukan hal yang baik, tapi cukup manjur untuk menghindari tekanan dari luar diri kita.

Terakhir, pada dasarnya alasan bisa bermakna positif apabila apa yang kita lakukan positif juga, tapi bisa bermakna positif pula meskipun apa yang kita lakukan adalah sebuah hal negatif dengan dalih untuk membentengi diri kita dari ancaman.

Source by google.com

Sebenarnya aku masih ingin membahas banyak hal yang berkaitan dengan "alasan", tapi aku tidak tahu harus menulis apa lagi. Mungkin aku akan coba browsing dan membaca literatur dulu supaya bisa dihubungkan dengan ranah komunikasi yang sedang aku jalani sekarang. Mungkin cukup saja. Sekian. Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan dan tidak benar dalam blog ini. Maklum masih belajar. :D

Purwokerto, 6 Juni 2014. 22:02.
Ngantuk! Galau juga gara-gara gak bisa nonton Bondan Prakoso di tv, gak ada channelnya men! -_-

Comments

  1. Katanya ada satu yang gak perlu alasan, yaitu mencintai. menurut kamu? hehehe

    Jalan-jalan ke blogku juga doong, mohon komennya dong ^^ http://diirumahkata.blogspot.com/2014/08/boleh-lahir-dari-telur-yang-sama-tapi.html

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)