Saturday, June 28, 2014

Jika

Jikalau yang mendekat adalah untuk bahagia, maka aku tidak akan berlari

Jikalau yang disana bukan hak untuk dimiliki, maka aku tidak akan menunggu lagi

Jikalau kita hanya akan berdiri bersisian sebagai teman, maka aku akan tetap di sana

Jikalau kita hanya bergandengan untuk saling menjaga sebagai adik-kakak, maka aku akan tetap bersama

Jikalau yang meringkuk di balik pintu adalah rindu, maka akan ada waktu untuk merengkuhnya

Friday, June 27, 2014

I AM!

Hello readers...
Coba tebak kenapa jam segini aku belum tidur? Iya, apalagi kalo bukan deadline lagi, deadline lagi. Kalo kemaren sih tidur cepet, abis nangis gara-gara nonton film Miracle In Cell No. 7. Asli itu film sedih banget.

Saturday, June 21, 2014

Hello, Deadline!

Hello readers... Still awake?
I do, of course.

Jadi malem ini sepulang pleno Himakom, aku masih harus ngerjain deadline lainnya. Well, rasanya yang namanya jam tidur itu udah kebalik. Malem buat nugas, pagi baru tidur. Bersyukurlah karena besok libur. Ceritanya aku lagi sok sibuk mengejar deadline, padahal nggak sibuk-sibuk amat. Cuma ya deadline emang beneran buat besok, tapi tiba-tiba bingung mau nulis apa buat straight news. Sejujurnya ini masih ngawang, nggak tau harus nulis apa meskipun data udah di laptop. Tetep aja mandangin layar putih yang kosong dan hampa di Ms. Word.

Thursday, June 19, 2014

Gomenasai.

Hello readers... Still awake?

Jadi pukul dua dini hari yang membuatku masih terjaga adalah tentang deadline. Iya, deadline menulis. Cuma bukan itu lagi yang aku permasalahkan, aku hanya sedang ingat seseorang. Dan kenapa judulnya "Gomenasai"? Dalam bahasa Jepang, itu artinya "Maaf".

Friendly Friends

Hello readers...
Kali ini aku mau cerita tentang teman. Iya, teman. Aku yakin kalian semua pasti punya teman, kan? Ya kalaupun engga, pasti ada orang yang udah dianggap kayak teman sendiri. Teman itu sebenernya ada dimana-mana, misalnya di sekolah, di kampus, di jalan, di pasar, di mall, di toko buku, di stasiun, di angkot, di  kereta, dan semua tempat dimana kamu hidup. Hakikatnya sih manusia itu nggak bisa hidup sendiri, secara kita itu makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Jadi, dimanapun kita berada pasti kita bisa nemuin manusia lain yang berpotensi buat jadi teman, meskipun cuma sekadar teman ngobrol.

Sunday, June 15, 2014

Emosi

Selamat malam, readers...
Still wake up? I do.

Aku boleh bercerita? Sebenarnya ini tentang emosi dalam arti luas. Sejauh ini dari yang aku tahu, emosi itu adalah perasaan marah. Aku menyebut begini karena banyak orang yang punya sensitivitas tinggi dan temperamen sering dibilang emosian. Sehingga kesannya emosi itu ya perasaan marah dan meledak-ledak, padahal nggak begitu kok.

Dress

Good evening, readers...
What are you doing now? Udah solat maghrib dong? Ayo kalo belum pada solat dulu aja.

Well, aku cuma mau cerita tentang sesuatu yang agak enggak penting sih, tapi ya aku cuma mau cerita aja. Jadi, mulai entah kapan aku lagi mau belajar pake rok, terus aku jadi sering beli rok gitu deh. Awalnya aku seneng aja ngeliat perempuan-perempuan muslimah yang kemana-mana pergi pake rok, rasanya adem banget. Makanya itu aku tertarik buat nyoba pake rok. Tapi ini bukan ajang coba-coba, melainkan ajang buat perbaikan diri untuk ke arah yang lebih baik.

Wednesday, June 11, 2014

Cerita Aja!

Selamat malam, readers...
Still wake up? I do.
Cuma mau cerita, tadi aku baru aja dari acara diskusi blog pasca event #30harimenulis. Acaranya seru. Jadi nambah pengetahuan aja sih gimana cara ngeblog yang baik dan benar. Dan aku baru tahu dan baru sadar tepatnya bahwa aku selama ini tuh kurang interaksi. Maklum, kepincut sama banyak diksi yang dramatis macem puisi gitu. Emang sih, selama ini aku lagi asyik banget mendalami ilmu-ilmu berpuisi, meskipun jadinya ya gak sebagus yang aku kira. Yah, namanya juga belajar.

Monday, June 9, 2014

Bangun Subuh

"Assholatu khoirum minannaum..."
"Lebih baik sholat daripada tidur"

Bangun subuh adalah hal wajib bagi muslim. Ya, karena ada ibadah yang wajib dilaksanakan. Shalat dua rakaat saat matahari belum terbit. Subuh ini aku berniat bangun, melaksanakan ibadah wajib yang seminggu kemarin tidak kulaksanakan.

Saturday, June 7, 2014

Alasan

Apa sih alasan kamu hidup?
Apa sih alasan kamu menyukai suatu hal, benda, sesuatu?
Apa sih alasan kamu saat memilih jurusan?
Apa sih alasan kamu saat mengambil sebuah keputusan?
Apa sih alasan kamu untuk bermimpi?
Dan... Apa sih alasan kamu untuk memberikan alasan?
Apa sih alasan itu?

Friday, June 6, 2014

Cerbung - Abang (5) END

Tanah merah di makam ibu masih basah, juga oleh tangisanku yang semakin lama semakin hilang bak ditelan mendung. Kesedihan menyelimuti hatiku dan Abang. Kulihat, Abang hanya sekali menangis. Sisanya ia berusaha membuatku berhenti menangis.

"Tidak ada yang abadi di dunia ini. Juga manusia. Umur seseorang hanya Allah yang tahu," ujarnya. Aku tidak tahu bagaimana Abang bisa sebijak itu. Entah kata-kata kutipan dari buku mana yang diambilnya, aku tidak memikirkannya.

Thursday, June 5, 2014

Cerbung - Abang (4)

Cerita sebelumnya Part 1Part 2Part 3

Sepanjang perjalanan aku hanya diam, tidak banyak bicara seperti saat berangkat tadi. Aku hampir saja hilang di tengah kerumunan orang di pasar. Bayangkan, bagaimana jika aku benar-benar hilang. Tidak bisa pulang ke rumah, kemudian diculik dan dijual ke luar negeri. Aku bergidik ngeri.

Angkutan kota yang kami tumpangi masih menunggu penumpang. Abang turun sejenak, membelikan aku minum. Aku sangat haus. Menangis membuatku dehidrasi. Rasa-rasanya siang yang terik ini makin membuatku ingin minum air yang banyak.

Wednesday, June 4, 2014

Cerbung - Abang (3)

Cerita sebelumnya Part 1 Part 2

Tidak lebih dari sepuluh menit, kami sudah berada di dalam angkutan kota menuju pasar. Rasanya mengesankan. Ini bagian terbaik bagiku karena ini pengalaman pertamaku pergi ke pasar. Abang duduk di sebelahku, menatap jalanan dengan takjub sekaligus khawatir. Ini pertama kali juga untuk Abang pergi ke pasar sendiri dan kali ini ia harus menjagaku.

“Bang, di pasar pasti ramai, ya?” tanyaku antusias.

Monday, June 2, 2014

Cerbung - Abang (2)

Cerita sebelumnya Cerbung - Abang (1)

Wajah ibu demikian pucatnya. Kantung di matanya makin terlihat. Usia ibu baru kepala empat, tapi fisiknya lebih mirip orang yang berusia kepala enam. Itu karena ibu selalu bekerja keras setiap hari untuk menghidupi kami bertiga. Aku yang tengah berdiri di depan pintu segera menyingkir, memberi jalan untuk Pak RT dan Abang yang sedang membawa ibu masuk. Aku mengikuti mereka dari belakang.

“Abang, Ibu kenapa, Bang?” ujarku lirih. Air mataku sudah mengalir sejak tadi. Tidak kuasa melihat kondisi ibu yang demikian.

Perjalanan Mencari Ketenangan


Sunset yang kelewat di Waduk Sempor

Bee, ini yang kesekian aku mengunjungi tempat ini. Sesore ini aku mencari ketenangan akan hatiku. Di sana, aku merasa banyak tugas yang menantiku, tapi aku butuh ketenangan. Mungkin iya aku lari, tapi hatiku lebih butuh kedamaian dari sekadar berdiam di kamar. Aku butuh refreshing. Dan di sinilah aku sekarang. Benar memang, aku lari dari semua tugas-tugas dan kewajibanku, tapi apa artinya aku di sana ketika pikiranku kosong?

Cerbung - Abang (1)



Matahari menembus celah kamarku, pertanda subuh sudah lewat. Jelas aku terlambat bangun untuk shalat subuh. Aku mengerjapkan mataku, silau oleh sinar mentari itu. Aku beranjak dari tempat tidur, kemudian menuju ruang tengah. Lengang. Tidak ada suara sedikitpun. Aku menengok ke kamar Ibu, kosong. Pun dengan kamar Abang. Ibu mungkin pergi ke pasar dan belum pulang, tapi kemana Abang? Apakah Abang ikut ke pasar? Tidak mungkin, Abang tidak pernah suka bila disuruh Ibu ke pasar.

Sunday, June 1, 2014

Edisi Spesial - LPM Solidaritas



Musang 2014
Mungkin ini serupa angin yang berhembus dalam keraguan. Bukankah yang ragu-ragu itu tidak baik? Tetapi ada dorongan yang lebih kuat dari semua keragu-raguan itu. Ini perihal minat dan konsistensi. Aku berminat, tapi entah untuk konsisten, aku belum tahu. Ada yang bilang bahwa minat saja tidak cukup membuat kita bertahan dalam suatu situasi. Tetapi konsistensi juga tidak akan berjalan sempurna jika tidak ada minat dalam diri kita.