Thursday, May 15, 2014

Rain(zu)

Tik.

Tik.

Tik.

Detik-detik yang terhempas oleh jarum jam bertanya, “Berapa lama lagi kau tahan untuk memandangi fotonya?”. Aku bergeming, takjub. Sudah hampir dua tahun berlalu sejak kejadian konyol yang pernah kulakukan. Hari itu tidak hujan, tapi mendung bergelayut di sisi timur langit.
I leave my window open
Cause I’m too tired not to call your name
Just now I’m right here hoping
But you’ll come in with the rain

Ingat lagu itu? Mungkin tidak, atau mungkin iya. Itu backsound terbaik ketika hujan menyambangi kota. Saat sudut-sudut kelas terselimuti oleh dingin. Baiklah, bukan saatnya kembali ke masa lalu meski aku masih mengingatnya dengan jelas.

Sekarang aku lebih siap menghadapinya. Walaupun hujan sudah jadi sahabat karib yang menawan. Buatku, kamu tetap Pangeran Hujan yang aku kenal. Meski aku tak mampu lagi menyebutmu dengan sebutan itu.

Purwokerto, 14 Mei 2014. 18:21.
Detik-detik mau ke sekre Himakom, rapat litbang!

No comments:

Post a Comment