Wednesday, May 14, 2014

Hai, Kak! (Kucari Kau Dalam Gelap)

Selamat malam. Selamat bertemu dengan bintang-bintang. Ah, rasanya malam kemaren menjadi sempurna. Saat desir angin menjelajah kebekuan hati, ada yang selalu jadi sinar paling hangat di pekatnya malam. Silakan berkaca, mungkin aku sedang membicarakanmu.


Suara-suara bergema dalam gelap. Di antara sekat-sekat, berdiri rindu yang menguar. Percaya atau tidak, aku tidak akan bicara. Biar saja itu jadi rahasia meski tidak terungkap dengan jelas. Malam itu, sisa-sia pilu yang mengambang di permukaan hatiku telah jauh pergi. Kamu; alasanku mengusir sendu yang bergelayut manis dalam sangkar pada hari itu.

Halo, manusia paling lucu yang kukagumi. Ada debar baru yang hadir di sisi langkah kakiku malam itu. Kita bersisian, sadarkah kau akan hal itu? Tidak mengapa jika kau tidak sadar, mungkin hanya aku yang terlalu antusias. Namun, gema dalam sisi-sisi ruangan membuyarkan lamunanku. Pertama: kucari kau di dalam gelap, tapi tak kunjung kutemukan. Kedua: kucari lagi kau dalam gelap, siapa tahu mataku mampu menangkap sosokmu. Tidak kutemukan. Di luar, aku hanya mampu melihatmu berbicara dengan temanmu karena aku tak benar-benar mencarimu untuk bicara.

Ah, kenapa perasaan semacam ini jadi begitu sulit?

Cileungsi, 13 Mei 2014. 21:52.

No comments:

Post a Comment