Monday, May 12, 2014

Dreams #5: Sebuah Kamera

Ketika gambar bisa menjadi sebuah cerita. Photo story. Aku ingin menempel berbagai jenis foto di atas sebuah kertas. Atau mungkin fotoku dan fotomu yang bersisian dengan setelan kebaya merah mudaku dan setelan jas hitam milikmu. Iya, foto itu punya banyak makna. Itu yang pertama bahkan yang (bisa jadi) terakhir karena momen itu takkan terulang lagi, kecuali ada suatu acara yang mengharuskan kita memakai pakaian semacam itu lagi.

Sebuah kamera. Ini mimpi paling sederhana yang sulit. Meski kelihatannya mudah mendapatkannya, tapi sulit ketika recehan dan lembaran abu-abu di dalam kaleng tak kunjung mencukupi. Benda ini mewah, bagiku. Meski lagi-lagi ini terlalu sederhana ketika kujadikan sebuah mimpi dalam daftar mimpiku. Dan ketika aku mendapatkannya, bahagia menyembur dari lubuk hati terdalam. Memang bukan dari hasil recehan yang kumasukkan dalam kaleng, tapi seseorang selalu berbaik hati memenuhi kebutuhanku sejak lahirlah yang membelikanku benda ini.

Ah, rasanya tidak akan sebahagia jika aku membelinya sendiri, tapi rasa terima kasihku pada seseorang itu pun tak akan pernah cukup. Maka, akan kuabadikan setiap momen dalam hidupku. Semoga akan ada photo story tentang keluarga.

Cileungsi, 7 Mei 2014. 22:49.

No comments:

Post a Comment