Saturday, May 10, 2014

Dreams #3: Japan with You

Aku pernah bermimpi, berjalan dalam guguran bunga sakura, bersamamu. Aku pernah bermimpi, menjejak langkah di Negeri Matahari, bersamamu. Aku pernah bermimpi, menabur rindu-rindu di kota yang paling kita inginkan, bersamamu; TOKYO. Aku pernah bermimpi, melihat pendar-pendar lampu dari ketinggian Tokyo Tower, bersamamu. Dan aku pernah bermimpi, merajut kisah indah di Negeri 1000 anime itu... Hanya bersamamu.

source by google.com


Jepang. Negara kecil di Asia Timur yang membuatku sangat-sangat ingin mengunjunginya bahkan menetap di sana. Mimpi ini dimulai ketika aku mengenal mata pelajaran Bahasa Jepang di SMA. Aku jatuh cinta! Tepat ketika aku menyadari bahwa ada keunikan dari negara yang bahasanya sedang aku pelajari saat itu. Budayanya, orang-orangnya, etos kerjanya, kotanya, pemandangannya, semua aku suka!


source by google.com

Kurun tiga tahun membuatku makin cinta dengan Negeri Sakura itu. Hingga beberapa minggu sebelum aku melaksanakan Ujian Nasional, aku menemukan satu anime yang membuatku makin berminat ke Jepang, setelah sebelumnya aku menonton anime Sword Art Online; Clannad. Demi apapun, berawal dari sana, aku makin ingin ke Jepang. Bahkan pikiranku mengawang pada beasiswa untuk melanjutkan studi ke Jepang. Sesudahnya aku dengan giat mempelajari semuanya: hiragana, katakana, pola kalimat, dan semuanya. Hal mengejutkan datang tepat ketika pengumuman ujian nasional. Aku... Gagal, atau lebih tepatnya impianku ditunda.

Serupa lirik yang hilang, suatu saat aku kutemukan yang lainnya. Ibarat mimpi yang ditunda, maka aku akan bisa menemukan mimpi yang lainnya. Kusapa mimpi lain di kotak berbunga milikmu dan aku menemukannya. Suatu saat nanti, ketika aku tak bisa berjalan sendiri ke Negeri itu, maka denganmu, aku bisa. Denganmu, semua terlihat mudah. Semoga Allah membukakan jalanku dan jalanmu untuk bersama mengarungi langkah di Negeri Matahari itu. Aamiin.


source by google.com

Japan, we love you!
Kisah kasih di Negeri Sakura, bersamamu.

Cileungsi, 2 Mei 2014. 19:52.

No comments:

Post a Comment