Friday, May 30, 2014

Edisi Spesial - Bhinneka Ceria


Ini dunia baru. Tentang sebuah ruang yang membuatku merasa berharga. Baiklah, ini perihal hobi, perihal minat dan kesukaan. Menulis. Iya, aku masuk di dalam ruang yang membuat aku berguna. Mungkin tidak banyak kontribusiku, tapi aku akan sebisa mungkin membuatnya lebih baik.

Edisi Spesial - HIMAKOM FISIP Unsoed



Selamat datang di dunia yang sama...
Sejak hari itu aku berdiri di sini bersama kalian. Di sebuah ruang yang membuatku merasa bahwa aku ada. Tidak banyak yang aku tahu, tapi aku mulai mengenal. Ketika awal menjemput, aku ragu. Berselisih paham dengan batinku sendiri. Pertanyaan retoris yang membuatku semakin ingin mundur sebenarnya. Iya, ibarat gagal sebelum berperang. Kupikir lagi dalam beberapa detik, aku maju. Bukan berkhianat, tapi meneruskan perjuangan.

Wednesday, May 28, 2014

Edisi Spesial - KMPA FISIP Unsoed


Selamat datang di dunia penuh kesejukan...
Aku yang datang menghampiri ke sini. Ke sebuah ruang yang menerimaku dengan ramah. Ke sebuah suasana yang memberiku rasa nyaman dalam sekejap ketika aku memulainya. Ini berbeda, mungkin ini yang disebut "keluarga" meski dalam arti lain. Dan mungkin ini yang disebut "rumah kedua". Aku hidup di antara mereka, hidup di antara alam yang senantiasa mengelilingi. Di bawah lereng gunung Slamet yang tingginya mampu dicapai dengan kaki, aku tentram.

Edisi Spesial - Ilmu Komunikasi 2013

Selamat datang di dunia yang baru...
Ini mimpi kita bersama. Mimpi yang berjalan seiring langkah yang kita tapaki. Belum genap 2 semester kita ada di dunia yang sama. Menjamah dunia baru yang sebelumnya tak pernah kita rasakan. Di sini, entah dari belahan kota mana kita berasal, kita sama. Belajar dalam satu bahasa yang sama, belajar dalam suasana yang sama, juga belajar memahami apa artinya pertemanan dan solidaritas.

Monday, May 26, 2014

Edisi Spesial - VESCIFO

Bergegaslah, kawan...
Sambut masa depan
Kita berpegang tangan dan saling berpelukan
Berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
Kenanglah sahabat,
Kita untuk selamanya...
(Kita Selamanya - BondanF2B)

Foto Kelas XII IPA 4

Sunday, May 25, 2014

Saturday, May 24, 2014

Edisi Spesial - The Mighty Nine Three

Perpisahan kelas IX

Selalu ada kenangan yang memaksa masuk ketika memandang deretan foto di dalam folder. Wajah-wajah lugu yang demikian polosnya menjadi nilai tersendiri untuk bagian yang terkenang. Selamat datang dalam dunia yang sesungguhnya. Kemarin, saat masa putih-biru yang menyenangkan bergabung dalam ketakutan akan ujian nasional, kita tetap berjuang bersama. Mengukir satu demi satu momen yang mungkin tidak akan pernah kita lupakan.

Friday, May 23, 2014

Edisi Spesial: Karib

Tak mudah untuk kita hadapi perbedaan yang berarti
Tak mudah untuk kita lewati rintangan silih berganti
(Arti Sahabat - Nidji)

Bee, di dunia ini tidak pernah ada yang sempurna. Termasuk pertemanan, kan? Tapi mereka-mereka ini yang mampu membuatku hampir sempurna. Membuat mengerti bahwasannya kesalahan tidak untuk ditutupi, kebahagiaan bukan untuk disimpan sendiri, kesedihan pun demikian. Mereka membuatku mengerti bahwa jarak ribuan kilometer yang terbentang tidak memutuskan tali apapun yang ada di antara kita. Waktu kita mungkin tidak pernah sama, atau kita datang ketika kita saling butuh, kemudian tenggelam lagi dalam rutinitas setelahnya.

Thursday, May 22, 2014

No (It's) Problem

Aku tahu ini kesalahanku telah bersedia "ditarik" oleh butir-butir rasa yang seharusnya tak pernah ada. Aku bingung. Amat bingung ketika lingkaran-lingkaran sepi itu mulai melilitku di keramaian. Padahal, bisa jadi ini hanya pikiranku yang terlanjur jatuh di telagamu.

Hai, Tuan. Apakah aku harus mengucap ini padamu? Tapi apa artinya itu ketika aku berhasil mengucap, sedangkan respon yang kuinginkan tak kunjung aku dapat? Lebih baik aku diam, kan? Lalu, perihal perkataanmu di hari itu membuatku mengerti, aku memang harus bungkam dengan semuanya.


source by google.com

Edisi Spesial: My Beloved Family

Lebaran 2012

I grew up in a pretty house and I had space to run and I have...
The best day with you.
(The Best Day - Taylor Swift)

Selalu ada yang rindu ketika jarak membentang di antara kita. Papa, Mama, Azizah, Suci, kalian orang-orang terhebat yang pernah aku miliki. Bahkan diantara sunyi yang bergeming di malam-malam tertentu, aku merindukan kalian. Rindu suasana hangat di dalamnya. Bukan sebuah alasan, tapi aku memang membutuhkan kalian.

Wednesday, May 21, 2014

Rasa Biru

Biru tersebar dalam kesenduan bait
Mencabik rasa-rasa yang bertahan
Mengoyak hati yang kesepian
Memburu rindu yang berlari dalam gelap

Sebab, Aku Berkaca Pada Matamu

Sebab, aku berkaca pada matamu
Menyisir satu-satunya rasa
Menjawab beribu-ribu tanya
Yang mengaduh pada semesta

Sebab, aku berkaca pada matamu
Perihal gundah yang mencapai titik jenuh
Baris-baris pilu yang membiru di bibir pantai
Juga seikat kesedihan yang terdengar parau

Sebab, aku berkaca pada matamu
Yang menyembunyikan semburat senja
Yang bersisian dengan kabar duka
Dan berpelukan dengan dinginnya air hujan

Sebab, aku berkaca pada matamu
Merajut detik-detik kesenangan
Membalut situasi dalam tawa
Menutup pintu-pintu keraguan

Sebab, aku berkaca pada matamu
Yang mengisi lembar harian dalam kotak impian
Yang menjawab ragu dengan pernyataan
Dan perihal rindu yang memiliki tempat berlabuh

Purwokerto, 20 Mei 2014. 18:08.
Bangun tidur, laperrr!

Tuesday, May 20, 2014

Aku (Dipaksa) Menyerah



Kuhitung waktu yang telah kulewati. Hari-hari yang kuhabiskan dengan deretan kata. Bulan-bulan yang terapung di atas danau kesepian. Tahun yang mengisi kehampaan di ujung sesal. Meski aku tidak pernah benar-benar menghitungnya, aku tahu. Butir-butir hujan yang membentur tanah selalu punya aroma tersendiri. Lembut, seperti kata-katamu yang bergerilya saat malam menjelang.

Halo, Tuan pemilik senyum pagi. Aku bersumpah, ini akan jadi kenangan paling menyenangkan sekaligus memilukan yang aku punya. Entah rantai mana yang mengikatku untuk terus bertahan, walau bukan di sisimu. Aku tahu, selalu ada hikmah di balik semua keraguan yang merengkuh lekat-lekat. Aku tahu, selalu ada kebahagiaan yang hidup berdampingan dengan kesedihan. Mereka satu paket.

Di Mana Kesempatan Itu?

Malam itu, ada rindu yang mengetuk jendela
Rasa getir yang menjebak pilu,
Berubah jadi makhluk tukang berontak
Sisa-sisa sendu mengoyak kesepian

Monday, May 19, 2014

Sebuah Senyum

Ada yang hilang bersama riuhan angin
Ada yang terbang seiring debur ombak
Sekotak bosan mengambang di atasnya
Bersisian dengan rindu

Saturday, May 17, 2014

Jarak

Saat satu demi satu langkah menjejak
Seperti ribuan rindu yang menggumpal kemudian beku
Titik-titik jenuh berkoloni
Isyarat hati sudah berdiri di titik muak

Friday, May 16, 2014

Distance

Seberapa jauh jarak kita untuk menghapus pucuk-pucuk perasaan yang dulu tumbuh? Atau, seberapa jauh langkah kita untuk saling menebar rasa netral terhadap rasa yang pernah ada? Seberapa jauh jejak kaki kita melangkah untuk sekadar membuang rindu yang terlanjur tumbuh dalam bejana hati? Nyatanya semua itu masih ada. Entah aku atau kamu yang peduli, semua itu ada. Meski raib merengkuhnya lebih baik saat ini.

Dua tahun aku menebar jarak. Bukan tanpa alasan, melainkan ada sisi yang pergi dan tidak peduli lagi pada rinduku yang selalu butuh subjek. Saat itu, aku memutuskan pergi dari segala macam duniamu. Aku benar-benar pergi, melepas apa yang pernah kugenggam dalam hatiku. Ini seperti rangkaian perjalanan panjang yang awalnya sulit kulakukan. Ya, bicara perasaan memang tidak selalu sesederhana kelihatannya.

Thursday, May 15, 2014

USAI

Selamat malam, Tuan. Malam ini aku ingin bercerita. Jika kau tak ingin mendengarnya, anggap saja ini serupa desau angin yang berbisik untuk melelapkan tidurmu. Hujan telah usai kemarin malam, hari ini cerah. Bukankah itu menyenangkan? Bagiku, itu tidak menyenangkan sama sekali karena aku terlanjur mencintai hujan.

Tuan, bolehkah aku bertanya? Ini perihal perasaanku lagi. Kuharap kamu mengerti bahwa setiap rasa yang tumbuh tidak akan mungkin mati dengan sekejap mata, kecuali kamu membunuhnya dengan paksa. Kenyataannya, kamu sudah membiarkan rasa itu tumbuh dengan sendirinya, tanpa membunuhnya.

Rain(zu)

Tik.

Tik.

Tik.

Detik-detik yang terhempas oleh jarum jam bertanya, “Berapa lama lagi kau tahan untuk memandangi fotonya?”. Aku bergeming, takjub. Sudah hampir dua tahun berlalu sejak kejadian konyol yang pernah kulakukan. Hari itu tidak hujan, tapi mendung bergelayut di sisi timur langit.

Wednesday, May 14, 2014

Hai, Kak! (Kucari Kau Dalam Gelap)

Selamat malam. Selamat bertemu dengan bintang-bintang. Ah, rasanya malam kemaren menjadi sempurna. Saat desir angin menjelajah kebekuan hati, ada yang selalu jadi sinar paling hangat di pekatnya malam. Silakan berkaca, mungkin aku sedang membicarakanmu.

Tuesday, May 13, 2014

Thanks Allah, It's Friday

Hari telah berganti,
Tak bisa kuhindari
Tibalah saat ini bertemu dengannya...
Jantungku berdegup cepat,
Kaki bergetar hebat,
Akankah kuulangi merusak harinya...

Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan, tuk menatap matanya
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku, hariku bersamanya
(Sheila On 7 - Hari Bersamanya)

Terik matahari kuabaikan. Debu-debu yang bertebaran di udara, makin kuabaikan. Thanks Allah, It's Friday. Selalu ada kesejukan ketika Jum'at datang. Ini hariku, hari pertemuanku, juga hari kepulanganku. Jejak-jejak pengharapan masih berlanjut untuk hari ini. Bukan karena aku yang ingin, melainkan hatiku. Jika hari ini jadi yang menyenangkan, maka aku akan bermain pada setiap kata untukmu.

Monday, May 12, 2014

Dreams #5: Sebuah Kamera

Ketika gambar bisa menjadi sebuah cerita. Photo story. Aku ingin menempel berbagai jenis foto di atas sebuah kertas. Atau mungkin fotoku dan fotomu yang bersisian dengan setelan kebaya merah mudaku dan setelan jas hitam milikmu. Iya, foto itu punya banyak makna. Itu yang pertama bahkan yang (bisa jadi) terakhir karena momen itu takkan terulang lagi, kecuali ada suatu acara yang mengharuskan kita memakai pakaian semacam itu lagi.

Sunday, May 11, 2014

Dreams #4: A Journalist

A journalist. Ini salah satu mimpiku. Dan amat sangat beruntung ketika aku diterima di jurusan Ilmu Komunikasi. Akan kuceritakan bagaimana aku bisa memiliki mimpi menjadi seorang jurnalis.

Waktu pengumuman SNMPTN dan aku gagal, aku sempat kebingungan. Pasalnya, aku tidak tahu harus mendaftar di jurusan apalagi. Meskipun aku dari IPA, tiba-tiba saja aku tidak berminat pada jurusan IPA lagi untuk di kuliah. Aku kemudian membuka-buka ulang buku panduan universitasku, jurusan Ilmu Komunikasi terasa bersinar di mataku. Bagian terbaiknya, aku berminat di broadcasting. Pikiranku pendek, yang penting bisa kerja di TV. Itu juga keinginan Ibuku.

Saturday, May 10, 2014

Dreams #3: Japan with You

Aku pernah bermimpi, berjalan dalam guguran bunga sakura, bersamamu. Aku pernah bermimpi, menjejak langkah di Negeri Matahari, bersamamu. Aku pernah bermimpi, menabur rindu-rindu di kota yang paling kita inginkan, bersamamu; TOKYO. Aku pernah bermimpi, melihat pendar-pendar lampu dari ketinggian Tokyo Tower, bersamamu. Dan aku pernah bermimpi, merajut kisah indah di Negeri 1000 anime itu... Hanya bersamamu.

source by google.com

Friday, May 9, 2014

The Expectation

Bee, hari ini hujan datang. Sesore yang langitnya tidak berwarna kelabu, titik-titik air turun ke bumi, deras. Ini yang pertama sejak seminggu lalu aku pulang ke kota ini. Dan rasanya seperti disiram kebahagiaan. Aku suka hujan, sangat suka bahkan. Bagiku, hujan bukan sekadar anugerah, tapi hujan menentramkan jiwa-jiwa sepi; meskipun kesepian itu sendiri dingin seperti tetes air hujan.

Meski ini hujan pertama setelah beberapa minggu, aku harap esok akan cerah. Karena, aku rindu Pangeran Pagi-ku.

source by google.com

Thursday, May 8, 2014

Dreams #2: A Writer

Aku pernah bermimpi, mengepak sayapku dalam sajak-sajak berima. Aku pernah bermimpi, merangkai aksara dalam sebuah kertas berjilid; buku. Aku pernah bermimpi menjadi seorang yang dikenal karena karya. Dan aku pernah bermimpi untuk mewujudkan semua itu.

Kisah ini akan kumulai dari detik ini saat kalian membacanya. Langkahku melaju cepat seperti roda-roda yang berputar kencang di jalanan. Bagiku, menulis adalah bagian dari mimpi. Imaji yang kutuang dalam cangkir-cangkir milikku sendiri. Menulis itu seperti membuat kue, kamu harus tahu seberapa tepat takaran dari adonanmu agar kue itu terasa lembut di lidah, tapi tetap asyik rasanya.

Wednesday, May 7, 2014

Dreams #1: Dreamer

Kali ini aku akan bercerita. Perihal mimpi yang kugantung tinggi-tinggi. Katanya, “Bermimpi itu kalo bisa sekalian yang tinggi, jadi kalo yang tinggi itu belum kesampean, ya masih ada mimpi satu tingkat di bawahnya.” Ah, mimpi. Iya, mimpi itu bagai sesuatu yang menyenangkan ketika kita mampu mewujudkannya.

Seperti sejumput kisah di senja hari, aku selalu punya mimpi. Akan kubeberkan mimpi besarku pada kalian. Bagiku, mimpi adalah masa depan. Dengan mimpi aku bisa melihat duniaku ke depan. Seperti judul lagu, “Hidup Berawal Dari Mimpi”, aku memaknai bahwa memang kehidupan itu berawal dari mimpi. Mengapa? Mari kujelaskan.

Tuesday, May 6, 2014

Pertemuan Sabtu

It's Saturday, Bee. Sesiang yang terik itu aku melajukan motor kesayangan Ibuku ke daerah Cibubur. Hari itu tumben sekali Ibuku memperbolehkan aku mengendarai motornya, padahal biasanya tidak boleh dengan alasan yang segudang. Ah, tetapi itu sebuah alasan untuk nasihat yang baik bagiku. Aku tidak memusingkan lagi mengapa Ibuku memberiku izin atas motornya karena aku sudah telat bertemu seseorang. Iya, seseorang: teman, adik, sahabat, sekaligus tempat bercerita yang unik. Her name is Mutiara Ulfa.

Sunday, May 4, 2014

It's A Bussiness

Bee, sesore itu aku terlelap. Menunggu seseorang membuatku mengantuk. Iya, seseorang itu sahabatku. Dia akan datang, menyambangi rumahku setelah hampir dua bulan tidak bertemu. Kota hujan sudah lama tidak hujan, maka jadilah ia datang bertamu ke rumahku, sahabatku itu. Holaaa, this is our story!

It's all about bussiness. Kreatif membuatnya mampu mengembangkan sayapnya. Baiklah, dia kreatif! Amat sangat kreatif untuk seseorang yang kukenal. Apapun bisa dijualnya. Mungkin suatu saat ia bisa jadi "toko berjalan". Hahaha, aku bercanda. Tapi aku salut pada ide-ide brilian yang muncul dari pikirannya. Yang bahkan aku saja tidak berpikir sampai sejauh itu. Hei, it's brilliant!

source by google.com

Saturday, May 3, 2014

May Day Should be My Day

Awal Mei. Tanggal satu. Hari Buruh Internasional.

Bee, hari itu aku tiba di Kota Hujan. Pagi yang cerah dengan langit biru dan secercah warna oranye di ufuk timur, mengawalku untuk pulang ke rumah. Ini bagian terindah sekaligus menyenangkan buatku. Setibanya di kota ini, ada rasa nyaman yang menelusup di sela-sela dingin hatiku akan rindu pada bangunan yang selama ini kusebut rumah.

Thursday, May 1, 2014

Di Kotak Masa Lalu #3

Bee, malam ini tidak hujan, langit pun tidak mendung. Seperti yang sudah-sudah, aku selalu atau lebih tepatnya terlalu antusias. Rekam jejak dalam aksara tak mungkin begitu saja aku lupakan. Bagian misi penting untuk hatiku, membuat segalanya terlihat istimewa. Bahkan dengan segala hal yang biasa, semua jadi cemerlang.