Sunday, April 13, 2014

Getir



Bee, aku hanya ingin bercerita. Di luar hujan, deras. Kamu pasti tahu apa yang terjadi ketika aku sudah mulai berbicara tentang hujan. Iya, ini bukan hujan biasa, tapi hujan kesedihan yang terlanjur menggerus sebuah rasa di singgasana ini. Bee, aku tahu ini bukan jalan yang benar. Aku tahu ini perihal perasaan yang tak bisa aku anggap sederhana, meski pada hakikatnya rasa itu sangat sederhana.

Bee, bolehkah aku membenci hari ini, salah, maksudku momen ini? Apakah orang dewasa selalu serumit ini?  Bee, hari ini, di usiaku yang kesekian, apakah aku terlalu dewasa atau aku memang tidak pernah tahu apa-apa? Sebelumnya, ingin kusematkan momen bahagia itu dalam bingkai yang special, tapi entah hujan atau angin macam apa yang mengaburkan semuanya.

Ini hariku, seharusnya semua momen yang ada menjadi indah. Namun, kembali pada pepatah, “Keinginan kadang tak selalu sesuai dengan kenyataan” dan itu yang kudapat hari ini. Lagi-lagi perihal rasa. Bee, apakah aku terlalu peka?

 

Bee, bolehkah aku membenci hari ini? Iya, hari ini. Terhitung sejak aku membuka mata pagi ini.

Kamar kos, 12 April 2014.
Hujan (dalam makna konotasi dan denotasi).

No comments:

Post a Comment