Di Kotak Masa Lalu #1



            Aku hanya ingin melintasi zaman. Membongkar kesalahan masa lalu, berharap bisa memperbaikinya. Baiklah, Bee, aku akan bercerita. Tentang gadis yang menunggu hujan di musim kemarau.
            Siang. Terik seakan membakar kulitnya yang berpigmen gelap. Ia tersenyum, bersyukur karena matahari masih mau menyambangi kotanya. Namun, hanya satu yang ia inginkan saat itu: hujan. Ya, hujan deras yang sejuk.
            Malam.
            Tik…tik…tik…
            Detik jam berputar pelan. Sunyi, hingga detiknya terasa menggenggam. Hampir tengah malam. Detik jarum jam berseteru dengan tetes gerimis di malam bulan purnama. Ia tersenyum, lagi.
            00:01.
            HAPPY BIRTHDAY!
            Gadis itu bergumam pelan. Menatap nanar barisan ucapan di lini masa media sosial milik seseorang. Jarinya bergetar ketika hendak mengetikkan sesuatu di kolom mention. Haruskah?
            Di luar, hujan menderas. Ia telah selesai mengetikkan sesuatu di kolom itu. Hanya tinggal menekan tab “tweet” setelahnya. Dan… ia melakukannya dengan sempurna. Sesederhana kata yang ia ketikkan, sesederhana doa yang ia panjatkan, dan sesederhana ia mengagumi seseorang itu.
            Ia yakin, ia bukan yang terakhir dan mungkin juga bukan yang pertama. Mungkin, sepucuk doa yang kerap ia tiupkan bersama doa-doa lain sesudah solatnya, tak pernah mengharap apa-apa. Bisa jadi, ia hanya bisa berkhayal mengusir luka bersama seseorang itu di bawah guyuran hujan, tapi ia tak pernah tertarik mewujudkannya ketika itu hanya jadi bayang-bayang yang nantinya menyeretnya pada sumur masa lalu lagi.
            Entahlah. Ia hanya ingin memanggil seseorang itu dengan sebutan Pangeran Hujan.

Purwokerto, 16 April 2014.
Di lantai kamar kos yang dingin. Di tengah deadline tugas.

Comments

  1. semakin salut sama tulisan mu, semakin nambah rasa geregetan ku untuk mempertahankan menulis. baca tulisanmu yang satu ini jadi bikin serasa nostalgia terhadap seseorang (yang berusaha meninggalkannya) di masa lalu. thanks for your write ^^

    ReplyDelete
  2. Terima kasih. Semoga Kakak juga bisa menulis bersamaku. Tetaplah menulis, kak. Aku pun demikian, meski tulisanku hanya sekedar "curhat yang berbalut kiasan" :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)