Apologize

Bee, pagi ini kesadaranku muncul ketika seorang teman menggati display picture BBM-nya dengan sebuah gambar berisi quote percakapan.





Dari gambar tersebut aku sadar, semua yang telah “pecah” tidak akan bisa kembali utuh seperti sedia kala. Ini perihal kepercayaan; rasa percaya kita pada seseorang. Dan aku sadar, aku telah menghancurkan satu kepercayaan seseorang. Mungkin mudah untuk bilang maaf dan memaafkan, tapi memori tentang hal ini tidak akan semudah itu menguap.

Tampaknya langit membuatku merenung. Tentang diri yang belum bisa jadi manusia baik seperti yang diharapkan. Benar memang, apa yang baik di mataku belum tentu baik di mata orang lain. Akan tetapi, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik.

Mungkin saat ini retakan itu terlihat jelas, tapi bagaimanapun juga aku mencoba agar yang pernah terjadi tidak membuatnya hancur berkeping-keping. Maaf telah membuat kekacauan, maaf juga untuk keteledoranku untuk menjaga rahasia. Kupikir, aku memang salah, meskipun maksudku baik.

Purwokerto, 27 April 2014. 20:26

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)