Tuesday, April 29, 2014

Mereka Tahu dan Mereka Kenal

Bee, ini pengalaman. Waktu lebih dari satu semester kelihatannya belum mampu mengakrabkan, tapi ternyata itu tidak sepenuhnya benar. Terkadang, kita sibuk menyalahkan waktu, menyalahkan keadaan, bahkan menyalahkan orang lain untuk hal ini. Padahal sebenarnya kita lah yang salah. Mengapa? Karena kita selalu punya persepsi yang berbeda terhadap orang lain. Kita selalu punya kecemasan saat berhubungan dengan orang maupun kelompok yang baru kita kenal.

Monday, April 28, 2014

Apologize

Bee, pagi ini kesadaranku muncul ketika seorang teman menggati display picture BBM-nya dengan sebuah gambar berisi quote percakapan.



Wednesday, April 23, 2014

Perihal Pendidikan dan Hobi

Sangat menyenangkan memang ketika awal kuliah. Seakan-akan hal menyenangkan di dalamnya telah diatur untuk membuat kita menikmatinya. Dan, saya rasa terlalu banyak hal menyenangkan yang saya alami selama satu semester lebih. Ya, meskipun yang menyenangkan tak selalu semenyenangkan kelihatannya.

Hobi. Sungguh amat sangat menyenangkan sekali ketika kita menemukan suatu wadah yang membuat kita semakin nyaman dan mencintai hobi kita. Akan tetapi, faktor lain juga perlu diperhatikan. Hobi bagi saya adalah kesenangan yang mungkin saja bisa membuat saya menaiki tangga kesuksesan dengan caranya sendiri. Itu apabila saya serius dengan hobi saya. Baiklah, ini bukan perihal jejak-jejak kaki mana yang serius atau tidak, tapi ini tentang bagaimana manajemen kegiatan itu sendiri.

Source: google.com

Saturday, April 19, 2014

Di Kotak Masa Lalu #2

Pendamping(an)

Sesiang itu langit berwarna biru seperti biasanya. Meskipun sedetik kemudian, arakan awan-awan kelabu membuatnya menjadi abu-abu. Suasananya tak mudah ditebak, seperti hati yang senang, kemudian dijatuhkan hanya dalam waktu sepersekian detik secepat kilat yang menyambar sore harinya. Bee, hari ini akan kuceritakan tentang seorang gadis yang terjebak dalam keragu-raguan.

Sesiang itu, senyumnya tak berhenti merekah. Ada satu hal yang membuatnya bahagia sejak semalam. Seseorang. Ya, seseorang yang dikaguminya akan bersama dengannya seharian. Bukankah itu menyenangkan?

Thursday, April 17, 2014

Di Kotak Masa Lalu #1



            Aku hanya ingin melintasi zaman. Membongkar kesalahan masa lalu, berharap bisa memperbaikinya. Baiklah, Bee, aku akan bercerita. Tentang gadis yang menunggu hujan di musim kemarau.
            Siang. Terik seakan membakar kulitnya yang berpigmen gelap. Ia tersenyum, bersyukur karena matahari masih mau menyambangi kotanya. Namun, hanya satu yang ia inginkan saat itu: hujan. Ya, hujan deras yang sejuk.

Sunday, April 13, 2014

The Birthday Letter


Selamat ulang tahun, Afrianti Eka Pratiwi. Genap 19 tahun usiamu hidup di dunia. Kau tahu apa maksudnya? Iya, umurmu berkurang satu tahun lagi di tahun ini. Aku hanya berharap, jadilah gadis dewasa yang menawan. Aku yakin, di dalam dirimu selalu tersimpan mimpi-mimpi besar yang mampu kau wujudkan suatu saat nanti. Wi, bicaralah. Ungkapkan apa yang sedang kau rasakan. Atau ada sesuatu yang ingin kau ceritakan tentang hari ini? Perihal momen mengejutkan, menyenangkan, atau menyebalkan sekalipun, ungkapkanlah.
 

Getir



Bee, aku hanya ingin bercerita. Di luar hujan, deras. Kamu pasti tahu apa yang terjadi ketika aku sudah mulai berbicara tentang hujan. Iya, ini bukan hujan biasa, tapi hujan kesedihan yang terlanjur menggerus sebuah rasa di singgasana ini. Bee, aku tahu ini bukan jalan yang benar. Aku tahu ini perihal perasaan yang tak bisa aku anggap sederhana, meski pada hakikatnya rasa itu sangat sederhana.

Friday, April 11, 2014

Day Of April #2



Cerita Berbungkus Diam

Tik tok. Tik tok. Waktu yang berdetik seakan menghimpit kita. Masing-masing bibir kita mengatup sempurna. Entah malam seperti apa yang mampu membuka patahan kata dari mulut kita. Bee, kau tahu? Aku menemukan satu sosok lagi. Wajah tenangnya berkeliaran di pikiranku sejak itu. Merambati sedikit demi sedikit ruang kosong di hati.

Day Of April #1



Mimpi tak ubahnya bunga tidur yang menghiasi lelapmu ketika lelah. Namun, yang kusadari tentang mimpi sesiang ini bukan sesederhana yang kaupikir. Biasanya mimpi adalah refleksi dari sesuatu hal yang sedang mendominasi pikiran, tapi tidka kali ini. Mimpi itu datang tibat-tiba. Menyerang bagian lelap yang nikmat. Kamu.