Sunday, March 30, 2014

Formal vs Informal?



Bee, aku kembali lagi. Kali ini aku akan bercerita. Hasil psikotesku sewaktu SMA menyatakan bahwa aku lebih mudah diajak berbicara secara informal dibandingkan berbicara secara formla. Dan itu benar adanya.
            
Bukan hanya dalam forum besar di kelas, tapi untuk forum kecil yang didalamnya terdapat orang-orang yang belum aku kenal baik pun, aku sulit mengutarakan isi pikiranku. Akan tetapi, Bee, malam ini, dalam forum berjumlah Sembilan orang itu aku merasa lebih nyaman daripada dalam forum sebelumnya yang lebih besar dari ini. Entah. Mungkin karena sebagian dari mereka aku kenal baik dan sudah dekat. Akupun heran, mengapa dalam forum dengan orang-orang yang sebagian besar sama seperti tempo hari, aku malah merasa “sendiri” dan tidak bisa menyampaikan apapun. Intinya, seperti rasa nyaman yang terenggut begitu saja.

Tuesday, March 25, 2014

Feels Like Home

”Di mana… aku berada? Everywhere I stay, feels like home…”
Bee, apa arti rumah untukmu? Apakah hanya tempat untuk berteduh dari hujan dan panas seperti yang didefinisikan oleh anak-anak SD? Atau tempat untuk mendapat kasih sayang dan kenyamanan seperti yang aku pikirkan? Terserah bagaimana kau mendefinisikannya. Bagiku, rumah adalah tempat ternyaman, sekalipun kau sendirian atau berdua dengan Tuhanmu.

Bee, apa yang akan kau lakukan ketika bosan dengan “rumah”-mu? Melarikan diri kah? Atau tetap tinggal meski ada tekanan yang menyelimuti hatimu? Biar aku ceritakan sedikit perihal ini.

Letter To The Sky: New World

Dear, Bee…
Bee, aku punya dunia baru. Dunia yang aku cintai, dunia tulis menulis. Aku menemukannya. Akhirnya kesempatan itu datang. Pernah dengar bahwa semakin banyak relasi semakin baik? Aku tidak. Tapi aku tahu sedikit tentang itu. Relasi sangat berguna, terutama saat membantu kita ketika dalam kesulitan. Itu yang seharusnya aku lalukan, kan, Bee? Menjalin relasi dan membantu sesame. Karena aku tidak pernah tahu siapa yang akan berdiri di atas lebih dulu.

Saturday, March 8, 2014

Apa yang Kau Takutkan?

Apa yang kau takutkan dari sebuah pembelajaran? Praktek pada suatu hal yang  kau tidak mampu? Sudah dicoba? Belum. Lalu apa yang kau takutkan? Aku takut salah.

Pernah dengar kalimat ini, “mencoba dan salah itu lebih baik dibanding tidak mencoba sama sekali”. Dan ketika kamu mencoba kemudian kamu melakukan kesalahan, kamu akan segera tahu dimana letak kelemahanmu. Dengan begitu kamu akan bisa memperbaikinya agar di kemudian hari kamu tidak melakukan kesalahan lagi. Tapi jika kamu tidak pernah berani mencoba, kamu sendiri akan bingung tentang apa yang kamu bisa dan apa yang kamu tidak bisa.

Kelas Lintas Angkatan

Minggu pertama semester II sudah dimulai. Hari ini, Jum’at, mata kuliah Bahasa Inggri banyak dihuni oleh angkatan ‘atas’. Dari sekian banyak mahasiswa veteran itu, banyak yang mengulang, tapi ada juga yang baru mengambil mata kuliah ini. Kiranya dari kelas lintas angkatan ini aku bisa belajar. Mengenal sifat dan sikap seseorang yang tidak ahanya teman angkatan yang usianya sebaya, tapi suatu saat aku akan mampu bergaul dengan para senior yang mungkin saja akan memberi uluran tangan saat aku membutuhkan.

Kurang dari 50 mahasiswa duduk berdampingan dalam kelas itu. Mendengarkan kontrak belajar yang disampaikan oleh sang dosen untuk setengah semester ke depan. Waktu dua jam terasa singkat saat hanya membicarakan kontrak belajar itu. Well, ada sejumput rasa sennag bisa belajar bersama-sama dengan mahasiswa ‘veteran’, entah karena mereka lebih bisa diandalkan, atau karena dari mereka juga aku bisa mendapatkan sesuatu yang tidak aku ketahui, sifat dosen tersebut misalnya.

Semoga saja mata kuliah ini menjadi favoritku.

Purwokerto, 7 Maret 2014.