Sunday, February 9, 2014

Love Letter #8: Cerita Tentang Mimpi

Dear @PutriLarasati_ 

Apa kabarmu? Kedatangan surat ini tidak membuatmu kaget, kan? Ah, ya, sudah hari ke-8 aku mengikuti event #30HariMenulisSuratCinta ini. Kukira kau mengikutinya juga, ternyata tidak. Ya, aku tahu kau pasti sangat sibuk sekali akhir-akhir ini. Tugas, Try Out, dan segala persiapan menjelang Ujian Nasional pasti menguras waktumu, kan? Semangatlah, adik! Kamu pasti bisa melewati semua ini dengan baik. 

Ini suratku yang pertama untukmu. Untuk seseorang yang sudah kuanggap seperti adik sendiri meskipun kita belum pernah bertatap muka sekalipun. Lucu juga, ya? Kita hanya dekat melalui media sosial: twitter, facebook, dsb. Dan ternyata kita punya hobi yang sama, yaitu menulis. Bahkan aku tidak ingat bagaimana kita bisa saling kenal. Hahaha :D 

Sebagai bentuk rasa sayangku padamu, aku akan bertanya satu hal. Sudah sampai mana persiapanmu untuk menempuh jenjang pendidikanmu selanjutnya? Kuharap kau sudah memikirkan dan mempersiapkannya dengan matang. Barusan aku tidak sengaja membuka profil twittermu, dan ya, kutemukan susunan aksara di bio twittermu: UI BIOLOGI 2014. Ah, ternyata mimpimu mengarah ke sana. Kudo'akan semoga Allah memudahkan jalanmu ke sana. 

Biar kuceritakan sedikit tentang keajaiban mimpi dan perjuangan. Dulu, saat aku berada di posisi yang sama denganmu, selalu ada banyak petuah yang menghampiri hidupku. Itu semata-mata untuk memberiku semangat untuk berjuang tanpa pernah mengeluh. Pernah dengar, "Hidup Berawal Dari Mimpi"? Iya, benar! Itu sebuah judul lagu dari Bondan & Fade 2 Black, tapi jujur lagu itu sangat memberiku inspirasi berlebih ketika mengejar mimpi. 

Mimpi itu ibarat puzzle yang harus kita susun sedemikian rupa agar wujudnya terlihat nyata. Selama ini, hidup kita adalah labirin. Kita harus menemukan titik akhir dari jalan yang benar. Sekali kita berhasil, kita akan mendapatkan potongan puzzle untuk melengkapi puzzle mimpi kita. Ya, begitu seterusnya. Satu hal lagi, kita harus selalu yakin bahwa kita mampu menggenggam mimpi kita. Berusaha dan berdo'a adalah kunci utama. 

Berbicara mimpi memang menyenangkan. Aku yakin semua orang-termasuk aku dan kau-juga menyimpan banyak mimpi dalam kotaknya masing-masing. Tapi ingat, Put, selalu ada mimpi yang tidak tercapai dalam hidup ini. Bukan, bukan karena kita tidak pantas mendapatkan mimpi tersebut, tapi karena... ya bisa dibilang Tuhan selalu punya rencana lain. Percayalah, Allah akan selalu tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. 

Selalu bersemangat mengejar mimpimu. Jangan pernah berhenti untuk mengeluh. Waktu tidak akan pernah menunggumu. Melajulah, banggakanlah kedua orangtuamu. Berjuanglah seperti orangtuamu berjuang untukmu. Salam sukses! Aku tunggu di ujung jalan penuh kemenangan, ya, Sayang. :) 

Regards, 
Si Pena Galau.

Cileungsi, 8 Februari 2014.

No comments:

Post a Comment