Love Letter #7: Sisters

Dear, @FitriHarrayani 

Apa kabarmu? Semoga baik-baik saja. Ah, ya, ini pertama kalinya aku mengirimimu surat. Kali ini aku akan bercerita sedikit. Tentu kau ingin tahu, kan? Karena kau sendiri yang bilang ingin kukirimi surat, jadi kau harus membacanya apapun yang kuceritakan. Hahaha, maaf aku terlalu memaksa. 

Sejujurnya aku rindu berbagi kisah denganmu. Sepertinya jaman SMA kita, saat kita sama-sama duduk di kelas X, waktu yang menyimpan banyak kenangan. Rasanya lucu saat mengingat masa-masa MOPD kita. Aku masih ingat saat ketua OSIS mengomeli kelas kita hanya karena tidak ada yang mau menjadi ketua kelas. Sungguh saat-saat yang mencekam. 

Ada satu hal lagi, saat kelas kita selalu mendapatkan tugas matematika dan kimia yang memeras otak, kita selalu mengandalkanmu. Dan kau dengan sukarela memperbolehkan kami semua melihat hasil pekerjaanmu. Ah, sungguh kau teman yang sangat baik, Fit! 

Berbagi kisah denganmu amat menyenangkan. Aku merasa menemukan tempat baru yang mampu mendengarkan kisahku dengan baik, meskipun hanya satu orang yang selalu kuceritakan padamu: dia. Tapi sudahlah, semua itu sudah berakhir. Seperti katamu dulu: aku seharusnya berhenti mengharapkan dia yang menyia-nyiakanku. Kali ini aku berhenti, Fit. Berhenti menyusun keping-keping puzzle yang tidak akan pernah selesai itu. 

Ah, kemana kedekatan kita yang dulu, ya? Aku masih menyimpan tulisan kisah-7-bulanmu bersama seseorang, lho. Sekarang kau jarang sekali bercerita padaku. Aku tidak memaksa, tapi aku akan tetap ada ketika kau membutuhkanku sebagai pendengar dari semua kisah-kisahmu. 

"Ayolah, kau masih menganggapku saudara, kan?" 

Masih ingat kata-kata itu? Itu kalimat yang kau kirimkan melalui sms saat aku enggan bercerita padamu, karena aku takut kau bosan mendengar kisah tentang orang yang sama setiap kudatangi dirimu. 

Fit, aku mendengar kabar itu. Sungguh aku tahu bagaimana perasaanmu. Perasaan sayang itu masih ada, kan? Tapi tenang, Allah selalu tahu yang terbaik, Fit. Jika dia jodohmu, maka akan ada waktu untuk bertemu kembali. Sejauh apapun kau pergi, ia akan datang dan kembali padamu. Waktu tidak pernah menipu, pun dengan hatimu. Persiapkan saja dirimu untuk sesuatu yang terbaik suatu hari nanti. 

Aku rindu kamu, Sister. Kapan kita bisa bertemu? Semoga aku bisa menyambangi tempat kost-mu suatu saat nanti, begitupun denganmu. Berjanjilah untuk mengajakku keliling Jogja dan kampusmu! :D 
Semoga yang terbaik selalu ada untukmu. Salam sukses! 

Regards, 
Si Pena Galau.


Cileungsi, 7 Februari 2014.

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)