Love Letter #3: MOVE ON!

Dear @AfriantiPratiwi 

Bagaimana keadaan hatimu? Aku tahu pasti kau bimbang karena acara TV semalam. Iya, aku tahu kau menontonnya. Dan banyak hal yang bisa kau simpulkan dari acara itu: MOVE ON. 

Aku sendiri yakin kau sudah sejak lama menginginkan hal itu. Tapi niatmu selalu tersandung kepingan masa lalu dari lelaki itu, kan? Come on, Sayang, kau bisa melupakan lelaki itu. Mungkin membuang rasa sayangmu padanya tidak mudah, tapi aku yakin kau bisa. 

Sayang, jangan menggantungkan hatimu padanya. Kau sadar, kan, selama tiga tahun lebih kau menantinya, Tuhan tak kunjung mendekatkanmu dengannya. Itu sudah sebuah petunjuk, Wi. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untukmu dan dia, lelaki itu, bukan yang terbaik. 

"Tiwi! Sudah 3 tahun, dan hanya berakhir dalam puisi? Pecundang kau!" 

Ah, ya. Aku juga mengerti kata-kata itu menyakiti hatimu, tapi itulah kenyataan yang ada pada dirimu saat ini! Percayalah, aku sayang padamu. Maka lepaskan dia pelan-pelan. Kau tidak akan bisa menemukan siapapun yang lebih baik ketika kau masih terus bertahan dan "menggantungkan" hatimu padanya. 

Wi, perjalananmu masih panjang. Kau masih bisa menemukan seseorang yang lebih sayang padamu daripada menunggu lelaki yang bahkan tidak pernah "melihatmu". Sayangi hatimu, Sayang. Aku tahu selama ini kau tersiksa, tapi kau terlanjur nyaman dengan situasi yang kau buat sendiri. 

Apa? Kau bilang kau terjebak dalam janji? Ya ampun, kau bodoh! Benar-benar bodoh menurutku. Hei, dengarkan aku. Apa arti semua janji yang kau buat ketika hal itu hanya menyakitimu? Bahkan Allah pun tidak pernah suka pada manusia yang mendzalimi dirinya sendiri. Aku selalu yakin, Allah akan memaafkanmu karena kau telah mengingkari janji yang membuatmu sakit seperti itu. 

Wi, Allah telah menyiapkan seseorang padamu. Maka kamu hanya perlu memperbaiki dirimu. Aku sayang kamu. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Semoga kau bisa benar-benar melakukannya. Cari yang lain, dia bukan yang terbaik untuk kamu. Semangat, Sayang! Aku akan selalu ada untukmu. Jangan sia-siakan hidupmu. :) 

Regards, 
Hati dan logikamu.

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)