Thursday, February 20, 2014

Love Letter #19: Untukmu, Mbak.

Dear, Mbak @AnnaNanung

Sebelumnya akan kunyanyikan sebuah lagu.

"Happy Birthday to you, happy birthday to you, happy birthday to you."

Bagaimana seminar proposalmu tanggal 13 lalu, Mbak? Lancar, kan? Maaf aku tidak bisa menghadiri acara pentingmu itu. Tapi do'aku selalu ada untukmu. Ya, semoga saja Allah melapangkan jalan dari do'aku untukmu. Kupikir seminar proposalmu kemarin berjalan lancar, karena aku membaca status facebookmu.

Mbak, setelah seminar proposal tentu masih ada agenda lain; rangkaian dari skripsimu. Aku tidak tahu apa namanya. Karena aku sendiri belum terlalu mengerti tentang hal itu. Ah, ya, memang aku mahasiswa baru yang kadang tak mau tahu, padahal aku penasaran setengah mati.

Mbak, aku ingin membicarakan perihal pendidikan tingkat akhir. Bukan bermaksud menyindirmu, aku bahkan hanya ingin tahu bagaimana perjuanganmu untuk selesai dari perguruan tinggi, menjadi seorang wisudawati dengan topi toga yang sering kulihat di kampus saat ada acara wisuda. Jadi, biarkan aku paham sedikit saja perjuanganmu membanggakan kedua orangtuamu. Karena kelak, aku juga ingin membuat kedua orangtuaku bangga.

Mahasiswa tingkat akhir. Bagaimana rasanya? Menyenangkan atau malah memusingkan? Ah, kupikir keduanya hadir di waktu yang sama, ya, Mbak? Menyenangkan karena akan segera lulus, memusingkan karena harus ada rangkaian yang dijalani sebelum lulus, kan? Ayo ceritakan padaku. Aku mengoceh sekian paragraf, tapi rasanya aku tidak lebih tahu daripadamu yang sedang mengalaminya saat ini. Hehehe.

Mbak, kali ini aku ingin membicarakan perihal Rumah Tangga. Ya sedikit berhubungan dengan kasus di skripsimu, meski bukan tentang KDRT. Jikalau suatu saat kau menikah nanti, jadilah Miss Rumah Tangga terbaik untuk keluargamu. Ah, ya ampun, kata-kataku tua sekali. Padahal aku masih belasan tahun dan tidak mengerti apa-apa tentang Rumah Tangga. Hahaha. Biarlah mengalir, ya, Mbak. Allah kan selalu tahu apa yang terbaik untuk umatnya. Duh, aku ingin sedikit berdiskusi tentang Rumah Tangga. Tapi tunggu nanti sajalah ketika aku bisa bertemu denganmu.

Sekali lagi selamat ulang tahun. Semoga di usiamu yang sudah semakin dewasa bisa membuatmu bertindak yang semestinya. Puncak kesuksesan menunggumu, Mbak. Aku sayang kamu. Salam sukses!

NB: Mau foto bareng dong berdua buat kenang-kenangan :)

Regards,
Si Pena Galau.

No comments:

Post a Comment