Monday, February 17, 2014

Love Letter #16: Janji

Dear, Mr Nooglers...

Hari ini aku kirimkan surat khusus untukmu. Biar tukang pos juga tahu bahwa ini surat spesial, cuma untukmu. Iya, ini surat ke-16, di tanggal 16, dan bukan hari yang spesial. Tapi di hatiku selalu ada yang spesial untuk kamu. Hahaha. Biar saja bila surat ini menjadi surat yang lebay, aku akan tetap mengirimkannya.

Sesiang yang tidak terik dan tidak mendung ini aku hanya ingin mengirimkan sepucuk surat berisi sebuah kisah. Hm, baiklah. Dengan terkirimnya surat ini, aku ingin mengajakmu bermain peran. Anggap saja kisah yang aku tulis di dalam surat ini adalah kisahku dan kisahmu. Hanya cerita rekaan, bukan kisah nyata. Karena mungkin, kisah ini akan sulit untuk jadi nyata, maka aku ingin kau turut andil bermain peran. Berminat? Tapi maaf, aku tidak menerima jawaban TIDAK. Jahat? Biar saja!
Mari kita mulai.

Suatu hari ada seorang anak laki-laki yang hobi sekali memotret. Ia datang ke sebuah taman dan memotret setangkai bunga yang sedang mekar dengan kamera polaroid-nya. Siang itu ia berteduh di bawah sebuah pohon.

"Bunga yang cantik," katanya setelah melihat hasilnya.

Angin sejuk dari pepohonan membuatnya mengantuk. Akhirnya ia pun tertidur di bawah pohon itu. Senja kemudian datang mengantarkan malam, anak lelaki itu bergegas pulang. Tanpa sadar, ia meninggalkan sebuah foto bunga yang tadi ia potret. Menurutnya itu foto terbaik yang ia dapatkan hari itu. Dan seorang gadis menemukannya.

Sesampainya di rumah, ia panik saat tak menemukan foto tersebut. Dan tercetuslah sebuah janji: "Jika seseorang perempuan yang menemukan foto itu, maka aku akan mencintainya. Jika seorang laki-laki, maka aku akan menjadikannya seorang sahabat sejati."

Beberapa tahun kemudian, si anak laki-laki tumbuh menjadi dewasa. Sampai akhirnya ia menemukan seorang gadis yang membuatnya jatuh hati dan... Ia lupa pada janjinya dulu.

Gadis yang dulu menemukan foto milik laki-laki itu juga sudah beranjak dewasa. Dan ia yakin bahwa pemilik foto itu adalah seorang laki-laki. Entah darimana datangnya keyakinan itu, ia memutuskan untuk mencintai laki-laki itu meski belum pernah melihat rupanya.

Rasa itu makin lama kian tumbuh di hati sang pemuda, tapi perasaan yang sudah tumbuh itu seperti dipangkas secara paksa saat ia tahu bahwa gadis pujaannya sudah memiliki kekasih. Ah, mungkin ia memang tak berjodoh dengan gadis itu, pikirnya.

Tapi ia tetap akan berjuang untuk sang gadis. Sebelum janur kuning melengkung di depan rumah sang gadis, perjuangannya belum selesai.


Kau tahu apa akhir dari cerita itu? Si pemuda dan gadis pujaannya tidak pernah bersatu. Mengapa? Karena si pemuda punya janji yang belum dia tepati. Tuhan selalu adil, bukan? Seseorang selalu ingin berjanji, tapi kadang lupa untuk menepati. Dan kau pasti ingin tahu bagaimana nasib si gadis yang menemukan foto si pemuda, bukan? Dia tetap setia menunggu. Karena di hatinya ia yakin bahwa setiap janji harus ditepati dan... Janjinya adalah: "Mereka hidup bersama bahagia selamanya." Seperti dalam cerita dongeng.

Semoga kisah ini bisa membuatmu mengerti. Salam cinta dari duniaku.

Regards,
Si Pena Galau.

Cileungsi, 16 Februari 2014

No comments:

Post a Comment