Saturday, February 15, 2014

Love Letter #14: Hari Kasih Sayang, Katanya.

Dear, @nengseptiaa 

Apa kabar? Semoga rindu tidak mengepung hatimu, ya! Ini suratku yang ke-14 dalam event #30HariMenulisSuratCinta. Tepat di tanggal 14 Februari, yang katanya Hari Kasih Sayang. Ah, kau percaya itu? Bukankah kasih sayang seharusnya ada setiap hari? Kenapa hari ini, tanggal ini, dan bulan ini selalu jadi sesuatu yang spesial di mata orang-orang? 

14 Februari identik dengan Hari Valentine, ya? Hari Kasih Sayang, katanya. Semuanya repot mempersiapkan sesuatu untuk orang yang disayang. Menurutku, semua sepertinya sia-sia. Coba kaulihat, orang-orang sibuk membeli berbagai macam cokelat dan bunga untuk hari ini. Padahal mereka bisa melakukannya setiap hari, kan? Aneh memang. Apa bagusnya memberi benda-benda yang sama dan dilakukan oleh semua orang? Mainstream! Hahaha. Kupikir harus ada teknik baru untuk menyatakan kasih sayang, bukan dengan merayakan hari valentine, tapi... Memberi kejutan setiap hari sepertinya lucu juga. :D 

Kadang kita lupa satu hal. Kita sibuk membeli segala macam hal ala romantisme valentine, galau karena tidak memiliki pasangan di hari (yang katanya) spesial ini, padahal banyak saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Ah, itukah yang disebut hari kasih sayang? Lalu dimanakah wujud kasih sayang yang sebenarnya? 

Tentu kau melihatnya, kan? Berita tentang Gunung Kelud yang meletus tadi malam? Sungguh tidak punya hati mereka yang masih bersenang-senang merayakan hari kasih sayang ini tanpa peduli pada saudara kita yang terkena musibah. Ah, entahlah, aku sungguh tidak mengerti. 

Sep, bagaimana kalau kita berdo'a untuk saudara kita di sana? Ya, daripada melakukan hal yang tidak penting. Karena sesungguhnya kasih sayang selalu ada setiap waktu, kan? Bukan hanya satu hari saja. Semoga Allah selalu melindungimu, Sayang. Semoga selalu ada jalan kemudahan yang hadir di hidupmu. Salam sukses! 

Regards, 
Si Pena Galau.

No comments:

Post a Comment