Posts

Showing posts from February, 2014

Love Letter #19: Untukmu, Mbak.

Dear, Mbak @AnnaNanung
Sebelumnya akan kunyanyikan sebuah lagu.
"Happy Birthday to you, happy birthday to you, happy birthday to you."
Bagaimana seminar proposalmu tanggal 13 lalu, Mbak? Lancar, kan? Maaf aku tidak bisa menghadiri acara pentingmu itu. Tapi do'aku selalu ada untukmu. Ya, semoga saja Allah melapangkan jalan dari do'aku untukmu. Kupikir seminar proposalmu kemarin berjalan lancar, karena aku membaca status facebookmu.

Love Letter #18: Satu Hari Bersamamu

Dear, @misteeerius

Apa kabar, tukang pos ganteng? Ini suratku yang pertama untuk kamu. Bahkan meski kita tidak saling kenal, kamu selalu membaca surat-surat yang kukirim, kan? Suratku kali ini benar-benar surat cinta. Beruntung sekali aku bisa mengirimkan surat ini padamu. Pasti kau sangat lelah ya setiap hari harus mengantarkan surat-surat itu pada tujuannya. Hm, baiklah. Akan kumulai debar-debar ini dalam rentetan aksara.

Sebelumnya aku ingin bertanya perihal username akun twittermu. Mengapa kau pilih nama itu? Apakah kau berniat menjadi seseorang yang misterius? Atau bagaimana? Silakan dijawab.

Love Letter #17: Mata (Hati)

Image
Dear, Bapak, pria terhebat di dalam hidupku. 
Aku tuliskan surat ini sebagai bentuk rasa cintaku padamu. Akan kutanyakan bagaimana kabarmu? Sejauh aku di rumah, aku jarang menanyakan kabarmu. Bahkan saat lelah pun, saat aku jauh darimu, aku jarang menanyakan kabarmu. Bagaimanapun, bukan karena aku tak peduli, tapi ah entahlah. Sulit sekali rasanya mengungkapkan rasa sayangku padamu secara langsung. Tapi sungguh, aku sayang padamu, Pak. 
Ada kesedihan yang mulai tumbuh di hatiku. Entah, selalu begini setiap pulang dari dokter mata. Kau pernah bilang, "Bukan masalah biaya pengobatannya, tapi ini masalah matamu itu. Sayang kalo nanti rusak matanya." Dan seketika hatiku mencelos mendengar perkataanmu. Aku merasa bahwa aku belum sepenuhnya menuruti perkataanmu. Perihal menyayangi mataku, aku masih seringkali berlama-lama di depan laptop tanpa kenal waktu. Padahal Bapak sudah mengingatkanku akan hal itu. 
Pak, ada penyesalan yang hidup di pikiranku. Mata, dunia untukku melihat ca…

Love Letter #16: Janji

Dear, Mr Nooglers...
Hari ini aku kirimkan surat khusus untukmu. Biar tukang pos juga tahu bahwa ini surat spesial, cuma untukmu. Iya, ini surat ke-16, di tanggal 16, dan bukan hari yang spesial. Tapi di hatiku selalu ada yang spesial untuk kamu. Hahaha. Biar saja bila surat ini menjadi surat yang lebay, aku akan tetap mengirimkannya.
Sesiang yang tidak terik dan tidak mendung ini aku hanya ingin mengirimkan sepucuk surat berisi sebuah kisah. Hm, baiklah. Dengan terkirimnya surat ini, aku ingin mengajakmu bermain peran. Anggap saja kisah yang aku tulis di dalam surat ini adalah kisahku dan kisahmu. Hanya cerita rekaan, bukan kisah nyata. Karena mungkin, kisah ini akan sulit untuk jadi nyata, maka aku ingin kau turut andil bermain peran. Berminat? Tapi maaf, aku tidak menerima jawaban TIDAK. Jahat? Biar saja! Mari kita mulai.
Suatu hari ada seorang anak laki-laki yang hobi sekali memotret. Ia datang ke sebuah taman dan memotret setangkai bunga yang sedang mekar dengan kamera polaroid-nya…

Love Letter #15: Galau

Dear, @aliip_ss 
Rasanya aku tidak perlu menanyakan kabarmu. Mungkin aku hanya akan bertanya bagaimana kabar kota Satria? Apakah debu vulkanik yang sampai di kota itu sudah hilang? Atau masih melapisi jalan? Semoga kota itu baik-baik saja, ya. 
Ini suratku yang kelimabelas. Dan ini suratku untukmu yang sedang dilanda galau. Mari kita bicarakan masalah cinta. Pertama, kenapa kau galau? Cinta dunia maya kah? Atau apa? Ceritakanlah padaku. 
Cinta memang menyenangkan, tapi membuat galau juga ya? Apa rasanya cinta tanpa galau? Kadang hambar. Tapi kadang juga kita merasa tidak membutuhkan galau saat rasa cinta menyerang hati, kan? Ah aku tahu bagaimana cara memanfaatkannya. Galau itu membuat kita berpikir, Lip. Membuat kita mengetahui bahwa ada yang harus diperbaiki saat menjalani sebuah hubungan yang disebut cinta itu. 
Aku tahu, galau itu tidak enak. Semua hal terasa membosankan saat galau menyebar di penjuru hati, tapi ingat semua hal selalu ada hikmahnya. Begitupun dengan galau. 
Ah, m…

Love Letter #13: Ci(n)ta

Dear, @mutiarau 
Apa kabar adikku yang satu ini? Semoga ujian praktek tidak membuatmu stres, ya, Sayang. Surat ini surat yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Surat ke-13 ini bukan surat horror, mistis, atau surat kaleng. Ini surat cinta! See? S-U-R-A-T-C-I-N-T-A! Lucu, ya? Aku mengirimimu surat cinta padahal kita sama-sama perempuan. Ah, ini bukan surat cinta seperti itu kok, Mut. Cinta kan tidak hanya kepada lawan jenis, tapi kepada siapapun bisa. Dan kali ini kamu kebagian surat cinta dariku. Semoga kamu senang, karena hanya orang-orang pilihan yang bisa mendapatkan surat ini. Hahaha. 
Hari ini aku mau membicarakan ci(n)ta; Cita dan Cinta. Semoga kau tidak bosan membacanya, ya. Pertama tentang cita. Cita-cita. Beberapa bulan lagi kamu harus menghadapi perjuangan mimpi yang sesungguhnya. Apa kamu sudah siap? Sejauh mana persiapanmu, Mut? Semoga kamu sudah benar-benar mempersiapkan mimpimu dengan baik. Mut, kemarin aku menonton sebuah acara di TV dan aku mendapatkan sebuah petuah:…

Love Letter #11: Kirigaya Kazuto

Image
Dear, Ghina… Baru beberapa menit yang lalu ya kita bertemu. Tiba-tiba saja aku ingin menulis surat ini untukmu. Tema suratku kali ini adalah tokoh favorit. Dan karena kita sama-sama penggemar anime (kartun Jepang), maka aku akan membicarakan satu tokoh yang membuatku-juga kau-jatuh cinta. Ya benar, dia Kirigaya Kazuto atau lebih sering menyebutnya Kirito-kun dalam anime Sword Art Online (SAO).
Kau tahu, Ghin? Dia satu-satunya tokoh yang mampu menghipnotisku untuk pertama kalinya. Tokoh anime pertama yang membuatku jatuh cinta, padahal sebelumnya aku tidak pernah tertarik sedikitpun dengan anime. Ah, karakternya dalam anime SAO memang benar-benar memukau. Aku sampai iri pada Asuna, gadis berambut pirang yang menjadi tambatan hatinya dalam anime itu.
Kirigaya Kazuto. Sejak episode pertama aku menonton anime itu hatiku selalu bergetar saat sang tokoh utama berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Ia benar-benar hero untukku yang pada saat itu  baru mengenal anime, terlebih anime genre fanta…

Love Letter #10: Jejak Di Atas Pasir

Ohayou, Fajar Senpai... 
Maaf mengagetkanmu dengan kehadiran surat ini. Ini surat kesepuluhku dalam event #30HariMenulisSuratCinta. Bukan, bukan surat cinta seperti yang kau pikirkan. Anggap saja ini sebuah surat untuk orang-orang terdekatku karena kau salah satu orang terbaik yang ada di hidupku. Kau salah satu teman laki-laki yang sudah kuanggap sebagai kakakku. Abang, itu panggilanku padamu, kan? Terima kasih karena kau tidak marah dan membiarkanku memanggilmu begitu. 
Bang, hari ini aku ingin berbicara tentang waktu. Waktu yang tidak sempat mempertemukanku denganmu Jum'at kemarin. Iya, aku yang salah karena tidak memanfaatkan pertemuan itu. Sekarang, kau sudah pulang kembali ke Pulau Dewata. Tidak apa, nanti hadiahnya akan kukirim lewat angin saja. Hahaha. 
Apa kabar Bali sejak kau tinggal 3 hari yang lalu, Jar? Tetap sama, kan? Jujur, aku rindu pulau itu. Rindu yang mengepung hati untuk kembali menjamahnya. Apa kau masih ingat malam tahun baru 2013 kemarin? Kita dan teman-te…

Love Letter #9: Surat Dari Dunia

Dear my beloved friend, Eka Nurwati... 
Apa kabarmu di hari yang hujan ini? Seharusnya tak perlu kutanyakan lagi hal ini. Sudah pasti kau bahagia, kan? Sembilan-belas berbilang di tahun ini. Semua berubah, ya? Atau masih sama? Pembukaan ini mengawali datangnya suratku dan aku akan mengatakannya lagi: Selamat ulang tahun, Sayang. Semoga yang terbaik selalu menghampirimu. 
Kali ini aku ingin membicarakan banyak hal bersamamu. Tentang dunia. Ya, dunia. Seperti kamu yang setia mengirimi surat pada dunia hampir setiap hari. Aku ingin seperti itu. Bagaimana dunia di matamu sekarang? Berbedakah? Apa duniamu yang sekarang semakin keras? Pasti iya. Mari kita diskusikan. Aku pernah dengar bahwa dunia pekerjaan adalah milik orang dewasa, tapi ternyata semua itu bohong. Di sini, di dunia ini, semua yang mustahil bisa jadi mungkin. Bahkan anak-anak kecil yang seharusnya belum mengenalnya, mereka bisa jadi salah satu bagian dari pekerjaan, termasuk kamu. 
Mungkin aku belum pernah menyambangi Sedek…

Love Letter #8: Cerita Tentang Mimpi

Dear @PutriLarasati_ 
Apa kabarmu? Kedatangan surat ini tidak membuatmu kaget, kan? Ah, ya, sudah hari ke-8 aku mengikuti event #30HariMenulisSuratCinta ini. Kukira kau mengikutinya juga, ternyata tidak. Ya, aku tahu kau pasti sangat sibuk sekali akhir-akhir ini. Tugas, Try Out, dan segala persiapan menjelang Ujian Nasional pasti menguras waktumu, kan? Semangatlah, adik! Kamu pasti bisa melewati semua ini dengan baik. 
Ini suratku yang pertama untukmu. Untuk seseorang yang sudah kuanggap seperti adik sendiri meskipun kita belum pernah bertatap muka sekalipun. Lucu juga, ya? Kita hanya dekat melalui media sosial: twitter, facebook, dsb. Dan ternyata kita punya hobi yang sama, yaitu menulis. Bahkan aku tidak ingat bagaimana kita bisa saling kenal. Hahaha :D 
Sebagai bentuk rasa sayangku padamu, aku akan bertanya satu hal. Sudah sampai mana persiapanmu untuk menempuh jenjang pendidikanmu selanjutnya? Kuharap kau sudah memikirkan dan mempersiapkannya dengan matang. Barusan aku tidak seng…

Love Letter #7: Sisters

Image
Dear, @FitriHarrayani 
Apa kabarmu? Semoga baik-baik saja. Ah, ya, ini pertama kalinya aku mengirimimu surat. Kali ini aku akan bercerita sedikit. Tentu kau ingin tahu, kan? Karena kau sendiri yang bilang ingin kukirimi surat, jadi kau harus membacanya apapun yang kuceritakan. Hahaha, maaf aku terlalu memaksa. 
Sejujurnya aku rindu berbagi kisah denganmu. Sepertinya jaman SMA kita, saat kita sama-sama duduk di kelas X, waktu yang menyimpan banyak kenangan. Rasanya lucu saat mengingat masa-masa MOPD kita. Aku masih ingat saat ketua OSIS mengomeli kelas kita hanya karena tidak ada yang mau menjadi ketua kelas. Sungguh saat-saat yang mencekam. 
Ada satu hal lagi, saat kelas kita selalu mendapatkan tugas matematika dan kimia yang memeras otak, kita selalu mengandalkanmu. Dan kau dengan sukarela memperbolehkan kami semua melihat hasil pekerjaanmu. Ah, sungguh kau teman yang sangat baik, Fit! 
Berbagi kisah denganmu amat menyenangkan. Aku merasa menemukan tempat baru yang mampu mendengarka…

Love Letter #6: Bantu Aku Menggenggam Senja.

Dear @Raditaama, 
Kurasa aku tak perlu bertanya kabarmu karena aku sudah tahu kau pasti baik-baik saja, meskipun aku tidak tahu bagaimana kondisi hatimu. Mungkin saja hatimu sedang terpenjara rindu pada gadis-yang-entah-kau-sebut-apa. Ah, ya, semoga ia mampu menangkap debar rindu yang selama ini jadi candu untukmu. 
Radit, biarkan aku berkisah, tapi aku tidak akan bertanya apakah kau mau mendengar kisahku ini. Aku hanya ingin menari di atas lantai kata dan membaginya bersamamu. Dan ya, kau benar. Aku memang harus bertarung melawan sembilu. Menenggelamkan keping-keping kenang yang hidup di seluruh hatiku. 
Malam itu, sebelum aku memutuskan untuk mengakhiri semua penantian, aku sadar bahwa akan ada banyak hal yang sia-sia ketika aku melanjutkan "permainan" ini. Kukira semua sudah selesai sejak Hari Perpisahan sekolah kita tempo lalu, tapi ternyata tidak. Aku... Semakin terjebak. Aku sadar, tapi aku tak bisa "berlari". Niatku tersandung batu kenangan itu. 
Semua tahu…

Love Letter #5: Happy Birthday!

Dear, @AA1878_ 
Suratku datang mengawali hariku di hari kelahiranmu. Di waktu ini, aku ingin menceritakan sebuah kisah. Kisah sedih seseorang di negeri antah berantah. 
Suatu hari ada seorang pemuda yang hidup sederhana. Rumah, pakaian, pergaulannya, semua hal yang ada pada dirinya serba sederhana. Ia selalu menghadapi semuanya dengan sederhana. 
Sikapnya ramah. Penuh dengan perjuangan. Ia bukan seorang yang pantang menyerah. Ia senang bekerja keras. Ia berjuang untuk mengejar mimpinya meski harus jatuh bangun dan seringkali gagal. Hingga akhirnya ia menggenggam mimpinya. Membawanya menjadi seseorang yang sukses dan bahagia. 
Ada sebuah lirik lagu yang aku yakin kamu tahu. 
Ini sepotong kisah, tentang perjalanan.. seorang insan, menapaki jejak kehidupan. Dia lahir ke dunia , dari keluarga... tidak miskin, kurang kaya, yo tapi sederhana. Ayah berdagang, ibu mengasuh dia di rumah.. sejak kecil belajar susah, hanya bersikap pasrah. Sempat sesaat, mengenal A. S. I. dari ibu. Syukuri rahmat, dapa…

Love Letter #4: My Idol and My Dreams

Dear, @OfficialBondan
Awalnya aku tak tahu siapa dia. Mendengar lagunya pun aku tak suka. Padahal dia sudah terkenal sejak dulu, sejak dia kecil mungkin. Tapi tetap saja aku tak menggubrisnya. Karena aku tak kenal dia. Lama sekali aku tak juga mengenalnya ataupun mengabaikan informasi tentang lagu-lagunya. Yah, aku belum melihat wajahnya yang ganteng sampai membuatku mencintainya seperti mencintai seseorang (maap yehh rada lebay :P)
Tahun 2010 aku mulai mengetahuinya lewat sebuah lagu yang sering diputar di TV atau sekedar anak-anak yang menyanyikannya. Aku mulai tertarik dengan lagu itu karena liriknya bagus dan suara penyanyinya pun tak kalah bagus. Aku coba mencari saluran TV yang memutarkan videoklipnya secara utuh. Kuperhatikan dengan sedetail-detailnya. Ternyata eh ternyata… Aku suka padanya pada pandangan pertama. Dialah Bondan Prakoso.
Aku mencari tahu informasi tentang Bondan Prakoso karena kebetulan teman sekelasku, orang yang aku sukai sering menyanyikan lagu-lagunya. Mas …

Love Letter #3: MOVE ON!

Dear @AfriantiPratiwi 
Bagaimana keadaan hatimu? Aku tahu pasti kau bimbang karena acara TV semalam. Iya, aku tahu kau menontonnya. Dan banyak hal yang bisa kau simpulkan dari acara itu: MOVE ON. 
Aku sendiri yakin kau sudah sejak lama menginginkan hal itu. Tapi niatmu selalu tersandung kepingan masa lalu dari lelaki itu, kan? Come on, Sayang, kau bisa melupakan lelaki itu. Mungkin membuang rasa sayangmu padanya tidak mudah, tapi aku yakin kau bisa. 
Sayang, jangan menggantungkan hatimu padanya. Kau sadar, kan, selama tiga tahun lebih kau menantinya, Tuhan tak kunjung mendekatkanmu dengannya. Itu sudah sebuah petunjuk, Wi. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untukmu dan dia, lelaki itu, bukan yang terbaik. 
"Tiwi! Sudah 3 tahun, dan hanya berakhir dalam puisi? Pecundang kau!" 
Ah, ya. Aku juga mengerti kata-kata itu menyakiti hatimu, tapi itulah kenyataan yang ada pada dirimu saat ini! Percayalah, aku sayang padamu. Maka lepaskan dia pelan-pelan. Kau tidak akan bisa menemuka…

Love Letter #1: Sepotong Surat Usang

Dear My Glassesprince,
Aku mau cerita ya sama kamu, apa aja yang aku rasain selama setahun ini. Aku harap kamu nggak marah sama tulisanku ini. Aku cuma mau kasih tau aja kok meskipun kamu nggak minta. Maaf ya kalau kamu nggak suka sama ini. Tapi aku Cuma bisa ngunkapin lewat tulisan aja. Soalnya aku nggak punya keberanian buat ngomong sama kamu. Let’s go, hehehe… 
Kamu tau nggak apa reaksi aku pas pertama kali ketemu kamu? Kamu itu anak yang cerewet, bawel, dan aku rasa kamu suka caper alias cari perhatian sama kakak kelas. Mungkin kamu lagi adaptasi kali ya… Atau mungkin kamu emang begitu dari dulu? Oke nggak apa-apa. Itu bukan sesuatu hal yang buruk kok.
Kamu pasti nggak tau kan, kalau aku tuh sering banget merhatiin kamu? Dari mulai cari tau nama kamu, asal sekolah kamu, rumah kamu, temen-temen kamu, kesukaan kamu, dan yang terakhir aku dapetin nomer HP kamu dari sohib sekaligus tetangga kamu. Dia sekarang jadi temen baik aku juga loh ^^.
Pertama kali aku ngerasain sesuatu yang be…