Tuesday, January 14, 2014

Sebuah Perwujudan Impian (Puncak Gunung Slamet, 3428 mdpl)

Di kertas itu aku menulisnya, "Ingin naik gunung Gede-Pangrango tahun 2013". Tidak pernah terpikirkan bagaimana caranya aku sampai. Usahaku tidak maksimal dan impian itu lebur bersama angin yang pergi. Tidak pernah kubayangkan bahwa Allah memberi kesempatan lain yang lebih hebat daripada mimpi tertulisku itu.


Sebelum ini, aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan menjejak kota ini. Sebuah kota tempatku menuntut ilmu yang mampu membuatku mewujudkan impian dan keinginanku itu. Tidak pernah terbayangkan bahwa aku akan mampu berdiri di puncak itu di bulan akhir 2013.

Langkah menuju puncak tidaklah mudah. Namun, ketika kaki mulai jenuh menjejak bebatuan, ketika tangan mulai lelah berpegang pada akar pohon, ketika mata mulai letih menatap puncak yang jauh, saat itulah aku mengerti. Bersama mereka, aku bisa. Lagi-lagi sugesti positif menjadi tumpuanku.

"Ayo, Wi, dikit lagi nyampe kok." Salah satu dari mereka memberiku motivasi kala aku sudah benar-benar lelah untuk berjalan.

Hidup ibarat proses mendaki gunung bagiku. Medan berat bukanlah suatu masalah ketika aku tahu bagaimana cara melewatinya. Puncak gunung adalah kesuksesan yang aku dapat ketika semua proses aku lakukan dengan baik. Dan ketika turun, aku akan menjadi seseorang yang sederhana, kemudian mengulangi prosesnya untuk mencapai (puncak) kesuksesan itu lagi.

Dan pada akhirnya, sebuah mimpi mendaki gunung, Allah berikan padaku di 8 Desember 2013. Meskipun bukan gunung yang sama seperti yang aku tulis di kertas itu, tapi ini lebih hebat.
Gunung Slamet, 3428 mdpl. Bersama kawan-kawan KMPA FISIP Unsoed.



Purwokerto, 14 Januari 2014.

2 comments:

  1. Pasti bahagia dan bangga banget ... aku yang lahir dan besar di kaki gunung itu hingga kini masih bermimpi dan belum terwujud ... selamat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Memang sebuah pencapaian besar, gunung pertama yang didaki adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah :')

      Delete