Saturday, January 25, 2014

Aku Di Antara 1000 Bayangmu

Duhai bayangan yang menghantui setiap bunga tidur. Menyelinap masuk di setiap serpihan waktu kosong. Kau tahu apa yang kusebut hening? Kebisuan yang terjadi saat bising menyeringai di antara kita. Itu arti hening bagiku. Ah, ya, mungkin kau tidak mengerti apa yang kumaksud, biarlah hanya aku yang mengerti ini.

Duhai bayangan yang tenggelam dalam ilusi. Kau tahu apa yang kusebut rindu? Suatu perasaan di sela-sela dingin jarimu dan terperosok di antara rasa cinta yang lebur bersama sendu yang menggumpal. Aku yakin kau mengerti apa itu rindu. Hanya saja, kau melakukannya dengan cara lain, tidak sepertiku yang terus menggerutu karena rindu dicekam dinginnya hatimu.

Duhai bayangan yang lebur dalam hujan. Kau tahu apa yang kusebut resah? Gumpalan gelisah yang tinggal di dasar hati kemudian berhamburan seperti ucapan yang tertahan di ujung bibir: kelu.

Seperti yang sudah kubilang: "Pertemuan yang diharapkan tidak selalu menyenangkan."

Aku hanya bisa menatap bias-bias rindu yang larut bersama hujan. Tergerus oleh awan sendu yang kelabu. Dan aku tahu, hatimu masih menyisakan ruang, meski bukan untukku.

Aku di antara 1000 bayangmu yang menyatu di sudut hati. Membeku bersama kepingan kenangan. Ah, ya, tidak akan ada yang peduli dengan ini, terutama kau.

Cileungsi, 25 Januari 2014.

No comments:

Post a Comment