Aku Belum Jadi Komunikan Yang Baik



Ini pengalaman barusan. Aku baru saja menaiki sebuah angkot yang kosong di terminal, kemudian angkot tersebut dipenuhi oleh anak-anak SMA yang kupikir dari Korea, karena aku mendengar bahasanya. Seolah ada rasa ingin menyapa, bertanya apa tujuan mereka disini, tapi akhirnya aku hanya bungkam di bangku belakang supir sambil memperhatikan.

Rupanya aku malah sibuk menjawab pertanyaan seorang ibu yang duduk di sebelahku tentang kemana harus mengantar berkas surat yang dibawanya. Aku menjawab sekenanya, setahuku, dan semampuku. Sambil lagi-lagi melirik ke sudut bangku untuk memperhatikan obrolan anak-anak dari Korea tadi. Mereka sibuk sendiri. Awalnya mereka sempat bertanya pada seorang gadis yang duduk bersamaku di dalam angkot seputar Unsoed. Ah ya, aku pikir ia mahasiswi unsoed tahun pertama juga.

Kadang aku tersenyum geli mendengar percakapan anak-anak dari Negeri Ginseng itu. Mereka berlima, tiga laki-laki dan dua perempuan. Teman rombongan mereka menaiki angkot yang lain karena angkot yang mereka tumpangi (bersamaku) tidak cukup untuk menampung mereka semua. Salah seorang dari mereka mampu berbahasa Indonesia meski agak tersendat-sendat. Lucu mendengar mereka berbicara.

Ketika gadia yang mengobrol dengan mereka turun terlebih dahulu, mereka sempat bingung. Mereka tidak tahu harus turun di mana, meskipun kulihat mereka membawa selembar peta Purwokerto. dan ketika supir berhenti menurunkan penumpang, mereka bertanya.


"Paa... Paa... Ini Unsoed?" kata salah seorang dari mereka yang bisa berbahasa Indonesia bertanya pada sang supir. Pak supir hanya melirik dari kaca spion tanpa menajwab apa-apa, maka akulah yang menjawab dengan komunikasi non verbal berupa gelengan kepala dan menunjuk ke arah depan. Jujur, itu kulakukan karena bahasa Inggris-ku yang kacau, meski aku bisa sedikit-sedikit jika hanya percakapan umum.

Dari hal ini aku belajar sedikitnya satu hal bahwa komunikasi itu penting. Aku sedang belajar berkomunikasi dengan orang lain dengan lebih baik, bahkan tidak memungkiri suatu saat nanti aku akan bisa bercakap-cakap dengan orang lain menggunakan bahasa asing.



Purwokerto, 21 Januari 2014.
Menjelang kepulangan ke Bogor.

Comments

  1. Memang berbicara itu nggak semudah yang dibayangkan, sih. Lain kali coba ngobrol aja, Kak. Biar dapat kenalan orang Korea. ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)