Posts

Showing posts from January, 2014

Aku Di Antara 1000 Bayangmu

Duhai bayangan yang menghantui setiap bunga tidur. Menyelinap masuk di setiap serpihan waktu kosong. Kau tahu apa yang kusebut hening? Kebisuan yang terjadi saat bising menyeringai di antara kita. Itu arti hening bagiku. Ah, ya, mungkin kau tidak mengerti apa yang kumaksud, biarlah hanya aku yang mengerti ini.

Duhai bayangan yang tenggelam dalam ilusi. Kau tahu apa yang kusebut rindu? Suatu perasaan di sela-sela dingin jarimu dan terperosok di antara rasa cinta yang lebur bersama sendu yang menggumpal. Aku yakin kau mengerti apa itu rindu. Hanya saja, kau melakukannya dengan cara lain, tidak sepertiku yang terus menggerutu karena rindu dicekam dinginnya hatimu.

Duhai bayangan yang lebur dalam hujan. Kau tahu apa yang kusebut resah? Gumpalan gelisah yang tinggal di dasar hati kemudian berhamburan seperti ucapan yang tertahan di ujung bibir: kelu.

Seperti yang sudah kubilang: "Pertemuan yang diharapkan tidak selalu menyenangkan."

Aku hanya bisa menatap bias-bias rindu yang lar…

Aku Belum Jadi Komunikan Yang Baik

Image
Ini pengalaman barusan. Aku baru saja menaiki sebuah angkot yang kosong di terminal, kemudian angkot tersebut dipenuhi oleh anak-anak SMA yang kupikir dari Korea, karena aku mendengar bahasanya. Seolah ada rasa ingin menyapa, bertanya apa tujuan mereka disini, tapi akhirnya aku hanya bungkam di bangku belakang supir sambil memperhatikan.
Rupanya aku malah sibuk menjawab pertanyaan seorang ibu yang duduk di sebelahku tentang kemana harus mengantar berkas surat yang dibawanya. Aku menjawab sekenanya, setahuku, dan semampuku. Sambil lagi-lagi melirik ke sudut bangku untuk memperhatikan obrolan anak-anak dari Korea tadi. Mereka sibuk sendiri. Awalnya mereka sempat bertanya pada seorang gadis yang duduk bersamaku di dalam angkot seputar Unsoed. Ah ya, aku pikir ia mahasiswi unsoed tahun pertama juga.
Kadang aku tersenyum geli mendengar percakapan anak-anak dari Negeri Ginseng itu. Mereka berlima, tiga laki-laki dan dua perempuan. Teman rombongan mereka menaiki angkot yang lain karena angk…

Aku Ingin Berlari, Tapi…

Aku selalu ingin berlari. Menjauh dari kenangan yang terhampar di pelupuk mataku setiap aku memejamkan mata. Aku selalu ingin pergi. Melangkah pasti tanpa harus membongkar peti kenangan itu lagi. Aku selalu ingin menghilang. Pergi dari kekosongan yang kuhadapi saat ini. Dan aku selalu ingin bilang bahwa aku tidak sanggup.
Seperti yang Radit bilang, “Ini bukan cerpen ataupun novel, tapi ini curhat yang dibalut kiasan.” Dia benar. Aku selalu menuliskannya tentang kamu. Tentang bait kesedihan yang selalu hadir saat sepi menyerang. Dan angin angin sunyi yang tenang itu tidak pernah menyampaikan rinduku, kan?
Apa kau pikir aku mampu melangkah pergi dari kenangan itu? Kau bilang aku bisa, tapi ternyata tidak. Dan sekarang akan kukembalikan pertanyaan dan pernyataanmu itu padamu. Kau masih belum bisa melupakannya, kan? Pun denganku.
Aku ingin lari, tapi langkahku tersandung oleh angan kosong. Coba kau pikir. Mana bisa aku berlari jika harus menyeret sisa-sisa figura masa lalu itu? Kau berca…

Tentang Waktu dan Jarak

Image
Entah... Kekuatan magis apa yang membuatku amat mencintai hujan. Tetesan-tetesan air yang jatuh dari langit yang kelabu memberi energi baru untukku. Setidaknya selalu ada bahagia yang menelusuri dinding hati saat mendung menjelma jadi hujan yang deras. Meski suasana hati yang riang menjadi kelabu, tersamar oleh hujan yang lama. Hingga selalu ada cerita dibalik hujan yang datang.
Sejak dua-ribu-sembilan. Ada ikatan yang nyata untuk semua hal yang pernah kita lalui. Bersama mengejar mimpi. Bergurau bahwa suatu saat kita bisa hidup sukses terlepas dari olok-olok orang. OPTIMIS. Kita saling menguatkan, mendengar, dan berkisah satu sama lain. Mungkin aku yang banyak diam dan tak bisa memberi saran sehebat yang kau lakukan, tapi percayalah bahwa aku pendengar yang baik untuk semua kisahmu.
Malam mengantar dingin yang beku saat aku membaca sepucuk tulisanmu di layar monitor. Foto itu. Aku ingat saat debur ombak di Pantai Jimbaran malam pergantian tahun. Dan aku masih juga berkisah tentang s…

Sebuah Perwujudan Impian (Puncak Gunung Slamet, 3428 mdpl)

Image
Di kertas itu aku menulisnya, "Ingin naik gunung Gede-Pangrango tahun 2013". Tidak pernah terpikirkan bagaimana caranya aku sampai. Usahaku tidak maksimal dan impian itu lebur bersama angin yang pergi. Tidak pernah kubayangkan bahwa Allah memberi kesempatan lain yang lebih hebat daripada mimpi tertulisku itu.

Sebelum ini, aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan menjejak kota ini. Sebuah kota tempatku menuntut ilmu yang mampu membuatku mewujudkan impian dan keinginanku itu. Tidak pernah terbayangkan bahwa aku akan mampu berdiri di puncak itu di bulan akhir 2013.
Langkah menuju puncak tidaklah mudah. Namun, ketika kaki mulai jenuh menjejak bebatuan, ketika tangan mulai lelah berpegang pada akar pohon, ketika mata mulai letih menatap puncak yang jauh, saat itulah aku mengerti. Bersama mereka, aku bisa. Lagi-lagi sugesti positif menjadi tumpuanku.
"Ayo, Wi, dikit lagi nyampe kok." Salah satu dari mereka memberiku motivasi kala aku sudah benar-benar lelah untuk berjal…

A Letter to My Self (Edisi Kesadaran)

Image
Dear, Myself Aku bisa membayangkan betapa lelahnya dirimu terjebak dalam penantian. Aku mampu menghitungnya. Deretan tahun yang bergerak kadang tidak sebanding dengan penantianmu yang terukur oleh detik. Dan aku tahu kamu lelah.
Sayang, tidakkah kamu berpikir untuk berhenti? Apa yang sebenarnya kau tunggu dari dia? Waktu yang sering kau hitung dan menjadi rentetan kenangan itu nyatanya tidak membawa dampak apapun bagi dirinya. Dia tetap pada pendiriannya. Bersikap seolah-olah kau tak pernah ada dalam hidupnya. Dia mengabaikanmu.
Kau harus dengarkan aku. Berhentilah menunggunya, Sayang. Hidupmu masih panjang. Kau tidak seharusnya terpaku pada satu orang, yang bahkan dia sendiri tidak pernah menyadari ketulusanmu. Kau seharusnya sadar, kau bisa menemukan yang lebih baik di luar sana. Hidupmu bukan hanya cerita dalam lingkaran laki-laki itu. Ya, meskipun aku tahu, kau memiliki banyak kesempatan bercerita tentang dirinya.

Aku tahu kau tidak bodoh, Sayang. Kau hanya bimbang dengan situasi…