Saturday, December 27, 2014

Giveaway Boekoe Factory Outlet - Sekadar Tulisan

Halo!
Ini kayaknya giveaway kesekian yang aku ikuti di blog. Entah aku tak pernah menghitung berapa banyak aku mengikuti giveaway semacam ini. Biasanya cuma iseng-iseng aja. Tapi siapa tahu aku beruntung, ya dicoba saja.

Wednesday, December 24, 2014

Ini Galeri Waktu, Tuan.

Hai. Sudah tidur? Aku belum.
Aku mau bercerita. Tidak banyak, tapi anggaplah ini pengantar tidur. Semoga kau mengantuk atau semoga tidurmu lebih lelap.

Wednesday, December 10, 2014

Daddy's Little Girl

Hello my good readers, sore ini aku ingin bercerita tentang seseorang.

Ada satu waktu dimana aku membutuhkan bahu untuk bersandar.
Ada satu waktu dimana aku membutuhkan tangan yang siap menggandengku kemanapun.
Ada satu waktu dimana aku membutuhkan seorang yang siap melindungiku, membiarkanku berjalan di depan, dan ia di belakang, menjaga.
Ada satu waktu dimana aku membutuhkan nasihat-nasihat baik untuk hidupku beserta kepahitan yang menjadi pelajaran bagiku.

Sunday, December 7, 2014

How To Be Brave?

Pada setiap detik aku memikirkan sebuah perasaan, aku selalu ingin bertanya, "Tidakkah kamu bersedia untuk mencariku?"
Untuk waktu yang selama ini aku lalui dengan penuh suka cita sekaligus duka cita atas keperihan yang membawaku mengerti keadaan, aku sudah cukup mengerti tentang segala kesibukanmu.
Pada waktunya nanti kita akan benar-benar terpisah jarak. Kemudian tidak ada lagi tatap muka di antara kita.

Thursday, December 4, 2014

My Brother: Azis Kurniawan

This is for my beloved brother, Azis Kurniawan.
Taraaa, ini orang yang paling galak waktu jadi tatib diksarnya aku. Awal-awal aku enggak deket sama dia. Masih ada rasa segan dan takut kalo ngobrol sama dia. Aku bahkan jarang banget ngobrol sama dia. Seperti yang lainnya, aku panggil dia dengan sebutan "Mas".Dia asli orang Jawa, jadi pantes juga kalo dipanggil begitu.

My Brother: Erwin Ibrahim

This is for my beloved brother, Erwin Ibrahim.

Postingan ini aku tulis karena aku merasa memiliki seorang kakak laki-laki yang selama ini aku inginkan. Sejak dulu, sejak takdirku menjadi anak sulung, aku selalu menginginkan punya seseorang yang mampu aku panggil "kakak". Baik perempuan ataupun laki-laki, aku sangat ingin punya kakak. Di sini, di tempat ini, di ruang yang kita sebut keluarga, aku menemukannya. Bahkan lebih dari satu orang yang bisa aku panggil dengan sebutan itu.

Tuesday, November 25, 2014

Terima Kasih

Seberapa sulit mengucapkan terima kasih setelah kita ditolong oleh orang lain? Dua kata itu terkadang sulit diucapkan ketika ketetapan hati untuk membenci seseorang itu ada, betapapun baiknya orang tersebut. Rasanya kata sesederhana itu mampu meruntuhkan harga diri ketika kita mengucapkannya pada orang yang dibenci. Ah, sebenarnya kata terima kasih itu sungguh sangat sederhana sekali. Aku tidak bohong. Sesimpel mengeja kata yang maknanya mampu membuat kita memiliki rasa keikhlasan dan kelegaan.

Saturday, November 22, 2014

I'm Back.

Katanya setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Iya perpisahan selalu ada. Entah perpisahan jarak secara hitungan, fisik, maupun perpisahan dunia yang sedari dulu kita sebut kematian. Perpisahan itu meninggalkan banyak kesedihan, bukan hanya rasa kehilangan di dalam rongga dada yang kemudian menyisakan tangisan. Perpisahan lebih daripada itu. Ada yang memang harus berpisah; seperti sebuah keputusan atau kesepakatan bersama. Terkadang perpisahan memang harus disikapi. Namun perpisahan selalu punya waktu sendiri.

Sunday, November 16, 2014

Me Time

Hello my good reader...
How's your Saturday Night? Great? I wish.

Aku lagi-lagi ingin bercerita. Saat ini aku sudah seperti orang gila yang haus waktu luang, sendiri. Satu-satunya waktu yang ingin aku nikmati tanpa gangguan. Waktu yang ingin aku lewati tanpa harus terburu-buru waktu. Aku menyadari hidupku tidak bisa seperti itu, tetapi entah mulai dari kapan rasanya aku lelah menghadapi segala macam kegiatan yang terlanjur aku masuki.

Thursday, November 6, 2014

Hampa.

Dear my good readers, would you like to read this post until the end?
If it yes, I'll say thanks a lot.
If it no, I'll  say thanks, too.

Hampa.
Apa kalian pernah merasa bahwa yang kalian lakukan selama ini hanya seperti... kepura-puraan?
Atau kalian pernah merasa bahwa yang kalian jalani selama ini hanyalah bagian dari sistem yang harus dijalani tanpa ada efek apapun untuk diri kalian?
Apa kalian pernah merasa bahwa selama ini kalian berjalan tidak dengan kehendak kalian sendiri?
Dan, aku ucapkan selamat datang pada dunia kehampaan. Dunia penuh misteri yang menyulap kalian menjadi seseorang yang bukan kalian.

Friday, October 31, 2014

Menanti Senja

Dokpri

Ada yang lelah menanti senja: aku
Sekiranya ada waktu yang lebih indah dari senja adalah pagi
Saat matari perlahan mulai hidup; memberi kehidupan

Tuesday, October 28, 2014

Hai, Kamu.

Hai. Kamu tahu apa yang aku pikirkan saat mendung? Hujan. Iya, aku memikirkan hujan. Kamu pasti tahu kenapa aku suka hujan. Kalau kamu tidak tahu, aku akan memberitahumu. Hujan itu menyejukkan, seperti kamu yang tenang dibalik semua sikapmu. Duh, kenapa aku jadi begini sih? Aku boleh bilang nggak kalau aku rindu? Atau aku harus tenang, menunggu kamu yang rindu aku? Hm, sampai kapan itu?

Hari Blogger Nasional

Hello my good readers...

27 Oktober 2014. Hari Blogger Nasional. Sungguh aku baru tahu kalau hari ini dilabeli sebagai Hari Blogger Nasional. Halooo... aku suka ngeblog, suka baca blog, suka curhat di blog, suka segala macem di blog, tapi kenapa aku baru tahu kalau hari ini itu Hari Blogger Nasional??? Betapa KUDET-nya aku? Ya ampun!

Monday, October 27, 2014

They're Called Me "Ntiw"

Hello my good readers. So, how are you today? Great? I hope so.

Seperti judulnya, aku mau bercerita tentang mereka-mereka yang memanggilku dengan nama "Ntiw". FYI, namaku Afrianti Eka Pratiwi, panggilannya Tiwi. Iya, beberapa dari teman-temanku memanggilku dengan Tiwi atau ada juga yang memanggil Tiwe. Hahaha. Well, hingga saat ini ada panggilan terbaru buat aku, "Ntiw". Lucu ya?

Wednesday, October 22, 2014

This Is His Request!

Hello my good readers...
Siang ini aku di MAP, mengerjakan tugas Pers untuk esok hari. Rasanya agak membingungkan gitu, seharusnya aku bisa mengerjakan ini sebelumnya, tapi salah aku sih kebanyakan menunda waktu. Baiklah, postingan kali ini bukan berisi keluhanku, melainkan aku akan bercerita tentang seseorang. For your information, ini berdasarkan permintaannya tempo hari padaku agar menulis tentangnya.

source by google.com

Thursday, October 9, 2014

This Is About Something

Hello my good readers....

Aku hanya ingin bercerita tentang sesuatu yang membuatku merasa senang sekaligus sedih. Ini bukan lagi tentang ego yang ingin diperhatikan, melainkan aku yang harus memperhatikan yang lain. Sesungguhnya ini bukan tentang sesuatu juga, ini tentang seseorang yang seringkali membuatku berpikir bahwa aku akan berakhir dengannya. Padahal, entah hasil akhir apa yang Allah tuliskan dalam takdirku pun aku belum tahu bahkan tidak pernah tahu.

Hari kemarin aku mendiamkan diriku dalam pikiran. Ada sekelebat ketakutan saat memikirkan satu kata: "PERPISAHAN".

Sekre Himakom, 9 Oktober 2014. 15:25.

Monday, September 29, 2014

10 Songs I Love

Hello my dearest readers...

Lagu apa sih yang sering kamu dengerin sekarang-sekarang ini? Atau lagu apa yang kamu sukaaaa banget sampe rasanya nggak boleh ketinggalan. Aku punya 10 lagu yang aku suka (sebenernya banyak, tapi karena cuma disuruh 10, yaudah). Ada beberapa alasan kenapa aku menempatkan lagu ini pada barisan "songs I love", kebanyakan sih karena liriknya bagus dan aku suka penyanyinya.

Sunday, September 28, 2014

What I'm Afraid Of?

Hello my good readers. How's your day? Great?

Apa sih yang aku takutkan? Baiklah, aku akan bercerita sedikit tentang beberapa hal yang membuatku takut.

Aku takut kehilangan orangtuaku. Siapa sih yang nggak takut kehilangan orang yang disayang seperti orangtua? Mungkin udah jadi takdir kalau suatu saat orangtua akan ninggalin kita, tapi ah aku tetep takut, tetep sedih.

Saturday, September 27, 2014

20 Facts About Me

Selamat malam, pembaca.
Ini postingan kedua di #25DayBlogChallenge. Tema kali ini adalah 20 Facts About Me, yang juga marak di facebook. Postingan kali ini juga menjadi ajang pengenalan diri sendiri dan dilandasi dengan teori dalam mata kuliah Komunikasi Antarpersona. Sebagaimana tugas Komunikasi Antarpersona, kita harus bisa mengenali diri sendiri. Maka, aku memberikan 20 fakta tentang diriku, baik ataupun buruk menurutku.

Friday, September 26, 2014

Introduction

This is me

Hello my good readers...
This is my first post on #25DayBlogChallenge. In this post, I will introduce myself. Let me tell you.

Wednesday, September 24, 2014

The Factor

Happy morning, my good readers...
Sudah sarapan? Atau masih menunggu seseorang yang ngajakin sarapan bareng? Silakan saja.

Well, sepagi ini sebelum kuliah, aku bermaksud untuk menceritakan sebuah kegelisahan yang sempat menghantui. Mungkin ini tentang hati, tapi konteksnya berbeda karena aku sedang ingin membahas bagian tentang sikap komunikasi nonverbal yang telah aku lakukan. Selama belajar di jurusan komunikasi, sedikit banyak aku tahu bahwa gerakan nonverbal yang awalnya mungkin tidak aku perhatikan, bisa membuat orang lain menginterpretasikan secara berbeda-beda. And then, this is my story.

Open Self

Hello my dearest readers...
Can you hear the voice of rain? Yes, now the rain is coming.

Sesore yang nggak ada kuliah sinematografi ini, aku sendirian di MAP. Niatnya mau kirim email, download anime, dan lain-lain. Kemudian aku ingat sesuatu, aku harus membuat sebagian surat untuk humas-nya KUE LAPIS. Mendung udah bergelayut dari tadi, dingin. Pengennya sih cepet ke kosan terus tidur, tapi apa daya, masih ada rapat menunggu. Jadi, aku mau sedikit pamer aja deh. Foto hasil jepretanku yang kupikir sesuai feeling, ternyata masuk nominasi pas di kelas tadi. Ya, aku sih seneng-seneng aja. Lumayan kan nambah nilai buat naikin IP-ku.

Monday, September 22, 2014

Guilty Feeling

Hello my dearest reader...
This morning I'm with my friends, Triana, Eci, Tri, and Lintang at Magister Administrasi Publik. Hari ini nggak ada dosen dan cuma satu mata kuliah, jadi setelah nggak ada dosen, aku gabut gini. Hahaha.

Well, sepagi ini yang masih dilandasi rasa ngantuk, laper, dan haus, aku mau bicara tentang perasaan bersalah yang selama ini menghantui diri aku. Kemarin-kemarin seringkali aku merasa bersalah ketika tidak melakukan sesuatu yang seharusnya. Penyebabnya ada pada diriku, aku terlalu pemikir dan mengandalkan mood untuk melakukan sesuatu. Ketika aku merasa tidak nyaman dengan sesuatu, maka aku akan sangat malas untuk melakukannya.

Friday, September 19, 2014

The Real Friends?

Hello my dearest readers.

Sore yang dipenuhi rasa mengantuk ini aku mencoba untuk waras dan membahas tentang rasa PEKA terhadap pertemanan. Di dunia ini kita kan nggak sendirian, apalagi hidup di lingkungan sosial, secara otomatis kita selalu kenal dengan orang lain. Tulisan ini sendiri terinspirasi dengan obrolan akhir-akhir ini yang membuatku sadar bahwa sebuah kejujuran memang harus diungkapkan, terlebih pada teman.

Sunday, September 14, 2014

You Want, Then You Try!

Hello readers...

Terinspirasi dari tulisan Eciiiiiw's blog, aku merasa ada sesuatu yang seharusnya diperjelas tentang sebuah keinginan dan usaha. Di sini, aku menyoroti masalah keinginan yang terlaksana karena kerja keras atau sesuatu yang didapat sebagai perwujudan dari tujuan awal.

Speak Now!

Berbicara adalah salah satu cara untuk diperhatikan.
I think, but I can't speak...

source by google.com

Saturday, September 6, 2014

A Special Message (Part 1)

This is spesial for you, my readers...

A Special Message
Oleh Afrianti Eka Pratiwi

Aku baru saja tiba di rumah beberapa menit yang lalu setelah mengantarkan Rita, kekasihku, pulang. Rasanya lelah sekali setelah seharian berjalan-jalan dengannya. Mataku sudah mengantuk sejak dalam perjalanan pulang dari rumah Rita tadi sehingga aku langsung merebahkan tubuhku ke kasur tanpa mencuci muka terlebih dahulu.

Saturday, August 30, 2014

You In My Circles

Hello readers. In this time, I'm not alone. I'm with Eciii. But, I still thinking of you.

Hai, hai. Aku mau bercerita tentang sesuatu. Aku bukan tipe orang yang mudah menyembunyikan sesuatu, tetapi jika itu rahasia yang harus kujaga, aku mampu. Nah, ini tentang kamu. Iya, kamu. Aku enggak tahu nih, harus diem apa enggak.

Saturday, August 23, 2014

X-Factor

Hello readers... Aku rindu kalian.

Aku ingin bertanya, seberapa bisa kalian mengungkapkan sesuatu di dalam pikiran kalian kepada orang lain? Spontan? Dengan perencanaan, atau tidak bisa sama sekali meskipun sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari? Termasuk yang manakah kalian?

Tuesday, August 19, 2014

When You're Mom Talking About (Your Future) Wedding

Hello readers. Still awake? I do.
Barusan abis nonton Bondan Prakoso nih, lumayan ngilangin kangen. Dan sekalian ngisi kuisioner, mumpung website SIA lagi nggak down gara-gara crowded. Well, jam segini aku mau ngelantur dikit nggak apa-apa kali ya. Hubungannya sama pernikahan, masa depan, dan cinta. Duh, entahlah apakah waktu-waktu kayak gini bagus apa enggak buat ngomongin hal yang masih jauh begini. I'm still 19 years old, dear. Hahaha.

Friday, August 15, 2014

Voice

Hello readers...
Sepagi ini selalu ada yang istimewa, ya? Kenapa? Karena aku masih hidup. Sesederhana itu saja.

Jadi, kenapa aku menulis ini. Lagi-lagi ini tuh kayak keragu-raguan yang tiba-tiba muncul. Kemarin aku bilang aku mau menyimpannya sendiri, tapi hasilnya, aku tetap saja bercerita. Apa yang kutulis di dalam sini menandakan bahwa aku enggak bisa mengatakannya secara langsung. Antara enggak punya nyali dan terlalu takut sama hasilnya. Aku-enggak-berani-ambil-risiko.

Bagaimana orang mau mengerti jika kamu tidak bicara?
Bagaimana orang mau tahu jika kamu diam saja?

Aku juga mengerti, tetapi aku merasa tidak perlu mengatakannya. Entah, selamanya begini atau pada akhirnya aku akan memilih mengatakannya dengan cara lain.

Cileungsi, 14 Agustus 2014. 10:57.
Selamat Hari Pramuka!

Wednesday, August 6, 2014

Unspoken

Hello readers... Still awake? I wish.
Aku bukan imsomnia, aku hanya sengaja meminum secangkir kopi untuk teman membaca buku. Iya, aku rindu membaca buku. Satu buku yang belum habis dalam dua minggu ini. Jadi aku memutuskan untuk membaca. Ah, kenapa buku-buku selalu berhasil memikatku?

Tuesday, August 5, 2014

Too Young

Hello readers...
Back to weekdays, but enjoy your life. Kali ini aku mau cerita tentang sesuatu. Iya, ini tentang aku lagi. Sepanjang abjad yang aku tulis di blog ini ya tentang aku. Aku belum menulis tentang yang lain.

Saturday, July 26, 2014

Rasa; Pengembalian Waktu

For my dearest readers...
Aku persembahkan ini untuk kalian...

Rasa; Pengembalian Waktu

Aku meringkuk dalam selimut. Dingin menjalar pada kulit, tulang, dan seluruh tubuh. Kain tebal juga tipis yang membungkus diri tak jua mengusir dingin. Gigil ini yang biasa datang seusai hujan. Hanya saja, ada rasa tambahan setelah petir-petir diluar bersahutan nyaring. Rasa getir tentang hatimu yang jatuh dalam pilu. Aku meringkuk, memeluk bahuku sendiri makin erat. Aku menggigil, seperti tak ada lagi udara yang masuk di pembuluh darah.

Wednesday, July 23, 2014

Pertemuan: Asing

Hello, readers...
I want to share something. Agak nggak penting sih, tapi aku akan membuat ini berguna.

Baca judulnya di atas, kan? Ya, pertemuan: asing. Kenapa aku pakai judul itu? Selain melengkapi urutan abjad dari sebelumnya, aku juga punya cerita yang mau aku sampaikan sama kalian. Well, seperti aku bilang tadi, ini nggak terlalu penting, jadi nggak perlu dipikirin.

Tuesday, July 22, 2014

Obrolan Malam

Hello readers, lebaran udah sebentar lagi, ya. Nggak kerasa pisan.
Aku udah di rumah, lho.

H-2 sebelum aku pulang ke Cileungsi, aku diajak main sama kakak senior. Iya, aku mainnya sama mereka. Kadang suka berasa tua, tapi ya mau bagaimana lagi. Mereka asik sih buat diajak ngobrol. Mungkin, ketika aku bergaul dengan orang-orang yang lebih tua dari aku, aku merasa punya seorang kakak. Itu yang sebenarnya aku kejar ketika masuk perguruan tinggi. Rasanya senang kenal dengan banyak kakak-kakak tingkat yang bisa diajak sharing.

Monday, July 14, 2014

Nothing!

Hello readers...
Siang ini mendung, nggak cuma langitnya, tapi pikiranku juga. Aku baru saja memutuskan sesuatu yang entah aku bisa atau tidak, tapi itu akan kuceritakan nanti saja. Tidak sesuai dengan judul ini sih. Hahaha.

Friday, July 11, 2014

Mungkin Dulu Aku... #2

Mungkin dulu aku KASAR.
Aku menyadari ini adalah sesuatu yang salah. Sangat salah atas sikapku sebagai manusia. Hallo... Aku manusia beradab, lho, bukan biadab. Iya, aku sungguh-sungguh menyesali ini. Dulu aku seringkali mengumpat dalam kata-kata yang kasar saat sedang emosi. Aku yakin itu akibat pergaulan, banyak dari teman-teman sekitarku yang asal sekali saat bicara. Perempuan maupun laki-laki tak ada bedanya, mereka seringkali mengumpat dengan kata-kata kasar dan bahasa binatang. Astagfirullah. Dulu aku masih labil, jadi semua yang ada aku tidak pernah pikirkan, sampai suatu ketika ada kejadian yang menyadarkanku.

Tuesday, July 8, 2014

Mungkin Dulu Aku... #1

Mungkin Dulu Aku...

Mungkin dulu aku LABIL.
Untuk yang satu ini aku merasa bahwa sifat itu masih ada sampai sekarang. Aku sendiri tidak yakin apakah sifat ini bisa hilang atau tidak melihat aku yang masih begini-begini saja. Ini pun sangat berpengaruh untuk hidupku ke depan dimana aku harus membuat keputusan secara cepat dan tepat. Sekarang, aku masih sulit menempatkan sesuatu yang seharusnya jadi prioritas. Aku terlalu ingin terjun dan mencoba banyak hal, tapi ternyata aku tidak punya wadah yang cukup untuk menampung itu semua.

Friday, July 4, 2014

LIFE!

Hello readers, how are you?
Kali ini aku mau bicara soal hidup. Bukan sok tahu, tapi ini mengenai hidupku. Aku sendiri mulai bingung dengan hidupku. Jadi, sebenernya ini ada hubungannya sama pertanyaannya Brillian Bagus: "Apa sih makna kehidupan menurut lu?"

Wednesday, July 2, 2014

Kegelisahan

Hello readers... Happy fasting!
Ini bagian cerita hidup, pertimbangan dan perbandingan untuk suatu hal.

Ibarat ikan air tawar yang hidup di air asin. Sama-sama air, tapi tetap beda rasa.

Saturday, June 28, 2014

Jika

Jikalau yang mendekat adalah untuk bahagia, maka aku tidak akan berlari

Jikalau yang disana bukan hak untuk dimiliki, maka aku tidak akan menunggu lagi

Jikalau kita hanya akan berdiri bersisian sebagai teman, maka aku akan tetap di sana

Jikalau kita hanya bergandengan untuk saling menjaga sebagai adik-kakak, maka aku akan tetap bersama

Jikalau yang meringkuk di balik pintu adalah rindu, maka akan ada waktu untuk merengkuhnya

Friday, June 27, 2014

I AM!

Hello readers...
Coba tebak kenapa jam segini aku belum tidur? Iya, apalagi kalo bukan deadline lagi, deadline lagi. Kalo kemaren sih tidur cepet, abis nangis gara-gara nonton film Miracle In Cell No. 7. Asli itu film sedih banget.

Saturday, June 21, 2014

Hello, Deadline!

Hello readers... Still awake?
I do, of course.

Jadi malem ini sepulang pleno Himakom, aku masih harus ngerjain deadline lainnya. Well, rasanya yang namanya jam tidur itu udah kebalik. Malem buat nugas, pagi baru tidur. Bersyukurlah karena besok libur. Ceritanya aku lagi sok sibuk mengejar deadline, padahal nggak sibuk-sibuk amat. Cuma ya deadline emang beneran buat besok, tapi tiba-tiba bingung mau nulis apa buat straight news. Sejujurnya ini masih ngawang, nggak tau harus nulis apa meskipun data udah di laptop. Tetep aja mandangin layar putih yang kosong dan hampa di Ms. Word.

Thursday, June 19, 2014

Gomenasai.

Hello readers... Still awake?

Jadi pukul dua dini hari yang membuatku masih terjaga adalah tentang deadline. Iya, deadline menulis. Cuma bukan itu lagi yang aku permasalahkan, aku hanya sedang ingat seseorang. Dan kenapa judulnya "Gomenasai"? Dalam bahasa Jepang, itu artinya "Maaf".

Friendly Friends

Hello readers...
Kali ini aku mau cerita tentang teman. Iya, teman. Aku yakin kalian semua pasti punya teman, kan? Ya kalaupun engga, pasti ada orang yang udah dianggap kayak teman sendiri. Teman itu sebenernya ada dimana-mana, misalnya di sekolah, di kampus, di jalan, di pasar, di mall, di toko buku, di stasiun, di angkot, di  kereta, dan semua tempat dimana kamu hidup. Hakikatnya sih manusia itu nggak bisa hidup sendiri, secara kita itu makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Jadi, dimanapun kita berada pasti kita bisa nemuin manusia lain yang berpotensi buat jadi teman, meskipun cuma sekadar teman ngobrol.

Sunday, June 15, 2014

Emosi

Selamat malam, readers...
Still wake up? I do.

Aku boleh bercerita? Sebenarnya ini tentang emosi dalam arti luas. Sejauh ini dari yang aku tahu, emosi itu adalah perasaan marah. Aku menyebut begini karena banyak orang yang punya sensitivitas tinggi dan temperamen sering dibilang emosian. Sehingga kesannya emosi itu ya perasaan marah dan meledak-ledak, padahal nggak begitu kok.

Dress

Good evening, readers...
What are you doing now? Udah solat maghrib dong? Ayo kalo belum pada solat dulu aja.

Well, aku cuma mau cerita tentang sesuatu yang agak enggak penting sih, tapi ya aku cuma mau cerita aja. Jadi, mulai entah kapan aku lagi mau belajar pake rok, terus aku jadi sering beli rok gitu deh. Awalnya aku seneng aja ngeliat perempuan-perempuan muslimah yang kemana-mana pergi pake rok, rasanya adem banget. Makanya itu aku tertarik buat nyoba pake rok. Tapi ini bukan ajang coba-coba, melainkan ajang buat perbaikan diri untuk ke arah yang lebih baik.

Wednesday, June 11, 2014

Cerita Aja!

Selamat malam, readers...
Still wake up? I do.
Cuma mau cerita, tadi aku baru aja dari acara diskusi blog pasca event #30harimenulis. Acaranya seru. Jadi nambah pengetahuan aja sih gimana cara ngeblog yang baik dan benar. Dan aku baru tahu dan baru sadar tepatnya bahwa aku selama ini tuh kurang interaksi. Maklum, kepincut sama banyak diksi yang dramatis macem puisi gitu. Emang sih, selama ini aku lagi asyik banget mendalami ilmu-ilmu berpuisi, meskipun jadinya ya gak sebagus yang aku kira. Yah, namanya juga belajar.

Monday, June 9, 2014

Bangun Subuh

"Assholatu khoirum minannaum..."
"Lebih baik sholat daripada tidur"

Bangun subuh adalah hal wajib bagi muslim. Ya, karena ada ibadah yang wajib dilaksanakan. Shalat dua rakaat saat matahari belum terbit. Subuh ini aku berniat bangun, melaksanakan ibadah wajib yang seminggu kemarin tidak kulaksanakan.

Saturday, June 7, 2014

Alasan

Apa sih alasan kamu hidup?
Apa sih alasan kamu menyukai suatu hal, benda, sesuatu?
Apa sih alasan kamu saat memilih jurusan?
Apa sih alasan kamu saat mengambil sebuah keputusan?
Apa sih alasan kamu untuk bermimpi?
Dan... Apa sih alasan kamu untuk memberikan alasan?
Apa sih alasan itu?

Friday, June 6, 2014

Cerbung - Abang (5) END

Tanah merah di makam ibu masih basah, juga oleh tangisanku yang semakin lama semakin hilang bak ditelan mendung. Kesedihan menyelimuti hatiku dan Abang. Kulihat, Abang hanya sekali menangis. Sisanya ia berusaha membuatku berhenti menangis.

"Tidak ada yang abadi di dunia ini. Juga manusia. Umur seseorang hanya Allah yang tahu," ujarnya. Aku tidak tahu bagaimana Abang bisa sebijak itu. Entah kata-kata kutipan dari buku mana yang diambilnya, aku tidak memikirkannya.

Thursday, June 5, 2014

Cerbung - Abang (4)

Cerita sebelumnya Part 1Part 2Part 3

Sepanjang perjalanan aku hanya diam, tidak banyak bicara seperti saat berangkat tadi. Aku hampir saja hilang di tengah kerumunan orang di pasar. Bayangkan, bagaimana jika aku benar-benar hilang. Tidak bisa pulang ke rumah, kemudian diculik dan dijual ke luar negeri. Aku bergidik ngeri.

Angkutan kota yang kami tumpangi masih menunggu penumpang. Abang turun sejenak, membelikan aku minum. Aku sangat haus. Menangis membuatku dehidrasi. Rasa-rasanya siang yang terik ini makin membuatku ingin minum air yang banyak.

Wednesday, June 4, 2014

Cerbung - Abang (3)

Cerita sebelumnya Part 1 Part 2

Tidak lebih dari sepuluh menit, kami sudah berada di dalam angkutan kota menuju pasar. Rasanya mengesankan. Ini bagian terbaik bagiku karena ini pengalaman pertamaku pergi ke pasar. Abang duduk di sebelahku, menatap jalanan dengan takjub sekaligus khawatir. Ini pertama kali juga untuk Abang pergi ke pasar sendiri dan kali ini ia harus menjagaku.

“Bang, di pasar pasti ramai, ya?” tanyaku antusias.

Monday, June 2, 2014

Cerbung - Abang (2)

Cerita sebelumnya Cerbung - Abang (1)

Wajah ibu demikian pucatnya. Kantung di matanya makin terlihat. Usia ibu baru kepala empat, tapi fisiknya lebih mirip orang yang berusia kepala enam. Itu karena ibu selalu bekerja keras setiap hari untuk menghidupi kami bertiga. Aku yang tengah berdiri di depan pintu segera menyingkir, memberi jalan untuk Pak RT dan Abang yang sedang membawa ibu masuk. Aku mengikuti mereka dari belakang.

“Abang, Ibu kenapa, Bang?” ujarku lirih. Air mataku sudah mengalir sejak tadi. Tidak kuasa melihat kondisi ibu yang demikian.

Perjalanan Mencari Ketenangan


Sunset yang kelewat di Waduk Sempor

Bee, ini yang kesekian aku mengunjungi tempat ini. Sesore ini aku mencari ketenangan akan hatiku. Di sana, aku merasa banyak tugas yang menantiku, tapi aku butuh ketenangan. Mungkin iya aku lari, tapi hatiku lebih butuh kedamaian dari sekadar berdiam di kamar. Aku butuh refreshing. Dan di sinilah aku sekarang. Benar memang, aku lari dari semua tugas-tugas dan kewajibanku, tapi apa artinya aku di sana ketika pikiranku kosong?

Cerbung - Abang (1)



Matahari menembus celah kamarku, pertanda subuh sudah lewat. Jelas aku terlambat bangun untuk shalat subuh. Aku mengerjapkan mataku, silau oleh sinar mentari itu. Aku beranjak dari tempat tidur, kemudian menuju ruang tengah. Lengang. Tidak ada suara sedikitpun. Aku menengok ke kamar Ibu, kosong. Pun dengan kamar Abang. Ibu mungkin pergi ke pasar dan belum pulang, tapi kemana Abang? Apakah Abang ikut ke pasar? Tidak mungkin, Abang tidak pernah suka bila disuruh Ibu ke pasar.

Sunday, June 1, 2014

Edisi Spesial - LPM Solidaritas



Musang 2014
Mungkin ini serupa angin yang berhembus dalam keraguan. Bukankah yang ragu-ragu itu tidak baik? Tetapi ada dorongan yang lebih kuat dari semua keragu-raguan itu. Ini perihal minat dan konsistensi. Aku berminat, tapi entah untuk konsisten, aku belum tahu. Ada yang bilang bahwa minat saja tidak cukup membuat kita bertahan dalam suatu situasi. Tetapi konsistensi juga tidak akan berjalan sempurna jika tidak ada minat dalam diri kita.

Friday, May 30, 2014

Edisi Spesial - Bhinneka Ceria


Ini dunia baru. Tentang sebuah ruang yang membuatku merasa berharga. Baiklah, ini perihal hobi, perihal minat dan kesukaan. Menulis. Iya, aku masuk di dalam ruang yang membuat aku berguna. Mungkin tidak banyak kontribusiku, tapi aku akan sebisa mungkin membuatnya lebih baik.

Edisi Spesial - HIMAKOM FISIP Unsoed



Selamat datang di dunia yang sama...
Sejak hari itu aku berdiri di sini bersama kalian. Di sebuah ruang yang membuatku merasa bahwa aku ada. Tidak banyak yang aku tahu, tapi aku mulai mengenal. Ketika awal menjemput, aku ragu. Berselisih paham dengan batinku sendiri. Pertanyaan retoris yang membuatku semakin ingin mundur sebenarnya. Iya, ibarat gagal sebelum berperang. Kupikir lagi dalam beberapa detik, aku maju. Bukan berkhianat, tapi meneruskan perjuangan.

Wednesday, May 28, 2014

Edisi Spesial - KMPA FISIP Unsoed


Selamat datang di dunia penuh kesejukan...
Aku yang datang menghampiri ke sini. Ke sebuah ruang yang menerimaku dengan ramah. Ke sebuah suasana yang memberiku rasa nyaman dalam sekejap ketika aku memulainya. Ini berbeda, mungkin ini yang disebut "keluarga" meski dalam arti lain. Dan mungkin ini yang disebut "rumah kedua". Aku hidup di antara mereka, hidup di antara alam yang senantiasa mengelilingi. Di bawah lereng gunung Slamet yang tingginya mampu dicapai dengan kaki, aku tentram.

Edisi Spesial - Ilmu Komunikasi 2013

Selamat datang di dunia yang baru...
Ini mimpi kita bersama. Mimpi yang berjalan seiring langkah yang kita tapaki. Belum genap 2 semester kita ada di dunia yang sama. Menjamah dunia baru yang sebelumnya tak pernah kita rasakan. Di sini, entah dari belahan kota mana kita berasal, kita sama. Belajar dalam satu bahasa yang sama, belajar dalam suasana yang sama, juga belajar memahami apa artinya pertemanan dan solidaritas.

Monday, May 26, 2014

Edisi Spesial - VESCIFO

Bergegaslah, kawan...
Sambut masa depan
Kita berpegang tangan dan saling berpelukan
Berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
Kenanglah sahabat,
Kita untuk selamanya...
(Kita Selamanya - BondanF2B)

Foto Kelas XII IPA 4

Sunday, May 25, 2014

Saturday, May 24, 2014

Edisi Spesial - The Mighty Nine Three

Perpisahan kelas IX

Selalu ada kenangan yang memaksa masuk ketika memandang deretan foto di dalam folder. Wajah-wajah lugu yang demikian polosnya menjadi nilai tersendiri untuk bagian yang terkenang. Selamat datang dalam dunia yang sesungguhnya. Kemarin, saat masa putih-biru yang menyenangkan bergabung dalam ketakutan akan ujian nasional, kita tetap berjuang bersama. Mengukir satu demi satu momen yang mungkin tidak akan pernah kita lupakan.

Friday, May 23, 2014

Edisi Spesial: Karib

Tak mudah untuk kita hadapi perbedaan yang berarti
Tak mudah untuk kita lewati rintangan silih berganti
(Arti Sahabat - Nidji)

Bee, di dunia ini tidak pernah ada yang sempurna. Termasuk pertemanan, kan? Tapi mereka-mereka ini yang mampu membuatku hampir sempurna. Membuat mengerti bahwasannya kesalahan tidak untuk ditutupi, kebahagiaan bukan untuk disimpan sendiri, kesedihan pun demikian. Mereka membuatku mengerti bahwa jarak ribuan kilometer yang terbentang tidak memutuskan tali apapun yang ada di antara kita. Waktu kita mungkin tidak pernah sama, atau kita datang ketika kita saling butuh, kemudian tenggelam lagi dalam rutinitas setelahnya.

Thursday, May 22, 2014

Edisi Spesial: My Beloved Family

Lebaran 2012

I grew up in a pretty house and I had space to run and I have...
The best day with you.
(The Best Day - Taylor Swift)

Selalu ada yang rindu ketika jarak membentang di antara kita. Papa, Mama, Azizah, Suci, kalian orang-orang terhebat yang pernah aku miliki. Bahkan diantara sunyi yang bergeming di malam-malam tertentu, aku merindukan kalian. Rindu suasana hangat di dalamnya. Bukan sebuah alasan, tapi aku memang membutuhkan kalian.

Wednesday, May 21, 2014

Rasa Biru

Biru tersebar dalam kesenduan bait
Mencabik rasa-rasa yang bertahan
Mengoyak hati yang kesepian
Memburu rindu yang berlari dalam gelap

Sebab, Aku Berkaca Pada Matamu

Sebab, aku berkaca pada matamu
Menyisir satu-satunya rasa
Menjawab beribu-ribu tanya
Yang mengaduh pada semesta

Sebab, aku berkaca pada matamu
Perihal gundah yang mencapai titik jenuh
Baris-baris pilu yang membiru di bibir pantai
Juga seikat kesedihan yang terdengar parau

Sebab, aku berkaca pada matamu
Yang menyembunyikan semburat senja
Yang bersisian dengan kabar duka
Dan berpelukan dengan dinginnya air hujan

Sebab, aku berkaca pada matamu
Merajut detik-detik kesenangan
Membalut situasi dalam tawa
Menutup pintu-pintu keraguan

Sebab, aku berkaca pada matamu
Yang mengisi lembar harian dalam kotak impian
Yang menjawab ragu dengan pernyataan
Dan perihal rindu yang memiliki tempat berlabuh

Purwokerto, 20 Mei 2014. 18:08.
Bangun tidur, laperrr!

Tuesday, May 20, 2014

Di Mana Kesempatan Itu?

Malam itu, ada rindu yang mengetuk jendela
Rasa getir yang menjebak pilu,
Berubah jadi makhluk tukang berontak
Sisa-sisa sendu mengoyak kesepian

Monday, May 19, 2014

Sebuah Senyum

Ada yang hilang bersama riuhan angin
Ada yang terbang seiring debur ombak
Sekotak bosan mengambang di atasnya
Bersisian dengan rindu

Saturday, May 17, 2014

Jarak

Saat satu demi satu langkah menjejak
Seperti ribuan rindu yang menggumpal kemudian beku
Titik-titik jenuh berkoloni
Isyarat hati sudah berdiri di titik muak

Friday, May 16, 2014

Distance

Seberapa jauh jarak kita untuk menghapus pucuk-pucuk perasaan yang dulu tumbuh? Atau, seberapa jauh langkah kita untuk saling menebar rasa netral terhadap rasa yang pernah ada? Seberapa jauh jejak kaki kita melangkah untuk sekadar membuang rindu yang terlanjur tumbuh dalam bejana hati? Nyatanya semua itu masih ada. Entah aku atau kamu yang peduli, semua itu ada. Meski raib merengkuhnya lebih baik saat ini.

Dua tahun aku menebar jarak. Bukan tanpa alasan, melainkan ada sisi yang pergi dan tidak peduli lagi pada rinduku yang selalu butuh subjek. Saat itu, aku memutuskan pergi dari segala macam duniamu. Aku benar-benar pergi, melepas apa yang pernah kugenggam dalam hatiku. Ini seperti rangkaian perjalanan panjang yang awalnya sulit kulakukan. Ya, bicara perasaan memang tidak selalu sesederhana kelihatannya.

Thursday, May 15, 2014

USAI

Selamat malam, Tuan. Malam ini aku ingin bercerita. Jika kau tak ingin mendengarnya, anggap saja ini serupa desau angin yang berbisik untuk melelapkan tidurmu. Hujan telah usai kemarin malam, hari ini cerah. Bukankah itu menyenangkan? Bagiku, itu tidak menyenangkan sama sekali karena aku terlanjur mencintai hujan.

Tuan, bolehkah aku bertanya? Ini perihal perasaanku lagi. Kuharap kamu mengerti bahwa setiap rasa yang tumbuh tidak akan mungkin mati dengan sekejap mata, kecuali kamu membunuhnya dengan paksa. Kenyataannya, kamu sudah membiarkan rasa itu tumbuh dengan sendirinya, tanpa membunuhnya.

Wednesday, May 14, 2014

Hai, Kak! (Kucari Kau Dalam Gelap)

Selamat malam. Selamat bertemu dengan bintang-bintang. Ah, rasanya malam kemaren menjadi sempurna. Saat desir angin menjelajah kebekuan hati, ada yang selalu jadi sinar paling hangat di pekatnya malam. Silakan berkaca, mungkin aku sedang membicarakanmu.

Monday, May 12, 2014

Dreams #5: Sebuah Kamera

Ketika gambar bisa menjadi sebuah cerita. Photo story. Aku ingin menempel berbagai jenis foto di atas sebuah kertas. Atau mungkin fotoku dan fotomu yang bersisian dengan setelan kebaya merah mudaku dan setelan jas hitam milikmu. Iya, foto itu punya banyak makna. Itu yang pertama bahkan yang (bisa jadi) terakhir karena momen itu takkan terulang lagi, kecuali ada suatu acara yang mengharuskan kita memakai pakaian semacam itu lagi.

Sunday, May 11, 2014

Dreams #4: A Journalist

A journalist. Ini salah satu mimpiku. Dan amat sangat beruntung ketika aku diterima di jurusan Ilmu Komunikasi. Akan kuceritakan bagaimana aku bisa memiliki mimpi menjadi seorang jurnalis.

Waktu pengumuman SNMPTN dan aku gagal, aku sempat kebingungan. Pasalnya, aku tidak tahu harus mendaftar di jurusan apalagi. Meskipun aku dari IPA, tiba-tiba saja aku tidak berminat pada jurusan IPA lagi untuk di kuliah. Aku kemudian membuka-buka ulang buku panduan universitasku, jurusan Ilmu Komunikasi terasa bersinar di mataku. Bagian terbaiknya, aku berminat di broadcasting. Pikiranku pendek, yang penting bisa kerja di TV. Itu juga keinginan Ibuku.

Saturday, May 10, 2014

Dreams #3: Japan with You

Aku pernah bermimpi, berjalan dalam guguran bunga sakura, bersamamu. Aku pernah bermimpi, menjejak langkah di Negeri Matahari, bersamamu. Aku pernah bermimpi, menabur rindu-rindu di kota yang paling kita inginkan, bersamamu; TOKYO. Aku pernah bermimpi, melihat pendar-pendar lampu dari ketinggian Tokyo Tower, bersamamu. Dan aku pernah bermimpi, merajut kisah indah di Negeri 1000 anime itu... Hanya bersamamu.

source by google.com

Friday, May 9, 2014

The Expectation

Bee, hari ini hujan datang. Sesore yang langitnya tidak berwarna kelabu, titik-titik air turun ke bumi, deras. Ini yang pertama sejak seminggu lalu aku pulang ke kota ini. Dan rasanya seperti disiram kebahagiaan. Aku suka hujan, sangat suka bahkan. Bagiku, hujan bukan sekadar anugerah, tapi hujan menentramkan jiwa-jiwa sepi; meskipun kesepian itu sendiri dingin seperti tetes air hujan.

Meski ini hujan pertama setelah beberapa minggu, aku harap esok akan cerah. Karena, aku rindu Pangeran Pagi-ku.

source by google.com

Thursday, May 8, 2014

Dreams #2: A Writer

Aku pernah bermimpi, mengepak sayapku dalam sajak-sajak berima. Aku pernah bermimpi, merangkai aksara dalam sebuah kertas berjilid; buku. Aku pernah bermimpi menjadi seorang yang dikenal karena karya. Dan aku pernah bermimpi untuk mewujudkan semua itu.

Kisah ini akan kumulai dari detik ini saat kalian membacanya. Langkahku melaju cepat seperti roda-roda yang berputar kencang di jalanan. Bagiku, menulis adalah bagian dari mimpi. Imaji yang kutuang dalam cangkir-cangkir milikku sendiri. Menulis itu seperti membuat kue, kamu harus tahu seberapa tepat takaran dari adonanmu agar kue itu terasa lembut di lidah, tapi tetap asyik rasanya.

Wednesday, May 7, 2014

Dreams #1: Dreamer

Kali ini aku akan bercerita. Perihal mimpi yang kugantung tinggi-tinggi. Katanya, “Bermimpi itu kalo bisa sekalian yang tinggi, jadi kalo yang tinggi itu belum kesampean, ya masih ada mimpi satu tingkat di bawahnya.” Ah, mimpi. Iya, mimpi itu bagai sesuatu yang menyenangkan ketika kita mampu mewujudkannya.

Seperti sejumput kisah di senja hari, aku selalu punya mimpi. Akan kubeberkan mimpi besarku pada kalian. Bagiku, mimpi adalah masa depan. Dengan mimpi aku bisa melihat duniaku ke depan. Seperti judul lagu, “Hidup Berawal Dari Mimpi”, aku memaknai bahwa memang kehidupan itu berawal dari mimpi. Mengapa? Mari kujelaskan.

Tuesday, May 6, 2014

Pertemuan Sabtu

It's Saturday, Bee. Sesiang yang terik itu aku melajukan motor kesayangan Ibuku ke daerah Cibubur. Hari itu tumben sekali Ibuku memperbolehkan aku mengendarai motornya, padahal biasanya tidak boleh dengan alasan yang segudang. Ah, tetapi itu sebuah alasan untuk nasihat yang baik bagiku. Aku tidak memusingkan lagi mengapa Ibuku memberiku izin atas motornya karena aku sudah telat bertemu seseorang. Iya, seseorang: teman, adik, sahabat, sekaligus tempat bercerita yang unik. Her name is Mutiara Ulfa.

Sunday, May 4, 2014

It's A Bussiness

Bee, sesore itu aku terlelap. Menunggu seseorang membuatku mengantuk. Iya, seseorang itu sahabatku. Dia akan datang, menyambangi rumahku setelah hampir dua bulan tidak bertemu. Kota hujan sudah lama tidak hujan, maka jadilah ia datang bertamu ke rumahku, sahabatku itu. Holaaa, this is our story!

It's all about bussiness. Kreatif membuatnya mampu mengembangkan sayapnya. Baiklah, dia kreatif! Amat sangat kreatif untuk seseorang yang kukenal. Apapun bisa dijualnya. Mungkin suatu saat ia bisa jadi "toko berjalan". Hahaha, aku bercanda. Tapi aku salut pada ide-ide brilian yang muncul dari pikirannya. Yang bahkan aku saja tidak berpikir sampai sejauh itu. Hei, it's brilliant!

source by google.com

Saturday, May 3, 2014

May Day Should be My Day

Awal Mei. Tanggal satu. Hari Buruh Internasional.

Bee, hari itu aku tiba di Kota Hujan. Pagi yang cerah dengan langit biru dan secercah warna oranye di ufuk timur, mengawalku untuk pulang ke rumah. Ini bagian terindah sekaligus menyenangkan buatku. Setibanya di kota ini, ada rasa nyaman yang menelusup di sela-sela dingin hatiku akan rindu pada bangunan yang selama ini kusebut rumah.

Thursday, May 1, 2014

Di Kotak Masa Lalu #3

Bee, malam ini tidak hujan, langit pun tidak mendung. Seperti yang sudah-sudah, aku selalu atau lebih tepatnya terlalu antusias. Rekam jejak dalam aksara tak mungkin begitu saja aku lupakan. Bagian misi penting untuk hatiku, membuat segalanya terlihat istimewa. Bahkan dengan segala hal yang biasa, semua jadi cemerlang.

Tuesday, April 29, 2014

Mereka Tahu dan Mereka Kenal

Bee, ini pengalaman. Waktu lebih dari satu semester kelihatannya belum mampu mengakrabkan, tapi ternyata itu tidak sepenuhnya benar. Terkadang, kita sibuk menyalahkan waktu, menyalahkan keadaan, bahkan menyalahkan orang lain untuk hal ini. Padahal sebenarnya kita lah yang salah. Mengapa? Karena kita selalu punya persepsi yang berbeda terhadap orang lain. Kita selalu punya kecemasan saat berhubungan dengan orang maupun kelompok yang baru kita kenal.

Monday, April 28, 2014

Apologize

Bee, pagi ini kesadaranku muncul ketika seorang teman menggati display picture BBM-nya dengan sebuah gambar berisi quote percakapan.



Wednesday, April 23, 2014

Perihal Pendidikan dan Hobi

Sangat menyenangkan memang ketika awal kuliah. Seakan-akan hal menyenangkan di dalamnya telah diatur untuk membuat kita menikmatinya. Dan, saya rasa terlalu banyak hal menyenangkan yang saya alami selama satu semester lebih. Ya, meskipun yang menyenangkan tak selalu semenyenangkan kelihatannya.

Hobi. Sungguh amat sangat menyenangkan sekali ketika kita menemukan suatu wadah yang membuat kita semakin nyaman dan mencintai hobi kita. Akan tetapi, faktor lain juga perlu diperhatikan. Hobi bagi saya adalah kesenangan yang mungkin saja bisa membuat saya menaiki tangga kesuksesan dengan caranya sendiri. Itu apabila saya serius dengan hobi saya. Baiklah, ini bukan perihal jejak-jejak kaki mana yang serius atau tidak, tapi ini tentang bagaimana manajemen kegiatan itu sendiri.

Source: google.com

Saturday, April 19, 2014

Di Kotak Masa Lalu #2

Pendamping(an)

Sesiang itu langit berwarna biru seperti biasanya. Meskipun sedetik kemudian, arakan awan-awan kelabu membuatnya menjadi abu-abu. Suasananya tak mudah ditebak, seperti hati yang senang, kemudian dijatuhkan hanya dalam waktu sepersekian detik secepat kilat yang menyambar sore harinya. Bee, hari ini akan kuceritakan tentang seorang gadis yang terjebak dalam keragu-raguan.

Sesiang itu, senyumnya tak berhenti merekah. Ada satu hal yang membuatnya bahagia sejak semalam. Seseorang. Ya, seseorang yang dikaguminya akan bersama dengannya seharian. Bukankah itu menyenangkan?

Thursday, April 17, 2014

Di Kotak Masa Lalu #1



            Aku hanya ingin melintasi zaman. Membongkar kesalahan masa lalu, berharap bisa memperbaikinya. Baiklah, Bee, aku akan bercerita. Tentang gadis yang menunggu hujan di musim kemarau.
            Siang. Terik seakan membakar kulitnya yang berpigmen gelap. Ia tersenyum, bersyukur karena matahari masih mau menyambangi kotanya. Namun, hanya satu yang ia inginkan saat itu: hujan. Ya, hujan deras yang sejuk.

Sunday, April 13, 2014

The Birthday Letter


Selamat ulang tahun, Afrianti Eka Pratiwi. Genap 19 tahun usiamu hidup di dunia. Kau tahu apa maksudnya? Iya, umurmu berkurang satu tahun lagi di tahun ini. Aku hanya berharap, jadilah gadis dewasa yang menawan. Aku yakin, di dalam dirimu selalu tersimpan mimpi-mimpi besar yang mampu kau wujudkan suatu saat nanti. Wi, bicaralah. Ungkapkan apa yang sedang kau rasakan. Atau ada sesuatu yang ingin kau ceritakan tentang hari ini? Perihal momen mengejutkan, menyenangkan, atau menyebalkan sekalipun, ungkapkanlah.
 

Getir



Bee, aku hanya ingin bercerita. Di luar hujan, deras. Kamu pasti tahu apa yang terjadi ketika aku sudah mulai berbicara tentang hujan. Iya, ini bukan hujan biasa, tapi hujan kesedihan yang terlanjur menggerus sebuah rasa di singgasana ini. Bee, aku tahu ini bukan jalan yang benar. Aku tahu ini perihal perasaan yang tak bisa aku anggap sederhana, meski pada hakikatnya rasa itu sangat sederhana.

Sunday, March 30, 2014

Formal vs Informal?



Bee, aku kembali lagi. Kali ini aku akan bercerita. Hasil psikotesku sewaktu SMA menyatakan bahwa aku lebih mudah diajak berbicara secara informal dibandingkan berbicara secara formla. Dan itu benar adanya.
            
Bukan hanya dalam forum besar di kelas, tapi untuk forum kecil yang didalamnya terdapat orang-orang yang belum aku kenal baik pun, aku sulit mengutarakan isi pikiranku. Akan tetapi, Bee, malam ini, dalam forum berjumlah Sembilan orang itu aku merasa lebih nyaman daripada dalam forum sebelumnya yang lebih besar dari ini. Entah. Mungkin karena sebagian dari mereka aku kenal baik dan sudah dekat. Akupun heran, mengapa dalam forum dengan orang-orang yang sebagian besar sama seperti tempo hari, aku malah merasa “sendiri” dan tidak bisa menyampaikan apapun. Intinya, seperti rasa nyaman yang terenggut begitu saja.

Tuesday, March 25, 2014

Feels Like Home

”Di mana… aku berada? Everywhere I stay, feels like home…”
Bee, apa arti rumah untukmu? Apakah hanya tempat untuk berteduh dari hujan dan panas seperti yang didefinisikan oleh anak-anak SD? Atau tempat untuk mendapat kasih sayang dan kenyamanan seperti yang aku pikirkan? Terserah bagaimana kau mendefinisikannya. Bagiku, rumah adalah tempat ternyaman, sekalipun kau sendirian atau berdua dengan Tuhanmu.

Bee, apa yang akan kau lakukan ketika bosan dengan “rumah”-mu? Melarikan diri kah? Atau tetap tinggal meski ada tekanan yang menyelimuti hatimu? Biar aku ceritakan sedikit perihal ini.

Letter To The Sky: New World

Dear, Bee…
Bee, aku punya dunia baru. Dunia yang aku cintai, dunia tulis menulis. Aku menemukannya. Akhirnya kesempatan itu datang. Pernah dengar bahwa semakin banyak relasi semakin baik? Aku tidak. Tapi aku tahu sedikit tentang itu. Relasi sangat berguna, terutama saat membantu kita ketika dalam kesulitan. Itu yang seharusnya aku lalukan, kan, Bee? Menjalin relasi dan membantu sesame. Karena aku tidak pernah tahu siapa yang akan berdiri di atas lebih dulu.

Saturday, March 8, 2014

Apa yang Kau Takutkan?

Apa yang kau takutkan dari sebuah pembelajaran? Praktek pada suatu hal yang  kau tidak mampu? Sudah dicoba? Belum. Lalu apa yang kau takutkan? Aku takut salah.

Pernah dengar kalimat ini, “mencoba dan salah itu lebih baik dibanding tidak mencoba sama sekali”. Dan ketika kamu mencoba kemudian kamu melakukan kesalahan, kamu akan segera tahu dimana letak kelemahanmu. Dengan begitu kamu akan bisa memperbaikinya agar di kemudian hari kamu tidak melakukan kesalahan lagi. Tapi jika kamu tidak pernah berani mencoba, kamu sendiri akan bingung tentang apa yang kamu bisa dan apa yang kamu tidak bisa.

Kelas Lintas Angkatan

Minggu pertama semester II sudah dimulai. Hari ini, Jum’at, mata kuliah Bahasa Inggri banyak dihuni oleh angkatan ‘atas’. Dari sekian banyak mahasiswa veteran itu, banyak yang mengulang, tapi ada juga yang baru mengambil mata kuliah ini. Kiranya dari kelas lintas angkatan ini aku bisa belajar. Mengenal sifat dan sikap seseorang yang tidak ahanya teman angkatan yang usianya sebaya, tapi suatu saat aku akan mampu bergaul dengan para senior yang mungkin saja akan memberi uluran tangan saat aku membutuhkan.

Kurang dari 50 mahasiswa duduk berdampingan dalam kelas itu. Mendengarkan kontrak belajar yang disampaikan oleh sang dosen untuk setengah semester ke depan. Waktu dua jam terasa singkat saat hanya membicarakan kontrak belajar itu. Well, ada sejumput rasa sennag bisa belajar bersama-sama dengan mahasiswa ‘veteran’, entah karena mereka lebih bisa diandalkan, atau karena dari mereka juga aku bisa mendapatkan sesuatu yang tidak aku ketahui, sifat dosen tersebut misalnya.

Semoga saja mata kuliah ini menjadi favoritku.

Purwokerto, 7 Maret 2014.

Thursday, February 20, 2014

Love Letter #19: Untukmu, Mbak.

Dear, Mbak @AnnaNanung

Sebelumnya akan kunyanyikan sebuah lagu.

"Happy Birthday to you, happy birthday to you, happy birthday to you."

Bagaimana seminar proposalmu tanggal 13 lalu, Mbak? Lancar, kan? Maaf aku tidak bisa menghadiri acara pentingmu itu. Tapi do'aku selalu ada untukmu. Ya, semoga saja Allah melapangkan jalan dari do'aku untukmu. Kupikir seminar proposalmu kemarin berjalan lancar, karena aku membaca status facebookmu.

Wednesday, February 19, 2014

Love Letter #18: Satu Hari Bersamamu

Dear, @misteeerius

Apa kabar, tukang pos ganteng? Ini suratku yang pertama untuk kamu. Bahkan meski kita tidak saling kenal, kamu selalu membaca surat-surat yang kukirim, kan? Suratku kali ini benar-benar surat cinta. Beruntung sekali aku bisa mengirimkan surat ini padamu. Pasti kau sangat lelah ya setiap hari harus mengantarkan surat-surat itu pada tujuannya. Hm, baiklah. Akan kumulai debar-debar ini dalam rentetan aksara.

Sebelumnya aku ingin bertanya perihal username akun twittermu. Mengapa kau pilih nama itu? Apakah kau berniat menjadi seseorang yang misterius? Atau bagaimana? Silakan dijawab.

Tuesday, February 18, 2014

Love Letter #17: Mata (Hati)


Dear, Bapak, pria terhebat di dalam hidupku. 

Aku tuliskan surat ini sebagai bentuk rasa cintaku padamu. Akan kutanyakan bagaimana kabarmu? Sejauh aku di rumah, aku jarang menanyakan kabarmu. Bahkan saat lelah pun, saat aku jauh darimu, aku jarang menanyakan kabarmu. Bagaimanapun, bukan karena aku tak peduli, tapi ah entahlah. Sulit sekali rasanya mengungkapkan rasa sayangku padamu secara langsung. Tapi sungguh, aku sayang padamu, Pak. 

Ada kesedihan yang mulai tumbuh di hatiku. Entah, selalu begini setiap pulang dari dokter mata. Kau pernah bilang, "Bukan masalah biaya pengobatannya, tapi ini masalah matamu itu. Sayang kalo nanti rusak matanya." Dan seketika hatiku mencelos mendengar perkataanmu. Aku merasa bahwa aku belum sepenuhnya menuruti perkataanmu. Perihal menyayangi mataku, aku masih seringkali berlama-lama di depan laptop tanpa kenal waktu. Padahal Bapak sudah mengingatkanku akan hal itu. 

Pak, ada penyesalan yang hidup di pikiranku. Mata, dunia untukku melihat cakrawala sudah menjadi buram tanpa bantuan kacamata. Ah, ya, salahku sendiri tidak menjaga asupan untuk mataku. Maafkan aku, Pak. 
"Kamu tahu nggak? Pas kamu sakit, Bapak itu kepengen nangis dengernya. Apalagi kamu jauh di sana. Sendiri. Apa dipikir Bapak nggak khawatir?" 

Ah, tiba-tiba saja aku meneteskan air mata mendengar ucapanmu, Pak. Aku tahu itu. Bapak pasti menyayangiku. Tapi aku tidak bisa membalas apapun, aku berusaha, tapi usahaku takkan mampu membalas semua kebaikanmu sejak aku masih dalam kandungan. 

Pak, aku berjanji akan membuatmu bangga. Aku berjanji akan menjaga mataku dengan baik agar bisa melihat betapa berartinya dirimu di hidupku. Aku berjanji, Pak. Semua hal yang tidak mampu kulihat dengan mataku, selalu mampu kubaca dengan hatiku. Semua perjuanganmu untuk memberiku pendidikan, memberiku kehidupan, semua berarti. 

Terima kasih telah membuatku mengerti arti kehidupan. Mungkin ini sedikit ucapan terima kasih yang mampu aku sampaikan padamu, Pak. Yakinlah, bahwa aku selalu mencintaimu, meski rasa itu jarang aku ungkapkan secara langsung. Semoga aku bisa membuatmu bangga sebagai orangtua yang telah merawatku. Semoga anakmu ini berhasil berdiri di puncak kesuksesan. Aamiin. 

Regards, 
Anak gadismu.

Monday, February 17, 2014

Love Letter #16: Janji

Dear, Mr Nooglers...

Hari ini aku kirimkan surat khusus untukmu. Biar tukang pos juga tahu bahwa ini surat spesial, cuma untukmu. Iya, ini surat ke-16, di tanggal 16, dan bukan hari yang spesial. Tapi di hatiku selalu ada yang spesial untuk kamu. Hahaha. Biar saja bila surat ini menjadi surat yang lebay, aku akan tetap mengirimkannya.

Sesiang yang tidak terik dan tidak mendung ini aku hanya ingin mengirimkan sepucuk surat berisi sebuah kisah. Hm, baiklah. Dengan terkirimnya surat ini, aku ingin mengajakmu bermain peran. Anggap saja kisah yang aku tulis di dalam surat ini adalah kisahku dan kisahmu. Hanya cerita rekaan, bukan kisah nyata. Karena mungkin, kisah ini akan sulit untuk jadi nyata, maka aku ingin kau turut andil bermain peran. Berminat? Tapi maaf, aku tidak menerima jawaban TIDAK. Jahat? Biar saja!
Mari kita mulai.

Suatu hari ada seorang anak laki-laki yang hobi sekali memotret. Ia datang ke sebuah taman dan memotret setangkai bunga yang sedang mekar dengan kamera polaroid-nya. Siang itu ia berteduh di bawah sebuah pohon.

"Bunga yang cantik," katanya setelah melihat hasilnya.

Angin sejuk dari pepohonan membuatnya mengantuk. Akhirnya ia pun tertidur di bawah pohon itu. Senja kemudian datang mengantarkan malam, anak lelaki itu bergegas pulang. Tanpa sadar, ia meninggalkan sebuah foto bunga yang tadi ia potret. Menurutnya itu foto terbaik yang ia dapatkan hari itu. Dan seorang gadis menemukannya.

Sesampainya di rumah, ia panik saat tak menemukan foto tersebut. Dan tercetuslah sebuah janji: "Jika seseorang perempuan yang menemukan foto itu, maka aku akan mencintainya. Jika seorang laki-laki, maka aku akan menjadikannya seorang sahabat sejati."

Beberapa tahun kemudian, si anak laki-laki tumbuh menjadi dewasa. Sampai akhirnya ia menemukan seorang gadis yang membuatnya jatuh hati dan... Ia lupa pada janjinya dulu.

Gadis yang dulu menemukan foto milik laki-laki itu juga sudah beranjak dewasa. Dan ia yakin bahwa pemilik foto itu adalah seorang laki-laki. Entah darimana datangnya keyakinan itu, ia memutuskan untuk mencintai laki-laki itu meski belum pernah melihat rupanya.

Rasa itu makin lama kian tumbuh di hati sang pemuda, tapi perasaan yang sudah tumbuh itu seperti dipangkas secara paksa saat ia tahu bahwa gadis pujaannya sudah memiliki kekasih. Ah, mungkin ia memang tak berjodoh dengan gadis itu, pikirnya.

Tapi ia tetap akan berjuang untuk sang gadis. Sebelum janur kuning melengkung di depan rumah sang gadis, perjuangannya belum selesai.


Kau tahu apa akhir dari cerita itu? Si pemuda dan gadis pujaannya tidak pernah bersatu. Mengapa? Karena si pemuda punya janji yang belum dia tepati. Tuhan selalu adil, bukan? Seseorang selalu ingin berjanji, tapi kadang lupa untuk menepati. Dan kau pasti ingin tahu bagaimana nasib si gadis yang menemukan foto si pemuda, bukan? Dia tetap setia menunggu. Karena di hatinya ia yakin bahwa setiap janji harus ditepati dan... Janjinya adalah: "Mereka hidup bersama bahagia selamanya." Seperti dalam cerita dongeng.

Semoga kisah ini bisa membuatmu mengerti. Salam cinta dari duniaku.

Regards,
Si Pena Galau.

Cileungsi, 16 Februari 2014

Sunday, February 16, 2014

Love Letter #15: Galau

Dear, @aliip_ss 

Rasanya aku tidak perlu menanyakan kabarmu. Mungkin aku hanya akan bertanya bagaimana kabar kota Satria? Apakah debu vulkanik yang sampai di kota itu sudah hilang? Atau masih melapisi jalan? Semoga kota itu baik-baik saja, ya. 

Ini suratku yang kelimabelas. Dan ini suratku untukmu yang sedang dilanda galau. Mari kita bicarakan masalah cinta. Pertama, kenapa kau galau? Cinta dunia maya kah? Atau apa? Ceritakanlah padaku. 

Cinta memang menyenangkan, tapi membuat galau juga ya? Apa rasanya cinta tanpa galau? Kadang hambar. Tapi kadang juga kita merasa tidak membutuhkan galau saat rasa cinta menyerang hati, kan? Ah aku tahu bagaimana cara memanfaatkannya. Galau itu membuat kita berpikir, Lip. Membuat kita mengetahui bahwa ada yang harus diperbaiki saat menjalani sebuah hubungan yang disebut cinta itu. 

Aku tahu, galau itu tidak enak. Semua hal terasa membosankan saat galau menyebar di penjuru hati, tapi ingat semua hal selalu ada hikmahnya. Begitupun dengan galau. 

Ah, maafkan aku. Aku belum bisa membantumu menyelesaikan masalahmu itu. Bahkan aku sendiri belum tahu bagaimana cara terbaik untuk mengusir rasa galau yang kadang menjangkiti diriku sendiri. Tapi setiap orang pasti punya caranya sendiri. Kadang omongan orang lain tidak akan pernah berfungsi apa-apa jika dirimu sendiri tidak menghendakinya. Maka, carilah jalan untuk keluar dari genangan galau itu. Atau kau bisa minta bantuan Allah. Semangat, ya! 

Regards, 
Si Pena Galau.