Thursday, December 19, 2013

Setelah Hujan

Lengkap sudah hari ini. Semua terasa meyakinkan. Hujan yang datang, mengundang semua keraguan itu. Tentang kamu, tentang harapanku yang sempat menjelajah, hingga dinding hati rasanya ingin ambruk dan tak lagi mengingatmu. Semua kembali dalam sekejap mata. Kamu, inspirasi terhebat yang pernah aku miliki. Kamu kembali dalam siluet yang berbeda. Membuatku lagi-lagi harus mengerti akan keadaan yang sedang kuhadapi.

Ah, ya. Lisanku selalu bungkam ketika berbicara tentang kamu. Tapi tanganku selalu gesit menorehkan aksara demi aksara di selembar kertas dan media apapun yang bisa aku gunakan. Ini masih tentang kamu, seseorang yang masih menjadi pangeran sejak hari itu.

Apa aku bilang, aku melihatnya sejak kau memutuskan menjadikannya kekasihmu. Aku melihatnya, sebuah rasa yang berlindung dibalik senyumnya kadang menyakitkan. Sekarang, apa buktinya

Aku terkepung rasa yang semakin dalam tanpa bisa lagi lari menjauh. Semakin aku berlari, semakin rasa itu mengejarku. Kamu, sisa hujan dalam angan yang nyata.

2 comments: