Tuesday, December 10, 2013

Di Antara Gemuruh dan Hujan

Hening. Sunyi. Hanya desau angin yang terdengar ribut di antara malam yang membeku. Aku tahu, lagi-lagi aku tahu. Paham. Bahwa yang seharusnya terjadi adalah aku harus menenggelamkan pikiran itu. Menimbun dan menguburnya dalam-dalam.

Sesungguhnya siapa yang salah? Aku yang terlalu berharap atau aku yang salah mengartikan. Bagaimana denganmu? Harapan yang kau putar dari waktu ke waktu membuatku berpikir. Adakah yang berbeda? Atau semua hanya kiasan dari kanvas lukisanmu yang terlihat nyata? Oh, aku lupa. Kamu hanya terlalu ramah. Ya, sesederhana itu kesimpulannya.

Sejujurnya aku hanya mencoba melihat, mengamati, dan menerka. Di sana, di antara kabut yang menyelimuti, aku ingin berkata. Sesuatu yang hendaknya tidak aku sampaikan, hingga akhirnya lupa membuatku terbebas dari rasa canggung itu.

No comments:

Post a Comment