Wednesday, May 15, 2013

Rumit


Sumber: google.com


Semua hal selalu terlihat sederhana. Sesederhana mata yang melihat. Namun, pikiran kadang mengartikannya lain. Ya, ini adalah salah satu bagian hal rumit yang pernah kuhadapi. Mungkin seperti yang tadi kubilang, mata bisa melihatnya secara sederhana, tetapi ketika dihadapkan pada hal ini, tidak semua orang mampu melewatinya dengan mudah.

Perasaan dan cinta. Selalu menjadi hal rumit meskipun pada hakikatnya ia adalah sebuah rasa sederhana dari sebuah pertemuan yang sederhana pula. Hal ini menjadi rumit ketika aku mulai mengeja dan mengungkapkannya dengan susah payah bahwa aku menyukainya. Kalimat sederhana. Dua kata paling simple yang membuatku berpikir berulang-ulang untuk hanya menggumamkannya.

Berbagai cara kulakukan untuk membuatnya kembali pada hakikatnya yang lama; sederhana, tapi yang kutemui adalah alasan demi alasan yang seharusnya aku abaikan. Sudah jelas sekali, alasan-alasan itu adalah bagian dari penolakan dari pikiranku secara tidak langsung. Yang selalu mau tahu tentang seseorang itu.

Pada awalnya aku selalu yakin, perasaan yang ada tidak akan tumbuh sebesar ini, tapi aku salah besar! Dan ini murni kesalahanku yang selalu menyiram dan merawatnya bak tanaman yang kumiliki. Pada kenyataannya, rasa itu hanya milikku dan sampai kapanpun akan tetap jadi milikku. Karena dia tidak akan pernah memiliki yang sama seperti milikku.
Cileungsi, 15 Mei 2013

No comments:

Post a Comment