Thursday, April 11, 2013

The 8th of April

Ini tentang kamu lagi. Tentang waktu yang terlalu cepat berjalan tanpa memberiku kesempatan untuk mengubah haluan. Rasanya, semua kembali pada titik-titik jalan menuju masa lalu. Kamu. Hujan. Lapangan. Serta upacara. Semua hal itu membuatku makin terjebak dalam lintasan waktu. Membuatku merasa ada dalam dimensi berbeda, terutama saat memandangmu di tenagh gerimis.


Aku tidak tahu. Mengapa potongan-potongan kisah itu tiba-tiba kembali lagi. Membawaku pada rindu itu lagi.

Gerimis. Aku memandangmu seperti saat kota berdiri berdampingan di upacara pertama di SMA. Dan kali ini aku memandangmu dalam situasi upacara terakhir di SMA. Lengkap. Semua kisahku di sekolah lengkap karena kamu.

Tangis yang dulu ada, sekarang tidak lagi. Ketika kau mencoba menghancurkan sebuah tempat dimana aku menyimpanmu dalam bentuk lain, kau tidak akan bisa. Menghancurkannya sama dengan menghancurkan dirimu sendiri.

Aku tidak pernah menyesal pernah mengenalmu. Lebih daripada yang pernah aku rasakan. Demikian aku menyayangimu. Merasa lebih baik dari aku yang sebelumnya. Coba tebak, bagaimana bisa aku berdiri sampai sekarang, teguh pada pendirianku tentangmu, dan berusaha tidak peduli jika orang membicarakanku? Karena aku bukan aku yang dulu lagi. Aku berbeda. Itu karena kamu.

Sampai gerimis itu reda, aku tahu bahwa kau sesekali memandang ke arahku tanpa perhatian yang jelas. Tapi aku tahu bahwa kau memang ingin tahu tentang itu.
Aku, kau, dan gerimis di 8 April 2013.

Cileungsi, 8 April 2013.

No comments:

Post a Comment