Tuesday, April 2, 2013

The 2nd of April 2013

Selamat siang...
Hari kedua di bulan April. Masih terasa seperti hari-hari lainnya. Belum ada yang spesial lagi seperti hari kemarin. Saat dia membuat saya merasa tidak bisa berkutik. Bukan karena saya takut, tapi karena dengan melihat dia, rasa saya yang mulai pudar akan kembali pekat seperti sedia kala. Saya selalu tidak mengerti, apa yang membuat saya bisa benar-benar begitu tertarik padanya. Wajahnya? Dibanding yang lain, dia sama saja. Apalah arti perkataan orang yang sedang jatuh cinta? Semuanya pasti dipandang baik. jadi saya mencoba melihat ini dengan sudut pandang yang berbeda.


Tidak selesai begitu saja. Semua rangkaian panjang ini saya yakin akan ada ujungnya. Tapi, saya tidak tahu kapan. Saya merasa terjebak dalam permainan yang tidak tahu cara penyelesaiannya bahkan saya cenderung tidak punya kesempatan untuk menyelesaikannya. Apakah dnegan wkatu yang terus berjalan, saya mampu mempunyai kesempatan untuk berhenti dari "permainan" ini? Apakah dengan tempat yang berbeda saya mampu mengalihkan pikiran saya dari "permainan" ini?


Pertanyaan itu sesungguhnya mampu saya jawab. Mengutip kata-kata dari sebuah novel, "Kesempatan akan selalu ada jika kamu mampu menmbuat kesempatan itu terjadi." (Sunset Bersama Rosie oleh TereLiye). Maka yang saya butuhkan hanyalah keberanian mengambil keputusan. Tapi, saya terlajur takut untuk melakukannya lagi. Saya pikir, dengan mengatakannya lagi (nanti) saya akan lega dan bisa mulai berdamai dengan perasaan saya. Ternyata yang saya pikirkan terlalu banyak resiko. Saya takut ketika saya mengatakannya lagi, saya malah akan merasa menggantungkan harapan lebih tinggi bukan malah memutuskan tali harapan itu.

Sebenarnya, harapan yang saya tunggu tentang ini tidak pernah berarti. Smeua terasa monoton, datar, dan tanpa makna yang jelas. Dari sekian banyak hal yang saya alami hingga saat ini, saya hanya mampu mengambil beberapa hikmah terutama tentang kesetiaan. Tapi sisanya masih lebih buruk dari yang pernah saya bayangkan.


Saya tidak tahu sampai kapan ini berjalan. Jika masih panjang waktunya, saya hanya bisa berharap jika waktu yang saya lewati untuk perasaan ini mampu membuat saya tumbuh menjaid gadis yang lebih dewasa dnegan pemikiran yang rasional. Bukan melulu menggunakan perasaan. Saya hanya butuh berpikir rasional, tanpa harus mengandalkan aspek rasa yang sejujurnya tidak banyak membantu saya dalam hal ini.


Mungkin suatu saat saya akan sadar, bahwa kebanyakan orang bisa tiba-tiba kehilangan akalnya hanya karena masalah seperti ini. Tapi lagi-lagi saya ingin menjadi gadis yang cerdas, yang mampu mengubah perasaan menjadi kisah logika bermanfaat dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Meski pada kenyataannya memang terlalu menyakitkan untuk dirasa. Namun punya sedikit hikmah untuk pembacanya.

Dalam tulisan ini saya tidak tahu apakah ada pesan yang bisa diambil atau tidak. Jika ada, maka ambillah hikmah positifnya saja. Semua adalah tentang kehidupan yang tidak selalu berada dalam lingkaran kebahagiaan yang sempurna.


Cileungsi, 2 April 2013

No comments:

Post a Comment