Posts

Showing posts from April, 2013

The 14th of April

Image
Sebuket Mawar Merah Oleh Afrianti Eka Pratiwi
Aku termenung menatapi langit yang makin lama kian kelabu. Tak ada sinar matahari yang biasanya menghangatkan sesore ini. Hanya angin kencang dengan sedikit rintik yang belum dihiraukan orang. Semua hanya menunggu untuk hujan datang lebih deras, baru mereka meneduh. Selagi masih bisa diterjang, kenapa tidak? Itu pasti pikiran mereka.

Surat Balasan untuk Robin Wijaya

Untuk Kamu, Pembuat kisah terhebat untukku…

Aku datang, Robin. Membalas suratmu yang telah lama kubaca. Menggenapkan hatiku untuk berbagi cerita kepadamu untuk berbicara tentang rasa yang selama ini tidak pernah kuketahui bentuknya.
Rasa. Satu kata yang sering membuat hatiku kebas akan sakit karena terlalu sering mengalaminya. Rasa. Satu makna yang ada di dalamnya membuatku rindu sekaligus benci akan keadaan romantisme yang ada. Rasa. Dua suku kata yang membuatku menjadi titik terlemah sekaligus titik terkuat dalam diriku sendiri. Dan rasa, satu fase di mana aku mulai tidak mengenali diriku lagi. Membuatku menjadi orang lain untuk merebut perhatiannya.

Jika kau bertanya, “Adakah orang yang membuatmu menyisihkan sebagian waktu untuk sekedar memikirkannya?”, jawabannya adalah: selalu ada. Karena setiap detik saat aku melewati sebuah tempat “pusaka” (aku menyebutnya begitu karena terlalu banyak kenangan yang ada), maka detik itu pula semuanya kembali ke masa lalu. Tepat ketika semuanya be…

The 13th of April

Image
Aku Belajar Darinya
Aku belajar memahami arti kehidupan darinya. Dari seorang anak kecil bertubuh tambun yang bersuara lantang.
Sore itu hujan turun deras. Menyapu sebagian besar kota Jakarta yang padat. Setiap orang di sini hanya bisa mengeluh. Ketika terik matahari membakar kulit mereka, mereka saling mengumpat, menginginkan keteduhan. Ketika hujan menyapa, mereka masih juga mengumpat, agar hujan reda.
Seperti yang aku tahu, sangat jarang orang Jakarta yang suka hujan. Mereka benci hujan, karena ketika hujan yang dianggap sebagian orang membawa berkah, maka hujan adalah musibah bagi mereka. Banjir. Ya, apalagi alasan mereka membenci hujan jika bukan karena hal itu?


The 12th of April

Image
Delapan Belas yang Bermakna
Nobody’s perfect. Pepatah tua yang selalu benar. Karena tidak ada seorang manusia pun di dunia ini yang sempurna terkecuali Rasullullah Saw. Sama seperti kisah di penjuru dunia manapun, tak sempurna.


The 19th of April

Image
Another Story of "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"
Dentang pergantian hari sudah lewat dua puluh tiga menit yang lalu. Masih di tempat yang sama. Menatap layar kosong. Aku menuliskannya ketika kebanyakan orang telah terlelap, meniti mimpi-mimpinya. Mencoba menidurkan kisah-kisah kelam tentang hari ini dan berharap terbangun dengan segenap kisah manis keesokan harinya.

The 11th of April

Image
Tentang Sebuah Maaf
Langit masih cerah merona. Dengan matahari dan awan yang berarak tipis melengkapinya. Semua terlihat sempurna, tapi tidak untukku. Kamu tidak ada. Jadi, ada sebagian hal yang hilang pada hari itu. Menjelang ujian nasional adalah waktu yang aku benci. Bukan berarti aku takut menghadapinya, tapi itu artinya waktuku untuk melihatmu akan semakin tipis.

Jelas, aku menginginkan waktu lebih banyak dari ini. Kita bisa lihat apa yang akan terjadi setelah ujian nasional ini. Aku pasti akan sangat jarang berada di sekolah, bahkan sudah pasti ketika aku kembali ke tempat itu, kemungkinan kamu sudah pulang, meskipun aku tahu kamu selalu betah di sekolah.

Oke, aku tidak akan membahas ini terlebih dahulu. Aku akan membahas satu hal yang menurutku mampu membuatku merasa sedikit lega.

Derai air mata teman-teman tak mampu mempengaruhiku. Kepalaku pening, migraine dari beberapa hari yang lalu. Dan, meskipun aku terharu dengan situasi itu, aku tidak bisa menangis. Kau tahu, ini semua…

The 9th of April

Image
"Hear something from here. You with your shine. Like a sun(rise) before morning. Like a sun(set) before evening. Let me tell you that you're special."

Aku tidak tahu bagaimana aku mengatakan ini. Aku mengerti ada banyak orang yang bisa aku jadikan motivator, termasuk kamu.


Dunia ini tidak sepenuhnya milik kita. Seperti butiran pasir lembut yang menggelitik kaki kita. Seperti awan tipis yang berarak, melindungi kita. Debu berterbangan seiring dengan kaki kita melangkah.
Angin membelai lembut wajah bahagia kita. Menabur doa dalam setiap impian yang pernah kita sematkan dalam deburan ombak yang berkejaran.
Ini mimpi kita, jangan sia-siakan. Ini tempat kita mengejar dan mewujudkan semua cita-cita. Ini waktu kita menentukan sebuah peta kehidupan yang bisa kita ubah dengan usaha. Ini jalan kita menuju kebahagiaan yang abadi.

The 8th of April

Ini tentang kamu lagi. Tentang waktu yang terlalu cepat berjalan tanpa memberiku kesempatan untuk mengubah haluan. Rasanya, semua kembali pada titik-titik jalan menuju masa lalu. Kamu. Hujan. Lapangan. Serta upacara. Semua hal itu membuatku makin terjebak dalam lintasan waktu. Membuatku merasa ada dalam dimensi berbeda, terutama saat memandangmu di tenagh gerimis.

The 7th of April

Image
Untukmu, A...
Kata demi kata terangkai manis Menyerupa kilatan cahaya yang dinamis Separuh waktu ditelan gerimis Juga butiran bening membentuk garis
Pusatnya adalah kamu Tumpuan serta titik temu Langkah yang kuseret dengan susah payah Kembali pada arah yang sama
Demikian tentang aku yang tenggelam dalam imajinasi Tentang kamu yang tak bisa kuraih Getir, menjadi sapaanku tiap waktu Melihat lengkung itu di bibirmu, bersamanya…


Cileungsi, 7 April 2013

The 4th of April

Image
Adzan Zuhur

Zuhur memanggil saya dengan syahdu. Tidak ada yang aneh dengan zuhur ini, hanya saja ada yang berbeda. Ini tentang kamu. Lagi, lagi, dan lagi tentang kamu. Entah mengapa saya tidak pernah bosan membahas kamu. Untuk saya, cerita tentang kamu tidak akan pernah habis saya tuliskan. Termasuk untuk siang ini, zuhur yang menyejukkan.

The 3rd of April

Image
 Proses "Berdamai"

Menurut saya, proses “berdamai” tidak sama dengan “Move On”. Kenapa? Karena dilihat dari definisi dari sudut pandang saya memang tidak sama. Move On daalah suatu cara untuk berpindah ke “tempat” atau suasana lain dari yang pernah kita lalui. Sebagia contoh, istilah move on sering digunakan oleh para remaja saat ini ketika mengalami kejenuhan dalam suatu suasana. Atau setelah pasca pemutusan hubungan “pacaran” yang dijalaninya agar tidak terus-menerus larut dalam kesedihan. Kadang, peristiwa move on ditandai dengan adanya seseorang baru yang menjadi pengganti sang mantan.

Sedangkan, proses “berdamai” lebih ke arah mengikhlaskan perasaan, meskipun masih ada keinginan untuk ada di posisi itu. Atau bisa diibaratkan dalam sebuah perang, kita bisa membuat perjanjian perdamaian sampai batas waktu yang telah ditentukan. Proses “berdamai” adalah bagian dari yang paling sulit menurut saya. Karena harus benar-benar mengikhlaskan diri untuk kebahagiaan seseorang itu d…

The 2nd of April 2013

Image
Selamat siang...
Hari kedua di bulan April. Masih terasa seperti hari-hari lainnya. Belum ada yang spesial lagi seperti hari kemarin. Saat dia membuat saya merasa tidak bisa berkutik. Bukan karena saya takut, tapi karena dengan melihat dia, rasa saya yang mulai pudar akan kembali pekat seperti sedia kala. Saya selalu tidak mengerti, apa yang membuat saya bisa benar-benar begitu tertarik padanya. Wajahnya? Dibanding yang lain, dia sama saja. Apalah arti perkataan orang yang sedang jatuh cinta? Semuanya pasti dipandang baik. jadi saya mencoba melihat ini dengan sudut pandang yang berbeda.


Tidak selesai begitu saja. Semua rangkaian panjang ini saya yakin akan ada ujungnya. Tapi, saya tidak tahu kapan. Saya merasa terjebak dalam permainan yang tidak tahu cara penyelesaiannya bahkan saya cenderung tidak punya kesempatan untuk menyelesaikannya. Apakah dnegan wkatu yang terus berjalan, saya mampu mempunyai kesempatan untuk berhenti dari "permainan" ini? Apakah dengan tempat yang be…

The First of April

Image
Ini masih tentang kamu... Lelaki yang menjadi sejarah panjang Yang memenuhi hari-hari Tanpa terkecuali
Ini masih tentang kamu... Lagu lama yang menjadi teman setia Kisah usang yang sesungguhnya hampir mati Terhempas oleh dirimu sendiri
Dulu, sosokkmu adalah penyejuk Kemarin, wajahmu adalah ketenangan Tadi, perilakumu membuatku gelisah hebat Dan kini, bayangmu tak lepas dari imajiku
aku yakin kau maish ingat Deretan kata yang masih melekat "Apapun yang terjadi ku kan selalu ada untukmu..." Itu, kata-kata ajaib...
Sejauh aku berlari Tak ada hasil Sedekat aku mengenal Juga tak ada hasil
Aku rindu kamu lagi...
Cileungsi, 1 April 2013