Thursday, March 28, 2013

Tips Menghadapi Ujian Nasional ala Gue


Tips Menghadapi Ujian Nasional Ala Gue

           Kurang lebih 2 minggu lagi semua siswa SMA dan sederajat akan melaksanakan sesuatu yang untuk sebagian orang dianggap menakutkan. Karena, hal ini menyangkut masa depan dan kehidupan kita selanjutnya. Saya sendiri juga merasa cemas untuk menghadapi hal itu. Tapi, saya mencoba mengubah kecemasan itu dengan hal positif.

            Ujian Nasional. Penentu di akhir pendidikan kita di Sekolah Menengah Atas (SMA). UN menjadi bagian dari penilaian atas hampir semua instansi Perguruan Tinggi (PT) untuk mempertimbangkan layak atau tidaknya kita menempuh pendidikan di PT tersebut.
            Tentu dalam hal ini, kita semua ingin mendapatkan nilai yang terbaik sertta dampak baiknya yaitu diterima di PTN atau PTS yang kita inginkan sesuai minat kita. Maka, saya akan berbagi sedikit tips untuk menghadapi Ujian Nasional.

Langsung saja…

1. Manfaatkan Waktu
            Menjelang Ujian Nasional yang tinggal menghitung hari, tentu tidak banyak waktu lagi untuk kita bisa bersantai. Maka, selagi ada waktu luang untuk mendalami materi, lakukanlah. Kurangi aktivitas yang tidak penting yang keberadaannya saya memecah belah pikiran kita. Atau, jadwalkan dengan runtut apa yang akan kita lakukan hari ini dan hari-hari selanjutnya agar kita juga terbiasa.

2. Perbanyak Latihan Soal
            Tipe soal UN dari tahun ke tahun itu mempunyai kemiripan, sehingga ada baiknya kita mempelajari soal-soal yang bertipe sama untuk memudahkan kita jika menemukan soal seperti itu di ujian nasional. Walaupun tahun 2013 UN memiliki 20 paket soal, tentu soal yang ada tetap memiliki bobot dan tipe yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika, merasa kesulitan pada soal-soal tersebut kita masih punya waktu untuk bertanya pada teman yang dianggap paham, guru, atau bahkan bisa browsing di internet.

3. Jaga Pola Makan dan Pola Tidur


            Kedua aspek tersebut terlihat sangat sepele, namun menentukan. Ketika kita sedang tekun belajar, mungkin waktu makan menjadi terlewatkan.  Tapi mendekati UN, makan sangatlah diperlukan, dikarenakan otak kita butuh asupan lebih untuk berpikir. Jangan samapi tubuh menjadi drop ketika mendekati hari ujian. Juga pola tidur harus dikondisikan dengan baik. Untuk yang biasa begadang, coba kurangi. Selain tidak baik untuk kesehatan, akibat kekurangan tidur akan mengganggu konsentrasi dari kerja otak.
            Terutama sehari sebelum Ujian berlangsung, jangan lupa sarapan terlebih dahulu agar otak juga punya energi cadangan untuk berpikir yang pastinya menguras energi yang ada. Untuk waktu tidur usahakan jam 9 malam sudah tidur agar esoknya badan dan otak fresh serta siap mengerjakan soal ujian.

4. Jangan Terlalu Percaya pada Kunci Jawaban yang Berseliweran
            Sebagian dari kita mungkin mengandalkan kunci jawaban atau “bocoran” dari berbagai sumber. Sudah tidak dipungkiri, hal ini marak terjadi saat mendekati hari ujian nasional. Karena sebagian anak tidak percaya diri akan kemampuannya, sebagian lagi mungkin menjadikannya patokan bila sudah “mentok”.
Dari berbagai sumber termasuk media elektronik, didapati oknum yang menjual “bocoran” dengan harga yang relative tergantung tingkat kebenarannya. Saya sendiri tidak tahu mengapa orang-orang tersebut bisa mengatakan kunci jawaban itu 100% benar, misalnya. Padahal kita belum melihat soalnya. Dan mengapa kita percaya? Mengapa juga kita tidak meminta soalnya saja dan mengerjakannya sendiri? (Hal ini mungkin dianggap terlalu beresiko, saya mengerti). Jika kita tidak mengetahui kebenarannya, mungkin saja ada peluang untuk kita tertipu, kan? :D
Efek lain yang baru saya pikirkan adalah ketika kunci jawaban yang kita terima itu berbeda dengan soal yang kita harus kerjakan. Bagaimana? Lagi-lagi kita harus berjuang sendiri dengan keadaan satu ruangan yang berbeda paket soal satu sama lain. :D
Percayalah pada diri sendiri. J

5. Minta Restu dan Do’a Orang Tua serta Orang Sekitar
            Sebelum menempuh ujian, ada baiknya dan sangat disarankan untuk meminta doa kepada orangtua, terutama Ibu. Karena bisa jadi doa orang tua yang diridhoi Allah akan sangat membantu kita dalam mengerjakan ujian. Jangan lupa berpamitan dan mencium tangan kedua orangtua sebelum berangkat ke sekolah untuk ujian.  Lakukan hal ini sampai hari terakhir ujian. Semoga Allah mendengar doa-doa orangtua kita. Aamiin.

6. Usaha, Percaya Diri, dan Tawakkal kepada Allah S.W.T..
            Tiga tahun kita belajar. Satu semester terakhir kita diuji dengan berbagai macam Tryout. Pasti kita sudah mengenal banyak materi yang akan diujikan. Jika nilai dalam Tryout masih buruk, ingat saja itu baru pemanasan. Kita masih bisa memperbaikinya di kemudian hari yaitu pada hari Ujian Nasional. Jika pada Tryout sebelumnya kita masih banyak kesalahan menjawab soal, anggap saja kita menghabiskan “jatah salah”. Jadi, ketika tiba hari ujian nasional yang tersisa hanya jatah benar kita.
            Jika kita belajar dengan sungguh-sungguh, optimis, dan percaya bahwa kita bisa mnengerjakannya dengan kemampuan yang kita miliki, maka Insya Allah akan ada hasil baik untuk kita. Jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan soal ujian agar Allah senantiasa memudahkan kita dalam mengerjakannya. Ketika kita sudah berusaha semaksimal mungkin, hasilnya serahkan pada Allah. Jangan pernah takut, karena Allahh selalu membantu orang-orang yang meminta kepada-Nya. Lakukanlah dengan kejujuran.

Semoga tips ini bermanfaat. Semoga Allah selalu memudahkan kita semua dalam mengerjakan ujian. Semoga kita semua dapat lulus dengan nilai yang terbaik dan masuk PTN/PTS yang diinginkan. Aamiin. J

Cileungsi, 28 Maret 2013

Tuesday, March 26, 2013

Be Honest





Hari ini, tepat di malam ini. Saya merasa ada sesuatu yang janggal. Kebimbangan yang merasuk dalam diri terlampau kuat. Saya belum mampu memutuskan. Meski, 90% keputusan saya hampir mendekati "Tidak". Tapi ini lain cerita, meskipun saya sepenuhnya yakin ada Allah yang senatiasa membantu saya. Bahkan, dari sekian waktu yang saya lewati, saya telah berusaha berjuang untuk mempelajari dan memahami banyak persoalan yang ada. Saya berpikir, apakah akan sia-sia semua yang saya usahakan saya demi selembar kertas? Lagi, apakah suatu kejujuran yang tercipta dalam diri saya akan ternodai dalam waktu yang tidak lama itu?

Saya mengerti semua kecemasan yang terlalu membuat otak bersikukuh mencari cara lain untuk "menang". Saya tahu ketakutan yang menghampiri setiap pikiran akan hal ini. Tapi, apa dengan ini akan ada kepuasan yang mendalam? Untuk sesaat itu PASTI. Tapi untuk jangka panjang, saya tidak yakin.




Saya hanya teringat garis waktu yang terlewat, bahwa saya pernah bisa melakukannya tanpa hal itu. Saya pernah bisa mendapatkan yang baik dengan kemampuan saya dan bantuan dari Yang Maha Kuasa. Tidak dengan bermacam cara yang belum tentu baik untuk nantinya. Saya yakin, semua orang tahu keberadaan hal ini, semua orang nyata melihat adanya hal ini. Tapi lagi-lagi, apakah ini bagian dari siasat untuk memberitahukan ataupun mengelabui publik bahwa kita tidak sungguh-sungguh memahami hal itu?

Saya sendiri belum meyakini bagaimana "hal itu" bisa sukses di harinya. Dengan segala macam kemungkinan yang terjadi, saya tidak pernah memastikan. Maka, dari itu saya menghindari. Bukan karena saya idealis, tetapi lebih kepada percaya akan adanya Allah S.W.T.. Karena, semua hal yang bersifat keragu-raguan lebih baik ditinggalkan. Karena hasilnya belum tentu lebih baik.

Ini sebagian dari pikiran saya. Kebimbangan yang terlalu dalam. Dan saya pikir, ini bukan sesuatu yang penting. Tapi bagus jika membuat ini bermanfaat. Sekadar tulisan yang "sedikit menyadarkan". Maaf jika ada yang tersinggung dengan ini.




Cileungsi, 26 Maret 2013. 21:39 WIB.


Friday, March 8, 2013

Kosong

Waktu bergulir secepat biasanya. Tanpa pernah ada jeda yang terasa menakjubkan. Tapi, hari ini, sore ini pula, aku merasa waktu sekana berhenti. Meski hanya beberapa detik yang membuatku kembali melewati arah yang sama sejak dua tahun lalu.