Thursday, February 21, 2013

Interlude (Dalam Novel "Tak Sempurna" by Fahd Djibran dan Bondan & Fade2Black)

“Something has gone very wrong with our school!” – Hiroshi Yoshimoto

SEMBILAN KEBOHONGAN YANG DIKATAKAN GURU DI SEKOLAH DAN KENYATAANNYA

1. Kami disini untuk membantumu memahami pelajaran. Kenyataannya: Kami di sini untuk memaksamu menghapalkan pelajaran. Jika kamu tidak bisa, kami akan menghukummu atau tidak meluluskanmu dalam ujian.

2. Kami akan punya waktu untuk sampai ke kelasmu sebelum bel berbunyi. Kenyatannya: Pelajaran-pelajaran disampaikan dengan waktu yang tak pernah mencukupi. Beberapa guru memaksa kami untuk mengurangi waktu istirahat dan kami tak punya pilihan lain. Guru selanjutnya tak mau mengerti bahwa waktu istirahat kami berkurang karena dipotong jam pelajaran sebelumnya, kami harus tetap masuk kelas berikutnya tepat pada waktunya.

3. Seragam sekolah dimaksudkan untuk menghindari diskriminasi. Kenyataannya: Kami tetap terdiskriminasi. Murid-murid masih bisa dibedakan berdasarkan kelas sosialnya maisng-masing. Mungkin kami memakai seragam yang sama, tetapi kami tetap bisa berlomba-lomba untuk terlihat menjadi yang paling kaya atau yang paling miskin melalui sepatu, handphone, atau lainnya. Bahkan sepeda motor dan mobil-mobil.

4. Kalian harus menguasai semua pelajaran, itu penting untuk masa depan. Kenyataannya: Hampir tidak ada satupun guru yang menguasai semua pelajaran, kan? Kalau tidka percaya, tanyalah guru Geografi? Kecil kemungkinan dia menguasai Matematika atau Fisika. Ajak guru Sejarah mengikuti tes olahraga, nilainya belum tentu sebaik temanmu yang jago olahraga tetapi buruk nilai pelajaran Sejarahnya. Di dunia nyata, tak ada satupun pekerjaan yang membutuhkan semua kemampuan, semua nilai baik dalam semua pelajaran! Di dunia kerja: Jika kamu mengetahui semuanya, itu sama artinya dengan kamu tak menguasai semuanya. Setiap orang memiliki kecerdasannya masing-masing, unik dan berbeda, sekolah berusaha menyeragamkan sambil menganggap yang cerdas hanya mereka yang pandai menghafal!

5. Merokok tidak baik untuk kesehatan dan tidak diperbolehkan di sekolah. Kenyataannya: Guru olahraga merokok di kantin dan memesan kopi hitam pada penjaganya. Kepala sekolah merokok di ruangannya sendiri. Kami merokok sembunyi-sembunyi di mana saja, termasuk di toilet sekolah.

6. Kalian adalah angkatan terburuk sepanjang sekolah ini berdiri. Kenyataannya: Kalimat itu diucapkan hampir setiap tahun pada semua angkatan. Tidak ada angkatan yang baik di antara kami.

7. Lebih dari kalian, guru-guru berharap agar kalian sukses dalam ujian nasional. Kenyataannya: Mereka takut ditegur kepala sekolah atau Kementrian Pendidikan jika salah satu di antara kami tak lulus ujian. Mereka akan dianggap tak becus megajar.

8. Guru BK selalu ada untuk mendengarkan. Kenyataannya: Mereka ingin didengarkan. Jika dipanggil ke ruangannya, mereka akan memarahi kita dan berteriak: “Dengarkan saya!”

9. Kami tidak membutuhkan uang kalian. Kenyataannya: Setiap kali membangun ruangan baru, uangan gedung dibebankan pada SPP bulanan kami. LKS dijual setiap semester dan kami wjaib membelinya. Buku-buku teks pelajaran ditentukan “seragam”, membeli langsung dari guru lebih baik karena akan mendapatkan diskon 25% dan namanya dicatat di list khusus yang entah berfungsi untuk apa.

Dan mungkin masih banyak lagi yang lainnya…

“Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa yang selalu bear. Dan murid bukan kerbau” -  Soe Hok Gie (1942-1969)


Komentar:

Saya yakin, dalam keadaan tertentu kadang kita menyetujui pernyataan di atas. Benar atau tidak adanya itu semua tergantung dari cara pandang kita. Inilah wujud pendidikan di negeri kita tercita. Semoga hal ini bisa jadi pembelajaran nyata untuk semua para pelajar dan pengajar di belahan dunia manapun. :)

No comments:

Post a Comment