I'm Trying...


I’m Trying…

Terlalu banyak waktu yang sudah terbuang. Langkah yang terseret arus masa lalu masih membuai. Bukan dengan kenyataan yang membahagiakan, melainkan keterpurukan yang mendera jiwa. Siapa yang tahu bahwa semua ini akan terjadi? Siapa yang mau untuk berada di posisi ini? Tak satupun. Lagi, perdebatan logika dan perasaan masih belum menemukan titik temu. Mungkin dengan sedikit paksaan dan keikhlasan yang benar-benar ikhlas, jalan terbaik akan terbuka.
                 

Bukan dengan kekerasan yang nyatanya tak mampu mengubah apapun. Bukan juga dengan kelembutan yang semakin lama akan semakin menyandera pikiran untuk berimajinasi hal-hal yang tidak sesuai kenyataan. Tapi dengan DO’A. Hanya do’a yang mampu hapuskan rasa yang bersemayam. Hanya do’a yang mampu mengikhlaskan sekian banyak hal yang terhempas sia-sia.
              
  “ZONA NYAMAN = KAMU”

 Tidak pernah ada alasan yang pasti mengapa aku menempatkanmu sebagai terdakwa dan predikat “tempat ternyaman” yang pernah ada di dunia. Semua terjadi karena AKU TERBIASA. Aku mulai membiasakan diri benyaman-nyaman ria dengan dirimu, dengan segala hal yang ada pada dirimu. Tak ada sedikitpun kata bosan menghampiriku. Tapi, bagai orang yang baru sadar dari “kegilaannya” atau “kecanduannya” atau “ketergantungannya”, aku mengerti bahwa sudah saatnya meninggalkan kebiasaan itu. Lambat laun aku tahu, selama ini waktuku sia-sia. Menegakkan benang basah yang jelas-jelas mustahil untuk terjadi.

 Walau sejujurnya aku masih beradaptasi dengan situasi yang baru, aku belum sepenuhnya bisa. Tapi aku selalu ingat, BISA itu karena TERBIASA. Dan aku akan membiasakan diri untuk itu. Aku tidak ingin menggerus hatiku dengan kepedihan. Aku tidak ingin mengganggu hidup orang lain. Dan aku tidak ingin lagi membuatmu terganggu. Jadi, sudah 2 hari aku mencoba. Dan aku masih adaptasi.


Cileungsi, 27 Februari 2013.

Comments

Popular posts from this blog

"My Green School" (Hortatory Exposition)